Menikah Di Atas Perjanjian

Menikah Di Atas Perjanjian
Episode 47. Menunggu


__ADS_3

"Aaww... Iya-iya Mah ampun, Rendi bercanda kok." Rendi mengelus-elus telinga kirinya. yang sudah merah dengan sekali pelintiran.


Kadang aku mikir Mamah lebih sayang sama Indah dari pada sama aku.


"Kamu tuh harus di kerasin dulu baru mikir., coba jelaskan masalah semalam." Ucap Santi kemudian menyedot jus.


"Iya Mah aku minta maaf." Kata Rendi menundukkan pandangan.


"Hanya itu? Mamah minta kamu jelasin!"


"Iya-iya." Rendi menganggukkan kepala, "Di dalam lemari kan Mamah sudah lihat isinya baju Indah. Aku sengaja memisahkan baju kami, karena aku belum terbiasa Mah. Mamah juga tau kan baju aku mahal-mahal semua?"


"Maksud kamu apa? Secara nggak langsung kamu bilang baju Indah murah dan nggak pantes di dalam lemari kamu gitu?"


"Nggak gitu juga Mah." Jawab Rendi sembari menggerakkan tangannya, "Tapi kan sudah aku belikan lemari baru dan baju-baju baru buat Indah, apa aku salah lagi?"


"Terus masalah kasur?" tanya Santi lagi.


Duh bagaimana nih? Kalau aku bilang Indah tidur di bawah mamah bisa-bisa murka.


"Ren.." Panggil Santi.


"Aku akhir-akhir ini kadang merasa panas Mah kalau tidur. Jadi aku beli kasur itu biar bisa tidur di bawah." Ucap Rendi berbohong, ya meskipun selalu ketahuan sih sama ibunya yang terkadang seperti punya mata batin.


"Mamah nggak percaya Ren."


"Mamah sudah deh berhenti curigaan terus sama aku. Kan aku sudah bilang kalau ingin memperbaiki hubungan dengan Indah, ya kan sedikit-sedikit Mah. Apa-apa butuh proses kan?"

__ADS_1


Santi mengangguk-anggukan kepalanya, "Iya maaf deh, Mamah cuma nggak mau jadi ibu yang gagal mendidik anaknya," ucap Santi murung dan sontak suasanya menjadi melow.


"Ah Mamah nggak boleh ngomong kayak gitu, Mamah itu ibu yang paling hebat kok. Mamah adalah wanita pertama yang aku cintai." Rendi mengenggam tangan ibunya dengan hangat.


Tak terasa air mata Santi menetes, dia teringat almarhum suaminya, "Mamah jangan nanggis." Rendi mengusap air mata di kedua pipi ibunya.


"Ren... Entah kenapa tiap Mamah melihat kamu, Mamah selalu inget sama ayah kamu. Apa mungkin karena kalian ini mirip sekali ya." Kini air mata Santi mengalir bak air terjun. Rendi yang tidak tega langsung menghampiri dan memeluknya, "Apa Mamah kangen sama ayah? Kita nanti ziarah ya Mah." Ucap Rendi mengusap-usap rambut ibunya dengan lembut.


"Besok kita ke makam ayah bareng Indah dan Rio Ren." Sahut Santi memegang lengan Rendi yang ada di dagunya, "Mamah sayang sekali sama kamu dan Rio Ren."


"Iya Rendi juga sayang Mamah." Rendi mengecup rambut ibunya.


Rio dan Indah beserta ibunya keluar selesai berbelanja, mereka di suguhkan oleh anak yang sedang memeluk ibunya yang sedang menanggis.


Rio langsung berlari menghampiri ibu dan kakaknya, "Mah.." Panggil Rio sambil melihat wajah ibunya, "Elu ngapain Kak bikin Mamah nanggis kayak gini." Ucap Rio mencoba melepaskan pelukan Rendi ke Santi.


Santi menghampiri Indah dan mengenggam tangannya, mereka berjalan lagi mencari salon di sekitar situ.


Apa selama aku memperlakukan Indah tidak baik, mamah juga melihat aku seperti ayah? Aku tidak menyangka kalau hal yang aku lakukan bisa menyakiti mamah juga.


Gumam Rendi dalam hati, sampailah mereka di salon yang berada di dalam Mall. Indah, Santi dan Sarah masuk ke dalam.


Rendi dan Rio menunggunya di luar, mereka duduk bersebelahan.


"Kak tadi kenapa sih Mamah kok bisa nanggis?" tanya Rio yang sedari tadi masih penasaran.


"Kan tadi Mamah bilang kalau dia kangen sama ayah." Sahut Rendi malas.

__ADS_1


"Bukan lu kan penyebabnya?"


"Rio.. Lu jangan mulai deh." Kata Rendi sambil mengerutkan dahi.


"Santai aja kali, jadi orang emosian banget."


20 menit berlalu mereka masih duduk menunggu. Dan Rendi pun merasa sangat bosan.


Lama banget, emang orang ke salon ngapain aja sih? Tau gini mah aku nggak usah ikut, mending ke kantor.


"Ngopi yuk Kak gue ngantuk nih." Ucap Rio mengajak.


Rendi mengangguk, mereka berjalan cafe di samping salon itu dan memesan kopi hitam kupu-kupu. Kok kaya judul lagu?


Jangan deh, mereka berdua memesan coffe latte.


"Kak, lu ada niatan nggak buat cerai sama Indah?" tanya Rio sembari menyeruput secangkir kopi.


Mata Rendi langsung terbelalak. "Ngapain lu nanya kayak gitu?"


"Nggak sih, gue cuma nanya doang."


Pasti kalau aku cerai sama Indah Rio bakal ngejar-ngejar dia lagi.


"Apa lu udah begituan sama dia Kak?" Tanya Rio berbisik pelan.


...💜Jangan Lupa Like💜...

__ADS_1


...🌹Selamat Puasa H+5🌹...


__ADS_2