Menikah Di Atas Perjanjian

Menikah Di Atas Perjanjian
Episode 21. Siapa Siska sebenarnya


__ADS_3

"Kamu bisa nggak bantu cariin foto dia mungkin di akun media sosialnya?"


"Kamu kenapa kok jadi nanyain Siska. Entar aku lihat deh di media sosial kak Rendi kayaknya dia pernah posting foto Siska deh." Rio mengambil ponsel dari saku celananya.


"Ini ada Ndah." Ucap Rio memberikan ponselnya.


"Kamu simpan fotonya sekarang. Aku pengen cetak foto dia." Ucap Indah yang memberikan kembali ponsel Rio dari tangannya.


"Lho ngapain? Jangan bilang lu mau laporin dia ke polisi. Nggak usah Ndah." Ucap Rio.


"Ah nggak Rio." Indah tersenyum, "Aku cuma butuh foto dia." Ungkapnya.


"Kirain lu mau laporin dia karena sudah berselingkuh dengan suami lu."


"Hahaha, aku malah nggak mikir sejauh itu Rio. Kamu ada-ada saja." Ucap Indah sambil tertawa.


Bahkan di situasi yang seperti ini indah masih bisa tertawa lepas di bibir manisnya itu karena dengan begitu dia bisa menutupi semua penderitaannya untuk sementara.


Rio semakin penasaran sebenarnya kenapa Indah bisa menikah dengan kakaknya. Indah pun berjanji akan menceritakan semuanya kepada Rio tapi tidak sekarang.


Rio menyimpan foto dan mereka pergi ke tempat percetakan. Untuk mencetak foto Siska. Setelah selesai Indah meminta Rio mengantar dia ke rumah Rio dan dengan alasan ingin bertemu dengan mertuanya.


Sampainya di rumah Rio. Ibu Santi sedang asyik menonton tv, Indah datang dan mengucap salam. "Assalamualaikum."


"Walaikumsalam eh Indah kamu tumben ke sini sama Rio lagi, kalian habis kemana?" tanya ibu mertuanya.


"Kita tadi ketemu di Mall pas Rio mengantar Dimas Mah." Sahut Rio.


"Iya Mah aku ke sini mau ketemu Mamah sama papah." Indah meneruskan.


"Ah kamu ini baru berapa hari nggak ketemu sudah kangen aja, ya sudah duduk dulu." Indah dan Rio duduk.


"Bi.. Bikinin dua gelas jus ya." Panggil ibu Santi ke pembantu rumahnya.


"Mah tadi aku ketemu kak Rendi di...." Indah langsung memotong, "Mah papah kemana ya kok nggak kelihatan?" ucap Indah.


"Oh papah pergi ketemu temannya, oya gimana kabar mamah kamu, apa sudah lebih baik sekarang?"

__ADS_1


"Baik Mah."


"Ibu lu kenapa emang Ndah sakit?" tanya Rio.


"Kok masih panggil Indah sih sayang, kan sekarang dia kakak ipar kamu."


"Ah nggak apa-apa kok Mah, lagian aku sama Rio temenan." Sahut Indah.


Tak lama ayahnya pulang.


"Ah Indah sayang kamu tumben main ke sini." Ucap ayahnya yang merasa senang melihat ke datangan putrinya.


"Iya nih Pah katanya Indah kangen." Sahut Istrinya. Indah hanya tersenyum.


"Pah ada hal yang mau aku bicarakan sama Papah." Ucap Indah, ayahnya duduk.


"Ya sudah ngomong saja sayang."


"Eemm." Ucap Indah sambil melihat di sekelilingnya ada Rio dan mertuanya.


Apa mereka ada masalah lagi? Ah semoga mereka baik-baik saja.Gumam ibu Santi.


"Mah tadi aku ketemu kak Rendi di Mall bareng Siska." Ucap Rio dan sontak membuat ibunya kaget.


"Ah serius kamu? Ngapain mereka berdua?" tanya ibunya. Rio menceritakan semua hal yang baru saja terjadi kepada ibunya. Sementara itu Indah dan ayahnya tengah duduk berdua di bangku taman samping rumah Rio.


"Sayang apa kamu ada masalah?" tanya ayah Indah yang duduk di bangku taman di samping Indah.


"Pah aku mau Papah jujur sama aku." Ucap Indah langsung ke intinya.


"Jujur masalah apa?"


"Apa Papah kenal sama perempuan di foto ini." Sambil memberikan foto ke tangan ayahnya. Ayah Indah langsung membulatkan matanya karena terkejut melihat foto Siska yang Indah berikan kepadanya, "Pah. Kok Papah diem. Apa Papah kenal sama perempuan ini?"


"Dia Siska. Kamu kok punya fotonya?" tanya ayahnya.


"Apa Siska ini selingkuhan Papah dulu. Jawab jujur Pah?" ucap Indah mendesak.

__ADS_1


"Ah iya Ndah, tapi Papah sudah nggak ada hubungan lagi sama dia."


Setelah mendengarkan perkataan ayahnya Indah berusaha bersikap tenang.


Ternyata memang benar tanpa Indah tahu sebenarnya Siska lah orang yang dulu menghancurkan rumah tangga orang tuanya dan sekarang dia takut kalau rumah tangganya akan hancurkan gara-gara Siska lagi. Tapi indah tidak bercerita kalau Rendi sekarang sedang berselingkuh dengan perempuan yang sama dengan selingkuhan ayahnya dulu dia langsung berdiri dan pamit pulang. Ayahnya ingin mengantar indah namun indah menolak dia langsung berjalan melangkahkan kakinya ke arah gerbang. kamu tiba-tiba Rio yang baru saja keluar dari rumahnya langsung berkata. "Indah lu mau kemana?" Indah langsung menoleh kebelakang dan menjawab. "Pulang." Dengan singkatnya,


"Tunggu-tunggu gue antar." Rio bergegas mengambil konci mobil untuk mengantarkan Indah pulang. Merekapun masuk ke dalam mobil.


Di tengah perjalanan Indah menyandarkan kepalanya di kaca mobil sambil melamun.


Dia masih tidak percaya kalau Siska adalah selingkuhan papahnya dia pun bergumam.


Ya Tuhan kenapa nasibku seburuk ini. Tapi sebelum semuanya terjadi aku harus bicara sama mas Rendi untuk tinggalkan Siska. Aku nggak mau nasibku seperti mamah, aku harus bicara sama mas Rendi.


"Indah lu kenapa?" tanya Rio yang dari tadi melihat Indah bengong.


"Ah aku nggak apa-apa." Tersenyum.


"Lu pasti lagi mikirin kakak gue ya. Pasti sekarang lu nyesel kan nikah sama dia. Awalnya juga gue binggung kenapa kakak bisa nikah mendadak sama lu, padahal dia orangnya susah buat suka sama orang." Ucap Rio sambil menyetir. "Kalau dia susah suka sama orang kenapa dia bisa selingkuh?" tanya Indah menanggapi ucapan Rio.


"Ya kalau selingkuhannya Siska itu beda cerita Ndah. Dia kan emang mantan pacarnya, menurut gue sih kakak itu sudah termasuk bego Ndah."


"Mantan pacar? Apa kamu tau kenapa mereka dulunya bisa putus?"


Rio berkata kalau dulu Siska meninggalkan kakaknya demi pergi bersama laki-laki yang lebih kaya darinya dan Siska juga adalah perempuan yang matre. Dia memang tidak melihat langsung tapi dia tahu dari teman-teman kakaknya yang sering melihat Siska sering jalan bersama om-om kan sering gonta-ganti laki-laki. Indah langsung berfikir apa om-om yang Rio maksud adalah ayahnya. Rio pun langsung meneruskan perkataannya, "Gue juga nggak percaya kalau dia itu beneran suka sama kakak gue."


"Kenapa?"


"Kalau emang dia beneran suka harusnya dari dulu dia mau di ajakin nikah sama kakak. Tapi apa? Kenyataannya dia nggak mau, yang ada dia itu manfaatkan kekayaan kakak gue doang." Ucap Rio lagi. Tak terasa mereka mengobrol sepanjang jalan sampai akhirnya mereka berhenti di rumah besar Rendi.


"Sudah sampai Ndah." Ucap Rio, memberhentikan mobilnya.


"Inikan rumah mas Rendi." Ucap Indah.


"Iya Ndah, emang lu nggak tinggal di sini? Apa kalian nggak tinggal bareng?" tanya Rio.


"Ah bukan Rio, tadinya aku mau pulang ke rumahku. Mamah tinggalnya kan di sana."

__ADS_1


__ADS_2