Menikah Di Atas Perjanjian

Menikah Di Atas Perjanjian
(Season 2) 7. Kalung


__ADS_3

Dia mengangguk dan mengangkat tubuhnya, tubuhku ikut terangkat di atas pahanya. Mas Rendi memegangi ke dua pipiku, "Sayang, berjanjilah untuk setia padaku. Aku akan kembali padamu, untukmu dan juga Bayu." Tuturnya, mataku mendelik. Ternyata dia tahu nama anak kita.


Dia bangun kemudian berdiri. "Mas kau kenapa bilang seperti itu? kamu tidak akan meninggalkan aku lagi kan?" Dia tidak menjawab ku, bahkan dia berlalu pergi.


Aku bangun dan mengejarnya, "Mas.... Mas Rendi, aku-aku mencintaimu Mas... Jangan tinggalkan aku...." Mataku tak kuasa untuk menanggis.


Aku mencoba meraih tubuhnya tapi susah sekali untuk ku gapai, dia hanya berjalan. Aku bahkan mengejarnya sambil berlari sekuat tenaga. "Mas..... Tolong jangan...."


"TINGGALKAN AKU!!!" Aku menjerit dan langsung bangun membelalakkan mata.


"Hah... Hah... Hah..." Nafasku terengah-engah. Ternyata semua hanya mimpi, mimpi buruk ku. Aku bahkan sering memimpikan ini berulang kali.


Aku mengelap keringat di dahi ku menggunakan telapak tangan dan menuangkan air minum pada gelas yang berada di meja, dekat kasur. Aku langsung meminumnya.


"Sampai kapan aku terus menunggu Mas, hatiku kesepian. Aku merindukanmu."


Aku menyenderkan punggungku di tepi kasur, tiba-tiba aku mengingat pria penculik itu. Ada apa? Kenapa dia mengaku suamiku? Dan suaranya, kenapa begitu tak asing. Apa mungkin dia beneran Mas Rendi? Tapi di lihat dari wajahnya saja sudah berbeda dan kalau benar dia Mas Rendi, kenapa dia tidak menemui ku?


"Ah mungkin pria itu hanya salah orang." Aku berbaring kembali seraya menarik selimut dan memejamkan mata.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Keesokan harinya di rumah Antoni, mereka berlima itu tengah sarapan bersama.


Ting... Tong.... Bunyi suara bel, pagi-pagi begini siapa yang hendak bertamu.


Vinno bangun dari duduknya, dan berjalan keluar untuk membuka pintu.


"Mas Vinno ini ada paket buat Nona Indah." Ucap Pak Udin satpam rumahnya sambil menyerahkan kotak kecil pada tangan Vinno.


"Oh iya Pak terima kasih." Ucapnya yang langsung berjalan lalu meneruskan makannya di meja makan.


"Indah ini ada paket buat lu." Vinno menaruh kotak itu di meja makan tepat depan Indah.


"Aku tidak pesan online Vinno." Dia memperhatikan kotak itu, terlihat seperti kotak perhiasan.


"Mungkin itu dari mertua kamu sayang." Ucap Sarah.


"Iya kali ya Mah." Indah langsung membukanya, ternyata benar di dalamnya adalah kalung emas putih dengan liontin nama bertuliskan 'Indah' dan satu berlian untuk mempermanis tampilan kalung.


"Bagus kalungnya Ndah... Lu pakai, cocok banget kayaknya," Ujar Vinno memuji.


"Sini Mamah pakaikan." Sarah mengambil kalung itu dari kotak dan memakainya pada leher Indah. Benar sekali, terlihat cantik.


Setelah mereka selesai sarapan Indah dan Vinno berjalan keluar, ingin berangkat ke kantor Mawan secara bersamaan. Baru juga ingin masuk ke mobil, Santi tiba-tiba datang dengan seseorang yang memakai pakaian baby sitter.


"Sayang....." Panggil Santi sambil melambaikan tangan.


Indah berjalan menghampirinya, "Omaaa......." Bayu yang baru keluar langsung berlari ke arah Santi, dengan cepat Santi mengendong cucu satu-satunya itu.


"Sayang kenalin ini baby sitter Bayu, dia dari yayasan dan sudah berpengalaman." Ucapnya mengenalkan pada Indah.


"Nama saya Susi Non." Ucapnya membungkuk, tapi tidak mengulurkan tangan karena dia merasa tak enak.


"Saya Indah." Indah tersenyum manis.


"Kamu hari ini mau mulai kerja sayang?" Indah mengangguk, pandangan Santi teralihkan oleh kalung yang Indah pakai.

__ADS_1


"Kalungnya cantik sekali. Cocok buat kamu. Kamu beli di mana?" Santi memegang kalung yang melingkari leher jenjang menantunya.


"Eh aku kira ini dari Mamah, soalnya kurir yang kirim."


"Bukan. Mamah nggak kirim tuh. Coba lihat ini asli atau tidak." Santi melihatnya dengan seksama.


"Asli kok sayang. Tapi kalau yang ngasihnya belum jelas siapa, mending nggak usah di pakai." Santi mencoba melepaskan dan memberikan kepada Indah.


"Simpan saja, nanti Mamah belikan yang sama persis seperti ini ya?" Indah menurut dan menaruh kalung itu kedalam tasnya.


Tiiittttt..... Tiittttt..... Tiiiitttt


Bunyi suara klakson mobil. Orang itu menurunkan kaca mobilnya dan menganggil. "Indah....."


Dia adalah Rio, sekarang Rio yang jadi CEO di perusahaan Rendi. Dan sikap Rio juga menjadi hangat pada Indah layaknya seperti dulu.


Indah berjalan menghampirinya, "Ada apa Rio?"


"Lu mau ke kantor Papah kan?" Indah mengangguk.


"Ya sudah bareng sama gue." Ajaknya.


"Aku mau bareng Vinno."


"Bareng gue aja, ada yang mau gue bicarakan sama lu juga. Mau ya?"


Karena merasa tak enak Indah jadi tidak bisa menolaknya, sebelum berangkat mereka berpamitan pada orang rumah dan Indah mencium pipi kanan dan kiri Bayu.


Ting..... Bunyi notifikasi pesan masuk, Indah baru saja masuk mobil dan duduk di kursi depan di samping Rio.


πŸ’¬


From: 0838xxxxxxx


Selamat pagi Indah, aku Steven. Jam makan siang bisa tidak kita makan bareng?


πŸ’¬


To: 0838xxxxxxxx


06:55 AM


Pagi Pak, bisa. Tapi di cafe dekat kantor Papah ku saja ya, soalnya aku sudah mulai kerja di sana.


πŸ’¬


From: 0838xxxxxxxx


06:56 AM


Nggak masalah, kita ketemu di sana.


****


"Indah...." Panggil Rio yang membuat Indah mengalihkan pandangannya dari layar ponsel.


"Iya..."

__ADS_1


Rio mengambil kotak kecil dalam saku jasnya, dan memberikan pada Indah. "Ini buat lu Ndah... Di terima ya."


"Apa ini?" Indah membukanya, dan ternyata isinya kalung. Emas putih dengan nama 'Indah cuma bedanya tidak ada berliannya.


Kok kalung lagi?


"Indah lu nggak suka?" tanya Rio sambil menyetir.


"Suka. Tapi kok kamu ngasih aku kalung, dalam rangka apa? Aku tidak sedang ulang tahun Rio?" wajah Indah terlihat binggung.


"Nggak, gue hanya mau kasih saja. Itung-itung.... Emmmm...." Rio seperti tengah memikirkan alasannya, "Pokoknya gue mau ngasih aja. Tapi jangan lu tolak ya, gue mohon..." Rio memasang wajah memelas supaya Indah menerima pemberian darinya.


"Iya aku terima. Terimakasih Rio." Indah mencoba membuka pengait kalung itu, dan Rio mendadak memberhentikan mobilnya.


Ckittt.....


"Biar gue bantu pakaikan." Ucap Rio yang tiba-tiba membantu mengalungkan kalung di leher Indah. "Cantik Ndah....." Pujinya, Indah hanya tersenyum.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Di kantor Rizky, sekarang Reymond alias Rendi adalah CEO baru di perusahaan Rizky, dan dia juga tinggal bersama Rizky. Karena Rizky juga tinggal sendiri dan belum punya pasangan.


Mereka berdua sedang menyelidiki keberadaan Siska yang selama tragedi penusukan Rendi dia langsung menghilang, dan memutuskan kontrak kerja dari pihak mana pun.


"Rey...." Sapa Rizky yang baru masuk, terlihat Rey yang sedang sibuk dengan laptopnya.


"Duh CEO baru gue, rajin amat ya..." Pujinya, merasa bangga. Rizky datang bersama dua calon sekretaris baru untuk Rey.


"Lu ngeledek." Sahutnya ketus, mata Rey mengarah pada Rizky dan melihat kedua calon sekretaris baru yang begitu tak asing di matanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


up 2x ya gays hari ini


...Jangan lupa like dan komentar😁...


__ADS_2