Menikah Di Atas Perjanjian

Menikah Di Atas Perjanjian
Episode 11. Mengakui sudah menikah


__ADS_3

"Iya Ndah kamu kemana aja kok baru ke sini?" tanya ibunya sambil memegang pundak anaknya.


"Aku ada urusan Mah. Terus sekarang keadaan Mamah gimana? Apa udah enakan?"


"Mamah baik, terus mereka siapa Ndah?" melihat kearah Rendi dan mertua Indah. namun indah diam, ucapan ibunya Indah dijawab oleh ibu Santi. "Bu saya Santi mertuanya Indah."


"Mertua? Indah maksudnya apa?" terlihat raut wajah ibunya Indah sangat kebingungan lalu Indah menjelaskan bahwa dia memang sudah menikah. "Tapi kok bisa Ndah? Maksud Mamah apa ini enggak terlalu cepat. Kenapa kamu enggak nunggu Mamah sembuh dulu dan bilang ke Mamah."


"Maaf Bu memang meraka menikah mendadak sekali, dan ini Rendi suami Indah Bu." Kata ibunya Rendi yang memperkenalkan anaknya.


Rendi tersenyum dan langsung mencium tangan mertuanya. Ibu Sarah sadar kalau Rendi ini yang semalam mencari indah iapun berkata pada Rendi. "Bukannya kamu yang semalam cariin Indah?" tanya ibu Sarah.


"Iya Bu, semalam Indah enggak pulang ke rumah, jadi aku mencarinya. Dan maaf juga gara-gara aku khawatir dan terlalu buru-buru jadi aku belum sempat berkenalan dengan Ibu." Jawab Rendi dengan sopan.


Mendengar jawaban yang keluar dari mulut Rendi membuat Indah merasa bingung kok bisa Rendi berkata sesopan itu kepada ibunya sedangkan sikap Rendi sangatlah buruk kepada dirinya.


"Iya nggak apa-apa Nak."


"Panggil Rendi aja Bu."


"Iya. Jadi kamu dan Indah ketemu di mana tadinya?" Tanyanya lagi.


"Eemm Mah.. Nanti aku ceritain semuanya ke Mamah setelah Mamah sembuh ya." Jawab Indah yang menyala pertanyaan ibunya.


"Iya sayang."


"Mah kayaknya kita enggak bisa lama deh, Mamah juga suruh banyak istirahat. Aku pulang dulu ya. Besok aku ke sini lagi." Ucap Indah.


"Iya Ndah, Rendi Mamah titip Indah ya." Ucap ibu Sarah ke Rendi.


"Iya Mah, Mamah cepat sembuh ya. Eh apa aku boleh panggil Mamah juga?" Kata Rendi sambil memegang tangan ibunya indah dengan lembut.


"Boleh kok." Jawab ibunya Indah.

__ADS_1


Ibu Indah berpikir kalau Rendi anak yang baik dan dia berharap semoga ada yang di bisa membahagiakan Indah.


Mereka bertiga pergi jalan keluar rumah sakit dan masuk ke mobil untuk pulang. Sebelum pulang ke rumah ibu Santi meminta Rendi untuk mampir dulu ke toko handphone untuk membelikan Indah handphone baru. Indah menolak karena dia merasa tidak enak dan ingin mencari handphone nya dulu tapi mertuanya memaksa.


Sok-sok'an nolak. Bilang aja kamu seneng Ndah dapat handphone gratis.


Gumam Rendi yang sedang menyetir sambil melihat Indah yang duduk di belakang dari kaca depan spion dalam mobilnya.


Setelah mereka membeli handphone. Mereka pulang ke rumah Rendi, tampaknya papah Rendi sudah ada di dalam rumahnya. Dia tengah duduk di sofa ruang tamu.


"Pah... Papah kapan sampai." Ucap ibu Santi yang datang memeluk suaminya yang sudah ada di rumah.


"Papah baru aja sampai kok, kalian habis dari mana?" Tanya suaminya.


"Kita tadi pergi sebentar Pah.. Papah apa kabar?" ucap Rendi.


"Papah baik."


"Oh iya Pah, ini Menantu kita namanya..." Ucapan istrinya terpotong oleh suaminya yang mengucap. "Indah..." Ucapnya dengan lantang.


"Papah..." Jawab Indah menyusul.


Lalu ayahnya Rendi memeluk Indah dan berkata. "Indah sayang kamu apa kabar? Papah kangen sama kamu.


Indah langsung melepaskan pelukannya, ternyata ayahnya Rendi adalah ayahnya. Yang selama ini pergi meninggalkan dia dan ibunya. Rendi dan ibunya terkejut melihat sikap mereka berdua.


"Eehh Papah kok sudah tau namanya, Mamah kan belum kasih tau." Tanya Ibu Santi.


"Jadi maksudnya dia Papahnya Mas Rendi Mah?" tanya Indah.


"Iya Indah, dia papah mertua kamu."


Indah tidak percaya bagaimana bisa ayahnya menikah dengan ibunya Rendi. Dia berfikir apakah sebelum ayahnya menikah dengan ibunya, ayahnya lebih dulu menikah dengan ibunya Rendi dan mungikn hubungan Indah dan Rendi menjadi saudara.

__ADS_1


"Kalian berdua kenapa? Apa kalian sempat kenal sebelumnya?" tanya ibu Santi yang penasaran melihat sikap suaminya dan Indah.


"Enggak Mah, aku enggak kenal." Sahut Indah sambil mengenakan kepala dan berusaha untuk tidak menatap mata ayahnya.


"Indah bagaimana bisa kamu enggak kenal sama..." Ucap ayahnya yang terpotong oleh Rendi. "Sebenernya ada apa sih." Rendi yang ke binggungan. Di situasi yang seperti ini Indah memutuskan pergi keluar rumahnya Rendi sebentar untuk menenangkan hati dan mencerna semua kejadian yang telah terjadi.


Pak Hermawan menceritakan tentang hubungannya dengan Indah kepada istri dan anak sambungnya itu.


Sementara itu Indah duduk di taman dengan angin yang sepoi-sepoi di malam itu.


Lalu ibu Rendi keluar rumah menghampiri Indah dan berkata. "Indah... Mamah tau kamu pasti ada di situasi binggung sekarang. Papah udah cerita semuanya ke Mamah dan Rendi." Ucap ibu Santi.


"Semuanya? Tentang aku dan ibuku juga Mah." Tanya Indah.


"Iya semuanya Ndah, dan tentang perselingkuhan papah dengan wanita lain dia sudah cerita semuanya." Ibu Santi menjelaskan kepada Indah kalau dia tidak perlu khawatir tentang hubungan dia dengan Rendi karena ibu Santi dan ayahnya belum lama menikah. Rendi dan Rio tidak ada hubungan darah dengan Indah. Mendengar penjelasannya Indah menjadi lega atas apa yang terjadi barusan.


Padahal ayahnya lah orang satu-satunya yang tidak ingin Indah lihat tapi dengan kenyataan yang ada Indah harus bisa menerima kalau sekarang ayahnya menjadi mertuanya.


"Iya Mamah ngerti ini pasti sulit buat kamu nerima, apalagi dengan perlakuan papah dulu ke kamu dan ibumu. Tapi Mamah mohon sama kamu, jangan gara-gara ini kamu dan Rendi berpisah." Ucap mertuanya dengan memohon sambil memegang tangan indah yang dingin. "Mah, Mamah tenang aja aku enggak bakal lakuin itu kok." Sahut Indah.


Setelah Indah sudah cukup tenang mertuanya mengajak Indah masuk ke dalam dan pura-pura tidak melihat ayahnya yang sedang duduk di sofa ruang tengah.


Lalu ayahnya berkata. "Indah Papah mau bicara sebentar sama kamu." Indah tidak memperdulikan perkataan ayahnya, dia pergi ke kamar Rendi.


"Mas apa aku boleh masuk." Tanya Indah dari luar kamar Rendi.


"Masuklah." Jawab Rendi, lalu Indah masuk ke kamar.


"Mas aku numpang mandi ya."


"Tinggal mandi sih enggak usah ngomong numpang, Pakaianmu ada di lemari kecil itu. Jadi kamu enggak usah binggung kalau lagi ada di sini." Sambil menunjuk lemari kecil di samping lemari besar milik Rendi.


"Iya Mas." Indah mengambil pakaian dan mandi.

__ADS_1


__ADS_2