
Indah tadinya berniat untuk meminta uang gaji di restoran namun dia tidak enak karena Indah baru beberapa minggu kerja. Dia langsung menatap kearah ponselnya yang berada di meja dekat kasur lalu mengambilnya.
"Apa aku jual ponsel ini?" tanyanya pada diri sendiri, sambil memperhatikan ponselnya.
Soalnya kalau aku jual ponsel lama aku pasti lakunya nggak seberapa. Lagian kalau ponsel ini di jual aku bisa memakai ponselku yang lama.
Gumamnya mendapatkan ide.
🌼🌼🌼
Keesokan harinya di restoran Indah hendak mengantar pesanan seseorang yang sedang duduk menunggu. Namun orang itu ternyata Siska.
"Ini pesanannya Mbak." Ucap Indah yang bersikap profesional lalu dia menaruh pesanannya di atas meja.
Siska menatap Indah dan berkata. "Bisa-bisanya cuma gara-gara cewek kaya gini Tante Santi sampai tega menamparku."
Indah langsung merasa kalau Siska sedang menyindir dirinya, dia pun menjawab. "Apa maksudmu?" tanya Indah.
Siska langsung berdiri. "Kamu pasti ngadu kan sama ibunya Rendi? Dan kenapa juga kamu menggangu hubunganku sama Rendi." Ucap Siska marah.
"Apa nggak kebalik? Hei Siska jangan pikir aku nggak tau siapa kamu!" Tunjuk Indah. "Perempuan murahan! Sudah cukup kamu dulu merusak rumah tangan orang tuaku. Sekarang jangan harap kamu bisa merusak rumah tanggaku juga!" Siska menepis tangan Indah yang menunjuk dirinya,
"Hei jaga ya ucapan mu. Orang tuamu saja aku nggak tau. Kapan aku merusaknya?" tanya Siska sambil melotot.
"Ayahku bernama Hermawan. Jangan bilang kamu nggak kenal dengannya," Ucap Indah.
"Oh laki-laki tua itu." Jawab Siska sambil menyilangkan kedua tangannya, "Salah dia sendiri kenapa bisa meninggalkan istrinya demi aku."
"Iya emang itu salah ayahku. Tapi kamu juga salah. Kenapa kamu merayu laki-laki yang sudah beristri." Tegas Indah yang makin memanas.
"Aku salah? Hahaha." Siska menunjuk dirinya dan tertawa. "Aku kan cantik jadi terserah aku dong. Dan suatu hari nanti aku juga akan merusak rumah tanggamu tenang saja." Ucapnya santai.
__ADS_1
"Dasar jalang." Ucap Indah dan mengangkat tangannya dan menampar pipi sebelah kanannya Siska 'PLAKK' alhasil pipinya menjadi lebam.
Siska langsung memegang pipinya dan berkata. "Kurang ajar kamu ya anak kecil. Aku akan beri perhitungan sama kamu." Dia mencoba menampar balik Indah, dan dia sudah mengangkat tangannya namun tidak jadi karena dia melihat ada CCTV di bagian pojok restoran yang mengarah pada dirinya dan Indah.
Lalu dia langsung berteriak. "Aw... Sakit sekali." Pekiknya dengan lantang sehingga orang-orang di sekelilingnya menenggok dan melihatnya. "Di mana manager restoran ini. Di sini ada pelayan restoran yang kasar." Ucapnya sambil pura-pura menganggis.
Lalu ada pelayan lain berjalan dan memberi tahu managernya. Lalu tak lama pak Deni datang dan menghampiri mereka berdua. Terlihat Siska masih nanggis sambil memegang pipinya. "Ada apa Mbak?" tanya pak Deni
"Apa Bapak manager di sini?" tanya Siska. Pak Deni pun mengangguk. "Pak lihat karyawan Bapak yang satu ini, saya cuma ingin menukar pesanan dia langsung menampar saya." Ucap Siska sambil menunjuk ke arah Indah. Indah yang tidak terima dia langsung berkata.
"Apa-apaan kamu Siska.... Pak ini semua nggak benar Pak." Ucap Indah ke pak Deni.
Siska melanjutkan. "Kalau Bapak nggak percaya. Bapak bisa lihat rekaman CCTV di atas." Ucap Siska sambil menunjuk kearah CCTV.
"Indah kamu ikut saya ke kantor." Tegas pak Deni.
Lalu Indah dan Siska pergi ke kantor pak Deni. Mereka duduk bersebelahan, sedangkan pak Deni melihat tayangan CCTV yang barusan terjadi.
"Dia ini perempuan... " Ucap Indah yang lalu terpotong.
"Saya ini seorang model Pak. Dan saya sudah jelaskan kalau tadi saya meminta untuk menukar pesanan. Tapi si pelayan ini nggak mau, jadi dia berani menampar saya." Ucap Siska meneruskan.
"Apa benar itu Indah?" tanya Pak Deni yang sudah menuduh Indah.
"Pak dia bohong, sebenarnya nggak kaya gitu. Dia ini selingkuhan suamiku, dan tadi dia yang bersikap kurang ajar duluan." Ucap Indah membela diri.
"Jangan sembarangan ya kamu kalau ngomong." Ucap Siska bangun dan menunjuk ke arah wajah Indah. "Lagian aku nggak mengenal suamimu."
"Menurut saya lebih baik Bapak pecat dia. Kalau tidak saya bisa laporkan restoran ini ke kantor polisi. Dengan memperkerjakan orang kasar seperti dia." Ancam Siska lalu dia keluar dan pergi dari restoran.
"Pak jangan percaya sama perempuan itu. Dia bohong Pak." Ucap Indah memohon. Namun sepertinya pak Deni tidak mempercayainya.
__ADS_1
"Tapi kamu nggak ada buktinya Ndah. Dan tadi juga dia bilang nggak mengenal suamimu. Itu sama saja kamu memfitnah dia."
"Tapi Pak."
"Maaf Ndah saya harus pecat kamu hari ini juga." ucap pak Deni.
Indah bangun dari duduknya, "Bapak nggak bisa pecat aku gitu aja. Aku harus ketemu dulu sama tante Nissa Pak."
"Ibu Nissa sedang keluar kota. Lagian saya ini manager di sini, dan saya juga berhak memecat pegawai. Nanti saya akan kirimkan uang gaji kamu dan sekarang kamu pergi dari sini!" ucap manager mengusir Indah.
Indah pun diam dia berjalan ke arah loker untuk mengambil tasnya dan berjalan keluar restoran.
Ah dasar brengsek. Gara-gara si jalang itu aku jadi di pecat. Awas kamu Siska aku bakal bongkar semua siapa kamu sebenarnya.
Gerutu Indah sambil melangkah menyelusuri jalan namun perutnya mulai keroncongan karena tadi pas jam istirahat dia belum sempat makan dan keburu di pecat.
Dia pergi ke warung nasi untuk mengisi kekosongan di perutnya, setelah selesai dia berjalan dan duduk di dekat pepohonan sambil berteduh karena terik matahari yang sangat panas. dia melihat jam di tangannya yang menunjukan pukul 13.00.
Aku harus pulang apa gimana ini.
Gumam Indah lalu dia mengambil ponselnya dari dalam tas dan mencoba menelepon tante Nissa. Namun tidak di angkat-angkat.
Tante Nissa mungkin sekarang lagi sibuk.
Batin Indah.
Indah lalu memandang ke seberang jalan yang mengarah sebuah toko hp yang cukup besar dia pun mengingat kalau dirinya akan menjual hp.
Dia langsung bangun dan menyebrang jalan. Namun ketika Indah menyebrang jalan dia menjatuhkan hpnya, lalu dia ingin balik lagi mengambil hpnya dan dia tidak sadar kalau ada sebuah mobil hitam yang melintas ke arahnya dengan sangat kencang dan langsung menabraknya,
BRAAKKK
__ADS_1