Menikah Di Atas Perjanjian

Menikah Di Atas Perjanjian
Episode 35. Penyelidikan I


__ADS_3

Rendi membuka pintu mobil lalu masuk. "Oke sekarang kau ke restoran tempat istriku bekerja. Kau lihat kembali rekaman CCTV dan selidiki, nanti aku chat alamat restorannya." Ucap Rendi kemudian menyalakan mesin mobilnya dan mengendarai mobil.


Di tengah perjalanan Rendi menelepon Dion untuk membeli ponsel baru.


Sampainya Rendi di rumahnya, dia bertanya kepada satpam yang sedang membuka gerbang untuk mobilnya masuk. "Apa Indah ada di dalam?" tanya Rendi menurunkan kaca mobil.


"Tidak ada Pak, hanya ada mertua Bapak di dalam." Jawabnya sambil menutup gerbang.


Terus Indah kemana?


Rendi langsung mengambil ponselnya dan menelepon pembantu di rumah Indah.


"Hallo bi, apa Indah ada di sana?" tanyanya sambil menempelkan ponsel ke telinga sebelah kiri.


"Iya pak, non Indah lagi istirahat di dalam kamar." Mendengar jawaban dari bi Mia Rendi langsung menutup teleponnya.


"Hasan buka lagi gerbangnya," ucap Rendi menyuruh satpam dan satpam itu pun kembali membuka gerbang, Rendi memutar balik dan mengendarai mobilnya.


Tak lama Rendi sudah pergi Sarah membuka pintu dan berjalan menghampiri satpam yang sedang menutup gerbang. "Pak tadi perasaan ada suara mobil, saya kira Rendi."


"Iya Bu, tadi memang pak Rendi." Sahut Hasan.


Tapi kok kenapa dia pergi lagi? Dan Indah? Apa mereka ada masalah.


Gumamnya dan masuk kembali ke dalam rumah.


Sarah berjalan ke kamarnya dan mengambil ponsel lama Indah yang sudah di serahkan Indah untuknya, dia mencari kontak yang bertuliskan nama Rendi. Dan akhirnya ketemu lalu menelepon.


***


Rendi sudah sampai di rumah Indah dan langsung masuk ke dalam. Terlihat Mia pembantunya sedang mengelap piring habis dia cuci, Rendi naik tangga dan menemukan 2 kamar yang bersebelahan. Namun salah satu kamar itu ada pintu yang terbuka, Rendi berjalan dan masuk ke kamar itu. Dia melihat Indah yang tidur di kasur dengan posisi badan tengkurap.


Udah kaya kura-kura aja nih anak tidurnya


Rendi membenarkan tubuh Indah supaya dia tidur dengan posisi terlentang, namun saat itu pula Indah terbangun dan terkejut melihat Rendi yang sedang memegang lengan dengan wajah yang saling berhadapan, "Kamu mau ngapain Mas?" tanyanya membuka mata dengan nada sedikit teriak, dia meraih selimut dan menutupi tubuhnya,

__ADS_1


"Apaan sih kamu, aku cuma benerin posisi tidurmu. Nggak baik tidur sambil tengkurap nanti sesak nafas." Sahutnya dengan nada santai.


Indah bangun dan duduk di tepi kasur. "Kamu ngapain ada di sini?"


Rendi duduk di kursi dekat meja di samping tempat tidur Indah. "Memangnya aku nggak boleh ke sini? Ini kan rumah aku yang beli. Kamu juga kenapa main pulang saja dari kantor polisi, mana nggak ngomong dulu sama aku." Kata Rendi sambil membuka jas dan menaruhnya di pinggir kursi.


"Mendadak kepalaku sakit, dan aku juga nggak mau menganggu orang yang sedang pacaran."


"Siapa yang pacaran? Aku dan Siska sudah putus."


"Halah sudah deh Mas, nggak usah bohong." Jawabnya tidak percaya dengan nada marah.


Tiba-tiba suara ponsel Rendi berbunyi dan Rendi langsung mengambilnya di saku jas, "Inikan nomor kamu yang dulu." Ucap Rendi dan memperlihatkan ponselnya kepada Indah.


'Itu pasti mamahku yang menelepon," Sahut Indah kemudian Rendi mengangkatnya, "Hallo iya mah."


"Ren kata satpam kamu tadi pulang, tapi kok balik lagi. Kenapa?"


"Oh tadi ada yang kelupaan mah." Jawabnya berbohong.


"Indah ada di sampingku mah." Kemudian Rendi langsung memberikan ponselnya ke Indah dan berkata. "Nih ngomong."


Indah mengambilnya, "Hallo mah, ini Indah." Ucapnya, "Sayang kamu di mana sekarang? Kok belum sampai rumah dari tadi."


"Aku ada di rumah kita mah, dan kayaknya malam ini aku mau tidur di sini mah."


"Lho kenapa?"


"Nggak papa mah, tapi besok aku pulang ke rumah mas Rendi kok."


"Kalian lagi ada masalah?" tanya ibunya yang merasa curiga.


"Nggak mah, mamah nggak usah khawatir. Mamah baik-baik ya di sana aku mau mandi dulu ya." Kemudian ibunya menutup telepon dan Indah juga memberikan ponsel itu ke Rendi.


"Kamu nggak mau pulang ke rumahku? Bukannya aku sudah bilang mulai hari ini, kamu dan mamah tinggal bareng denganku." Indah berdiri dan melangkah. "Aku nggak yakin juga sama omongan kamu Mas, nanti bisa-bisa besoknya kamu usir aku." Indah melangkah dan membuka pintu kamar mandi. "Aku mau mandi dulu." Indah masuk dan kemudian mandi.

__ADS_1


Indah... Indah, aku kan ngomong itu serius. Kenapa dia tidak percaya, ya sudah lebih baik aku malam ini menginap di sini. Supaya mamah Sarah juga nggak curiga.


Rendi melihat ponsel yang tergeletak di atas meja di samping laptop milik Indah dia langsung raihnya.


Apa ini ponsel barunya Indah?


Dia mencari-cari panggilan masuk, namun hanya nama 'Mamah Santi' dan di kontak handphone itu juga cuma ada nomor ibunya dan ayahnya.


Pasti mamah yang belikan, aku keduluan mamah lagi.


Ponsel Rendi kembali berbunyi, Dion menelepon dan berkata. "Pak saya sudah beli ponsel keluaran terbaru, apa mau di antar sekarang?"


"Kamu antar ke rumah Indah. Oya dan satu lagi, kamu belikan saya baju dan celana baru untuk saya dan langsung bawa kemari."


"Baik Pak." Rendi menutup telepon dan dia beranjak turun tangga untuk ke meja makan.


***


Sebelumnya


Pengacara pribadi Rendi yang bernama Harun Halwan pria tampan berusia 30 tahun ini datang ke restoran Lestari dengan mengenakan stelan jas biru dan membawa tas yang berisi laptop. Harun menghampiri seorang pelayan wanita yang sedang membereskan piring dan gelas sisa pengunjung. "Permisi, apa saya bisa bertemu dengan manager di sini?" tanya Harun.


Tiba-tiba ada seorang wanita berkata dari belakang. "Bapak siapa ya?" tanya Nissa pemilik restoran yang baru saja datang, Harun langsung menoleh dan berkata. "Saya Harun Halwan pengacara dari nona Indah." Menjulurkan tangannya,


"Saya Nissa, pemilik restoran. Ada keperluan apa ya Pak?" berjabat tangan.


"Beberapa hari yang lalu nona Indah menampar seorang wanita, karena wanita itu tidak terima. Jadi, dia melaporkan nona Indah ke kantor polisi. Apa saya bisa lihat kembali rekaman CCTV di sini?" tanyanya, Nissa langsung mengajak Harun ke ruang CCTV di restorannya.


Dia sendiri juga sudah tahu dari Nella kalau Indah sudah di pecat oleh Deni karena kejadian itu.


Nissa membuka laptop dan menyambungkan aerphone supaya terdengar jelas pembicaraan antara Indah dan Siska. Harun memasang aerphone itu ke atas kepala dan telinganya, namun nihil. Suaranya tetap tidak jelas tapi dia melihat ada 2 orang pelayan laki-laki yang berada di sekitar mereka yang sedang beradu mulut, itu menjadi poin penting kalau pelayan itu mendengar ucapan Indah dan Siska.


"Bu, apa Ibu Nissa mengenali pelayan ini?" tunjuk Harun ke layar laptop. Nissa memperhatikan wajah 2 karyawan itu dengan seksama, setelah itu dia menelepon Deni untuk memanggil beberapa nama karyawan laki-laki yang Nissa yakini adalah 2 orang di rekaman itu.


...💜Jangan Lupa Like💜...

__ADS_1


__ADS_2