
Jadi ... Pak Rio suka sama Indah? Kenapa tiba-tiba rasanya sakit sekali.
Batin Wulan.
Dia, Clara dan Wahyu sang ayah ikut melihat kejadian didepan mata. Tapi sama halnya dengan orang lain, mereka hanya menjadi penonton saja.
"Rio berbohong Ren! Dia yang mengusulkan ide untuk melenyapkanmu. Awalnya aku tidak mau ... tapi dia terus memaksaku!" serbu Andra.
Tangan Reymond sudah mengepal, dengan cepat ia menonjok wajah Rio.
Buggghhh........
"Auw!"
Tubuh Rio langsung terhentak, namun dia tidak sampai jatuh.
"Brengs*k! Jadi kau juga ikut-ikutan. Hah?!" pekik Reymond.
"Tidak Kak! Kakak jangan percaya dengan omongan Om Andra!" bantah Rio.
Rio melihat kearah Andra. "Om ... aku benar-benar kecewa padamu karena telah menyakiti Kak Rendi! Tapi kenapa sekarang kau menuduhku?! Kapan aku berkata seperti itu?" tanya Rio kesal.
"Kapan?! Apa kau benar-benar lupa? Kau pernah meneleponku dan bicara padaku tentang itu!" jawab Andra.
Rio melihat kearah Reymond yang sudah sangat emosi, sepertinya dia kemakan ucapan dari Andra.
"Tidak, Kak. Jangan percaya Om Andra! Dia berbohong!" bantah Rio.
"Apa Om punya buktinya kalau Rio pernah mengatakan hal itu?" tanya Reymond.
"Aku memang tidak punya bukti, tapi Rio menyimpan ponselmu dulu. Ponsel saat kau kecelakaan! Karena saat itu dia juga ada disana," sahut Andra.
Deg.....
Rio segera meremas kerah kemeja Andra. "Om hentikan! Kenapa Om terus memfitnahku?! Aku tidak tau apa-apa!"
Andra hanya tersenyum menyeringai padanya. "Rendi ... bukannya kamu tau hubunganmu dengan Rio tidak pernah baik. Justru akulah yang menyayangimu! Aku memang salah telah menyuruh Anton dan Siska untuk menghabisimu! Tapi Rio telah memaksa untuk merencanakan ini semua," jelas Andra.
"Tidak, Ren ... kau jangan percaya dengan Andra!" pekik Mawan yang tiba-tiba berjalan menghampiri Reymond sambil mengusap-usap bahunya, ia mencoba untuk membela Rio.
"Iya, Kak. Kau jangan percaya dengan omongan Om Andra. Saat itu memang aku menemukan ponselmu, tapi tidak sengaja. Kakak bisa tanya sama Dimas. Saat itu aku bersamanya." Rio segera menghampiri Dimas yang tengah berdiri menjadi penonton.
__ADS_1
"Dimas. katakan," pinta Rio.
Reymond menatap wajah Dimas. "Benar Kak Rendi, seminggu setelah kejadian Kakak hilang. Kita menemukan ponsel Kakak tergeletak pinggir jalan Xxx dalam keadaan mati," tutur Dimas.
Reymond mengingat-ngingat lokasi pada saat ia memberhentikan mobilnya yang kempes. Memang benar lokasinya disana.
"Iya, memang benar. Tapi penyebab mobil Rendi kempes adalah Rio! Dia -"
Mawan segera meremas mulut Andra yang terus saja mengoceh dengan salah satu tangannya, supaya tidak terus menyudutkan Rio.
"Rendi, masalah ponsel Papah tau segalanya, Rio juga pernah cerita pada Papah. Dia menemukan ponsel itu, kamu jangan percaya dengan Andra. Dia sudah berulang kali membohongimu," ucap Mawan.
"Lalu kenapa Rio menyimpannya? Kenapa tidak menyerahkan pada polisi?" tanya Reymond, dia masih tidak percaya.
"Sudah. Kita sudah menyerahkan pada polisi, tapi setelah beberapa tahun ... pencarian tentang kamu dihentikan ... lalu Polisi mengembalikannya lagi pada Rio," sahut Mawan.
Apa Papah sengaja membela Rio supaya aku tidak memenjarakannya?
Batin Reymond dirundung dilema.
"Tapi kenapa saat itu Papah dan Rio sekongkol untuk memaksa Indah setuju menikah? Apa Papah sengaja menutupi kebusukan Rio?" kini Reymond malah menuduh Mawan.
"Apa yang kau katakan? Papah mengaku Papah salah. Tapi saat itu yang kita lakukan karena kita melihatmu orang lain. Jika Papah tau kau masih hidup, Papah tidak mungkin melakukan hal itu, Ren," jelas Mawan.
Santi langsung mengejarnya dan memeluk tubuh Reymond.
"Reymond. Jangan ... jangan lakukan hal itu. Disini sudah terbukti Andra yang bersalah. Kamu bisa tidak percaya dengan omongan Papah dan Rio. Tapi Mamah yakin ... Kamu pasti percaya dengan ucapan Mamah," ucap Santi, lagi-lagi ada yang membela Rio.
Tadi Papah sekarang Mamah, kenapa mereka membela Rio?!
Batin Reymond.
"Apa Mamah yakin Rio tidak bersalah?" tanya Reymond.
"Iya, Mamah yakin ... Rio tidak mungkin sejahat itu padamu, Ren. Kalaupun dia memang bersalah, semuanya akan terungkap. Mamah sendiri yang akan menyeret Rio ke kantor polisi. Tapi sekarang sudah jelas Andra yang bersalah, kamu bawa dia ke kantor polisi sekarang juga!" perintah Santi.
Semoga saja benar. Rio tidak ikut bersalah, aku akan dengar ucapan Mamah. Karena ucapnya tidak pernah salah.
Batin Reymond.
Reymond melepaskan pelukannya dan melihat kearah Rio.
__ADS_1
"Aku minta padamu, jangan pernah coba-coba merebut Indah dariku! Kita pernah membuat surat perjanjian tentang Indah, tapi jika sekali lagi kau mencoba merebutnya lagi dariku! Aku bisa menyeretmu ke penjara!" ancam Reymond.
"Iya Kak. Aku sekarang sudah menikah. Aku akan coba melupakan Indah," jawab Rio.
Reymond berbalik badan, mengarah pada anak buahnya.
"Bawa Om Andra dan Anton. Masukkan kedalam mobil, kita langsung bawa ke kantor polisi!" perintah Reymond.
"Baik, Pak," sahut mereka.
Ali dan Aldi mengangkat tubuh Anton untuk masuk kedalam mobil. Sedangkan Andra masih saja berontak.
"Rendi! Jangan lakukan ini pada Om ... Apa sedikit saja kau tidak merasa kasihan padaku?" tanyanya sambil memelas.
"Rendi masih kasihan padamu bodoh! Kalau dia tidak kasihan! Kau bisa saja langsung di bunuh!" balas Mawan seraya menarik paksa lengan Andra untuk masuk kedalam mobil bersama dirinya.
Kedua bodyguard itu juga ikut masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya dibelakang mobil Ali, yang membawa Anton.
Irene yang melihat kejadian itu hanya terdiam. Entah dia harus senang atau tidak, tapi sekarang bagaimana nasib bayi dan dirinya? Hanya hal itu yang ada dalam benaknya sekarang.
"Mamah. Maafkan Papah karena sudah membuat Mamah malu ... aku tak menyangka Papah bisa sejahat itu pada Kak Rendi," ucap Riana seraya memegang lengan Irene.
Reymond menghampiri Indah yang sedang berdiri sambil mengendong Bayu, ia memeluk tubuhnya.
"Sayang, aku ke kantor polisi dulu, ya?"
"Iya, Mas. Kau hati-hati. Ikhlaskan apa yang sudah terjadi. Aku yakin ... Om Andra akan di berikan hukuman setimpal dengan perbuatannya," jawab Indah.
Reymond mengecup kening Indah dan Bayu. Setelah itu ia menghampiri Dion dan Melly.
"Dion. Apa kau masih punya bukti rekaman tentang Om Andra yang pernah memperkosa Melly? Sekalian saja kita buat laporan, supaya dia dihukum lebih berat," ucap Reymond.
Apa? Jadi Mas Andra juga pernah memperkosa Melly? Berarti itu terjadi sebelum dia memperkosaku? Tapi kenapa Melly tidak hamil? Tapi aku bisa hamil?
Batin Irene.
"Ada Pak. Berarti aku dan Melly ikut juga ke kantor polisi?" tanya Dion.
"Iya." Reymond menunjuk beberapa orang disana.
"Dion, Melly, Rizky, Harun dan Hersa. Kalian ikut semua bersamaku ke kantor polisi!" perintah Reymond.
__ADS_1
^^^Kata: 1029^^^
Maaf ya, Author baru bisa up jam segini. Tanganku sakit habis di vaksin soalnya 😢. Kalau sanggup aku up lagi, kalau nggak besok lagi ya..... jangan lupa tinggalkan jejak like ❤️