Menikah Di Atas Perjanjian

Menikah Di Atas Perjanjian
(Season 2) 4. Tidak mungkin


__ADS_3

"Halo Mah?"


"Iya sayang. Bagaimana? Apa Bayu sudah ketemu?" tanya Mamah. Aku mendengar bisingan suara kendaraan di telepon. Mungkin Mamah sedang mencari Bayu di jalan.


"Belum Mah ini aku masih mencarinya,"


"Kamu tenang ya sayang. Mamah akan suruh orang untuk cari Bayu."


"Iya Mah." Aku langsung menutup telepon.


Aku mengambil kartu namaku dan foto Bayu di dompet dan memberikan pada petugas itu. "Bu saya ingin mencarinya lagi. Kalau ada yang mengantarkan anak yang sama persis seperti di foto, Ibu bisa telepon saya."


"Baik Mbak."


Aku langsung berlari kecil ke tempat aneka snack, di mana tempat yang pertama kali Bayu berlari. Tapi di sana tidak ada, aku celingak-celinguk seperti orang bodoh. Tapi tidak melihat Bayu, sayang kamu dimana? Jangan bikin Bunda cemas.


Aku bertanya pada ibu-ibu yang tengah berbelanja dengan anaknya.


"Bu maaf, apa ibu lihat anak saya. Dia berusia dua tahun setengah. Kulitnya putih memakai kaos putih dan celana pendek." Tutur ku menjelaskan.


"Tidak Mbak, saya tidak melihat anak Mbak." Sahutnya yang berlalu pergi.


Keringat di dahi ku sudah bercucuran, aku langsung berlari ke tempat aneka coklat, permen, susu dan mainan, tapi tidak menemukannya, apa benar dia di culik?


Aku mengusap keringat di dahi ku, dan tiba-tiba aku mendengar rintihan anak yang sedang menangis.


"Heeee... Heeee..." Mataku membulat. Suaranya seperti anakku.


Aku langsung berjalan menuju suara itu, dan ternyata benar aku melihat anakku tengah menanggis dan di gendong oleh seorang pria asing.


"Bayu... Bayu..." Aku memanggil anakku, pria itu berjalan sangat cepat, aku bahkan berlari mengejar.


"Pak tolong berhenti! Jangan bawa anak saya pergi!" Aku berteriak dengan kencang. Tapi pria itu diam saja. Apa orang itu tuli?


Supermarket menjadi sangat ramai dan sempit, aku berhimpitan dengan beberapa pengunjung dan akhirnya aku kehilangan jejak anakku. Ah sial! Aku sudah lari ngos-ngosan tapi pria asing berjalan sangat cepat.


"Nona Indah, apa Dek Bayu sudah ketemu?" Aku menoleh kearah orang yang bertanya, sepertinya dia orang suruhan Mamah.


"Tidak. Kau kan lihat aku tidak bersamanya, cepat bantu aku mencarinya!" Aku mendengkus kesal. Kedua pria itu mengangguk dan langsung berlari terpencar.


Aku benar-benar teledor, bisa-bisanya Bayu pergi tanpa sepengetahuan ku, ibu macam apa aku ini.


"Hahaha... Om ucu." Mataku kembali mendelik, aku langsung berbalik badan. Dan pria yang aku cari ada di depan mataku, aku melihat punggungnya dan dia mengendong Bayu di dadanya.


"Hei penculik kembalikan anakku!" Aku berkata dengan nada tinggi seraya mengambil Bayu dari tangannya, tapi tiba-tiba dia memelukku dan juga Bayu.


"Sayang.... Akhirnya kita bertemu. Aku-aku rindu padamu." Mataku mendelik, dan langsung melepaskan pelukan pria asing ini, lalu mundur satu langkah.


"Apa maksudmu? Aku bahkan tidak mengenalmu." Sahutku menatap heran padanya.


Pria itu kembali mendekat dan memeluk tubuhku yang masih mengendong Bayu. "Sayang, wajahku mungkin berbeda, tapi aku orang yang sama, aku suamimu..." Apa maksud pria ini? Apa mungkin dia salah orang?


Tiba-tiba kedua pria kekar suruhan Mamah langsung memegangi kedua lengan pria asing ini, "Nona Indah dia mau di bawa kemana?"


"Kantor polisi." Tutur ku yang langsung berjalan sambil mengendong Bayu, aku langsung menciumi kedua pipinya.

__ADS_1


"Kenapa aku di bawa ke kantor polisi? Sayang aku mohon percaya padaku, biarkan aku bicara berdua denganmu...." Bisa-bisanya dia mengaku-ngaku suami ku, dasar pria aneh.


Aku berjalan keluar dan Mamah langsung menghampiriku, memeluk kita berdua.


"Alhamdulilah.... Bayu kamu tidak apa-apa kan sayang?" Mamah langsung menggendong Bayu dari tanganku.


"Idak Omaa..."


"Sayang pria ini siapa?" tunjuk Mamah kepada si penculik.


"Dia penculiknya Mah." Sahutku ketus.


Mamah langsung melayangkan tamparan mautnya kepada sang penculik itu.


Plaakkkkk....


"Kurang ajar kamu. Berani sekali menculik cucuku!" Dia menunjuk-nunjuk wajah sang penculik.


Penculik itu malah tersenyum dan dia memandangiku? Aku benar-benar heran padanya, pipinya sudah merah bekas tamparan Mamah tapi dia tidak merasa kesakitan. Aneh?! Bukannya takut. Setidaknya merasa malu gitu karena sudah tertangkap. Tapi kok aku merasa kasihan padanya, tapi kenapa?


"Bawa dia ke kantor polisi!" Perintah Mamah yang langsung di anggukan oleh kedua anak buahnya.


"Tapi aku bukan penculik. Aku......."


"Diam kau." Mamah menyela ucapannya, kenapa suara pria ini sangat familiar. Padahal aku baru bertemu dengannya.


Kedua pria itu membawanya masuk ke dalam mobil dan berlalu pergi. "Sayang, kamu pulang saja dulu sama Bayu. Mamah akan urus si penculik ini."


Mamah memberikan Bayu lagi padaku, tapi dia mencium keningnya dulu. "Iya Mah. Mamah hati-hati ya." Tutur ku yang langsung masuk ke dalam mobil.


"Adi Bayu mau es klim agi Bunda," wajah Bayu begitu memelas.


"Kalau mau es krim lagi, harusnya kamu ngomong dulu sama Bunda sayang. Kamu jangan pergi gitu aja, Bunda sama Oma khawatir." Aku berkata dengan nada selembut mungkin.


Bayu melihat ke arahku, "Bayu uda omong cama Bunda, api Bunda cama Oma agi angis." Aku langsung memeluk tubuh kecilnya, begitu hangat seperti aku memeluk Mas Rendi.


"Maafin Bunda ya sayang. Gara-gara Bunda kamu hampir saja di culik, tadi kamu nggak di apa-apakan sama Om tadi kan?"


"Ngga Bunda, Om adi belican Bayu es klim."


"Lalu kamu memakannya?" Bayu mengangguk. "Bayu lihat Bunda." Aku melepaskan pelukannya dan memegangi kedua pipinya,


"Lain kali kalau kamu di kasih apapun sama orang yang tidak kamu kenal, kamu jangan mau ya?" Dia mengangguk.


Tapi aku juga nggak tau dia paham atau tidak, dia kan masih terlalu kecil. Ini semua salahku, harusnya aku lebih hati-hati dalam menjaganya. Dia kan satu-satunya peninggalan Mas Rendi.


Kling... Bunyi notifikasi pesan masuk dari ponselku. Aku langsung membukanya.


💬


From: Mamah


11.01 AM


Sayang. Kamu ada di rumah nggak? Mamah masak banyak, nanti Mamah kirim buat kamu. Mamah juga bikin bolu brownies kesukaan Bayu.

__ADS_1


💬


To: Mamah


11.02 AM


Aku saja yang kesana Mah, sekalian menginap di rumah Mamah. Aku kangen masakan Mamah, aku berdua sama Bayu juga.


💬


From: Mamah


11.04 AM


Iya, itu bagus sayang. Tapi kamu ngomong dulu ke mertuamu ya....


💬


To: Mamah Santi


11.07 AM


Mah.... Malam ini aku tidur di rumah Mamah Sarah sama Bayu ya, boleh kan?


💬


From: Mamah Santi


11.10 AM


Tentu boleh sayang ❤️


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


^^^Jangan lupa tinggalkan like ❤️^^^

__ADS_1


__ADS_2