
"Papah ... Apa yang Papah lakukan? Kenapa menampar Mas Reymond?" tanya Indah seraya mengelus pipi Reymond.
"Papah tidak terima! Karena gara-gara dia menculik kamu, Mamah meninggalkan kita Indah!"
Raut wajah Antoni sudah merah karena terselut emosi, dia tidak terima.
Deg.....
Indah langsung memeluk tubuh Antoni dan menanggis.
"Papah ... Jangan katakan hal itu, itu bukan salah Mas Reymond."
Kenapa aku bisa lupa dengan penyakit Mamah? Walau Mamah habis di operasi dulu, tapi jantungnya begitu lemah. Dia tidak bisa menerima kabar buruk. Jadi, apa aku penyebab Mamah Sarah meninggal? Ya Allah maafkan aku, Mamah Sarah maafkan aku Mah...
Batin Reymond dengan sendu.
"Om ... Maafkan aku, aku tidak bermaksud ..." Reymond sudah menyentuh tangan Antoni namun dengan cepat dia menepisnya.
***
Sementara itu di kantor Mawan, dia tengah sibuk sekali. Meeting dari pagi baru selesai sampai tengah hari, dia juga banyak sekali janji bertemu hari ini.
Mawan mengeruput secangkir kopi di atas meja, dia menunggu rekan bisnisnya datang.
Tok ... Tok ... Tok.
Ketukan pintu dari ruangannya sudah berbunyi.
"Masuk," sahut Mawan.
Ceklek....
Steven dan ayahnya datang, dia hari ini punya niat untuk menanyakan hal pada Mawan.
"Selamat siang, Pak Mawan," sapa Steven dengan sopan.
"Siang, duduklah."
Steven dan Anggara ayahnya duduk di kursi, di depan Mawan.
"Langsung saja, ada perlu apa?" tanya Mawan to the poin, dia paling tidak suka dengan hal yang basa-basi.
"Pak Mawan. Maaf sebelumnya, kami datang bukan membahas masalah kerjaan, tapi ingin menjalin hubungan keluarga," ucap Angga mengawali pembicaraan.
Mawan mengangkat kedua alisnya, "Hubungan keluarga? Bagaimana maksudnya?" wajah Mawan terlihat binggung.
__ADS_1
"Bapak pasti sudah tahu sedikit tentang anak saya ini, Steven."
Angga menepuk pundak anaknya, "Dia masih sendiri dan menyukai anak Bapak, Indah. Boleh tidak kalau Steven melamar anak Bapak?"
Mata Mawan terbelalak, dia tidak menyangka dengan apa yang dia dengar. Niat ingin menjodohkan Rio saja belum sempat dia obrolkan pada Indah, sekarang ada orang lain yang ingin melamar Indah. Dia menjadi sangat binggung.
Mawan tersenyum tipis. "Maafkan aku, bukan maksud aku menolak Steven. Tapi saat ini aku ingin menjodohkan Indah dengan Rio."
"Rio? Rio adiknya Rendi?" tanya Angga.
Mawan mengangguk. "Oh begitu, memang tidak ada kesempatan buat Steven, Pak? Indah juga sudah mengenal dia. Siapa tahu mereka cocok," tutur Angga sudah maju selangkah berniat menjodohkan.
"Aku dari dulu suka sama Indah, Pak Mawan. Tapi aku sadar, dulu Indah masih berstatus suami orang. Tapi kalau sekarang kan beda lagi, apa aku bisa di beri kesempatan untuk menjadi suaminya?" tanya Steven penuh harap.
"Aku juga tidak tahu Indah setuju atau tidak. Niatku mau menjodohkan Indah juga belum aku sampaikan padanya, karena kau kan tahu sendiri kami sedang berduka."
"Iya Pak Mawan aku mengerti, aku juga minta maaf sebelumnya," ujar Steven.
"Nanti saja di bicarakan lagi, dan menurutku. Kau bicara juga pada Indah. Yang ingin kau lamar juga kan, Indah."
"Iya Pak aku mengerti, nanti aku bicara padanya."
Tak lama Jojo masuk ke dalam ruangan Mawan, dan menghampiri dirinya.
"Siang Pak Mawan, ada Ayahnya Pak Rizky ingin bertemu dengan Bapak," tutur Jojo memberitahu dengan sopan.
"Kalian keluarlah," ucapnya mengusir.
Anak dan Ayah itu keluar dengan sopan dan langsung di ganti oleh Ayahnya Rizky yang baru masuk.
"Siang, Pak Mawan. Ada hal yang ingin saya bicarakan," ujarnya dengan sopan.
"Duduk," sahut Mawan seraya melihat ke arah kursi di depan.
Pria paruh baya itu duduk.
"Pak Mawan. Apa Bapak bisa membebaskan anak saya dari penjara? Saya mohon bebaskan dia, Pak," pinta Guntur dengan memelas.
"Atas dasar apa kau berani bilang seperti itu padaku?" Mawan menyunggingkan senyum padanya.
"Pak ... Saya tahu Rizky bersalah, tapi dia tidak melakukan apa-apa pada anak, Bapak."
"Apa maksudmu tidak melakukan apa-apa!" Mawan meninggikan nada suaranya.
"Iya ..."
__ADS_1
Guntur menelan saliva nya dulu dengan kasar dan menghela nafas, dia harus berbicara hati-hati demi membebaskan anaknya, tanpa membuat Mawan naik darah. Karena kalau sudah naik, dia pasti langsung di tendang keluar dari ruangan.
"Saya tahu Bapak menuntut bukan kasus penculikan saja, tapi pelecehan."
Mata Mawan langsung melotot padanya, tapi Guntur tak melihat mata seramnya itu.
"Tapi bukan anak saya Pak, yang melakukannya. benar, kan? Reymond yang melakukan pelecahan tersebut," serbu Guntur membela anaknya.
"Lalu? Maksud mu aku harus bebaskan Rizky dan hanya memenjarakan Reymond saja, begitu?" kepala Mawan sudah miring dan tersenyum menyeringai.
"Iya, Pak."
Brakkk.....
Mawan mengebrak meja, dan berhasil membuat Guntur terperanjat.
"Reymond menculik Indah dan Bayu kan di bantu Rizky! Kalaupun dia tidak apa-apakan anakku, tetap saja dia bersalah bodoh!" pekik Mawan marah-marah.
Guntur mengatur nafas lagi, berusaha bersikap tenang.
"Pak Mawan. Tapi apa Bapak tahu alasan mengapa Reymond menculik anak, Bapak?"
"Aku dengar dari Harun, dia mencintai anakku! Tapi aku tak percaya pada mulut mesum si Reymond!"
"Apa Bapak pernah tanya secara langsung padanya?"
Mawan memutar bola matanya dengan malas. "Ngapain aku tanya padanya! Itu tidak penting!"
"Pak, saya juga tidak mengenal Reymond. Bahkan saya juga baru tahu dia berteman dengan Rizky, tapi saya curiga dengan asal usulnya yang belum jelas itu."
Deg.....
Perkataan Guntur membuat Mawan tertegun sejenak dan mulai mengingat sekilas tentang Reymond.
Benar juga kata Guntur, aku juga baru melihat dia pas bersama Rizky. Pertemuanku yang pertama, jelas dia pria asing dengan meluncurkan tatapan mesum pada anakku.
Pertama aku tanya saja dia bilang karena Indah cantik?! Seorang pria mesum sering berkata seperti itu ketika melihat dan tertarik pada wanita! Ya benar! Setelah itu aku tahu dari Bayu kalau Indah berantem dengannya, di cafe.
Lalu malam harinya Indah di culik?! Dia bukan hanya menculik Indah saja tapi anaknya! Awal bertemu sepertinya Indah masih bersikap biasa saja padanya, dan masih mengingat Rendi sampai menolak untuk di jodohkan dengan Rio.
Setelah dia di culik oleh Reymond, dia berhasil mencuci otak Indah sampai terdalam. Aku juga merasa aneh padanya, dari mulai memanggil sebutan 'Mas' dan sampai bilang kalau Reymond adalah Rendi.
Reymond sudah berhasil merasuki hati dan pikiran Indah hingga dirinya melupakan Rendi, dan menganggap Reymond pria yang dia cintai, Obat dan racun apa yang Reymond berikan pada anakku?!
Berarti sejak pertama bertemu. Reymond sudah mengincar anak dan cucuku! Tidak bisa aku biarkan begitu saja! Kalau dia berniat jahat bagaimana?
__ADS_1
Indah dan Bayu... Mereka berdua harta berharga ku. Tidak ada yang boleh merebutnya dan membuat mereka berubah! Aku harus tahu apa modus penculikan Reymond dan apa tujuannya?