
"Eh bocah ngapain lu nanya-nanya masalah rumah tangga gue. Namanya orang yang sudah menikah, pasti udahlah." Jawab Rendi sewot seraya memalingkan wajah.
Bener juga, tapi kok gue ngerasa sakit ya. Kenapa harus kakak gue sih Ndah?
Gumam Rio, murung.
30 menit berlalu, akhirnya ketiga wanita itu keluar dari salon dan berjalan menghampiri Rio dan Rendi di cafe.
"Wah Mah, Tante. Kok kalian ke sini bawa bidadari sih?" Ucap Rio yang terkesima melihat Indah.
"Kamu ini memang pinter sekali menggombal sayang." Sahut ibunya. "Kalian lagi ngopi? Kita sekalian makan saja yuk di sini." Ucap Santi kemudian duduk.
"Mah sepertinya aku harus ke kantor sekarang." Kata Rendi berdiri.
"Makan dulu saja Ren." Suruh Sarah.
"Nanti saja Mah di kantor." Jawab Rendi.
"Indah kita ngobrol sebentar yuk." Ajak Rendi sembari memegang tangan Indah.
Mereka mengobrol agak jauh dari cafe, supaya tidak ada yang mendengarnya.
"Ndah, kalau misalkan Rio nanya-nanya masalah pernikahan kita kamu jangan bilang apa-apa ya." Ucap Rendi berbalik menghadap ke arah Indah.
Indah menyelipkan rambut di telinga kanannya, "Iya Mas, aku masih ingat dengan perjanjian kita kok." Sahutnya.
Kalau di lihat-lihat Indah cantik juga.
"Ya sudah aku pergi ke kantor dulu,"
__ADS_1
"Kamu hati-hati di jalan Mas." Rendi kemudian berjalan meninggalkannya, Indah juga balik lagi ke Cafe untuk makan.
๐ธ๐ธ๐ธ
Malam harinya, Indah bersiap-siap berdandan dan mengenakan gaun untuk pergi ke pesta Nella. Sekitar jam 7 malam Rio datang menjemput Indah dengan mengenakan kemeja yang berwarna senada dengan gaun Indah.
"Kamu cantik Ndah." Puji Rio ketika keluar dari mobil.
"Masa sih?" Indah memperhatikan kearah baju yang ia kenakan dan memegangi rok.
"Iya, kapan sih kamu terlihat jelek." Rio kemudian membuka pintu mobil untuk Indah masuk.
"Terima kasih Rio." Indah masuk ke dalam mobil.
๐บ๐บ๐บ
Sampailah mereka di sebuah Hotel megah milik keluarga Nella. Rupanya semua tamu mengenakan pakaian berwarna abu-abu baik itu gaun, kemeja ataupun jas. Mungkin karena sudah di atur temanya.
"Ngapain malu, kitakan di undang." Sahut Rio kemudian membuka sabuk pengaman dan keluar mobil.
Indah pun keluar mobil sambil membawa dua kado miliknya, dan milik Rio.
Lengan Rio sudah memberi aba-aba untuk minta di gandeng oleh Indah, Indah mengandeng nya dan merekapun masuk ke dalam Hotel secara bersamaan.
Untunglah pesta Nella dan ayahnya di adakan di gedung yang terpisah, tempat parkir mobilnya sama namun Hotelnya bersebelahan.
Nella tampak mengenakan gaun warna abu-abu yang terjuntai panjang, dia terlihat sangat cantik dari biasanya.
"Indah." Sapa Nella yang baru saja melihat Indah datang.
__ADS_1
Indah melepas gandengan Rio dan memeluk Nella dan berkata. "Selamat ulang tahun ya Nell, ini buat kamu dari aku dan Rio." Indah memberikan kado.
"Wah kalian ini repot-repot, padahal sudah dateng juga aku sudah seneng lho." Kemudian mereka duduk di sofa secara bersamaan, selain Nella ada banyak juga teman-teman di kampusnya dan Indah pun ikut nimbrung karena sudah lama tidak bertemu, itung-itung melepas rasa kangen.
"Nell aku ke toilet sebentar ya." Ucap Indah berdiri.
"Mau aku anter Ndah." Sahut Nella menawarkan.
"Nggak usah kamu kasih tau saja di mana toiletnya,"
"Oh kamu lurus saja nanti belok kiri, nanti ada tulisannya kok." Jawab Nella sembari makan cemilan.
"Oh iya terima kasih Nell." Indah kemudian berjalan mencari toilet dan akhirnya ketemu.
Setelah selesai tak sengaja dia berpapasan dengan Dimas yang juga baru keluar dari toilet.
"Indah." Ucap Dimas melihat ke arah Indah.
"Dimas." Sahut Indah.
"Lu ke sini sama siapa?" tanya Dimas, karena dia baru saja sampai dan langsung ke toilet karena mendadak kebelet.
"Sama Rio."
"Indah bisa kita ngobrol sebentar?" tanya Dimas yang seperti ada yang ingin dia katakan.
"Bisa-bisa." Jawab Indah kemudian mereka mencari tempat duduk yang agak jauh karena takut tercium aroma tak sedap dari toilet.
"Indah, maaf nih sebelumnya," ucap Dimas sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Gue mau nanyain duit motor, lu sudah ada nggak?" tanya Dimas dengan hati-hati. Sebenarnya dulu, Indah pernah mengkredit motor bekas milik Dimas. Baru saja sekali dia bayar untuk DP, dan baru di pakai sebulan motor itu sudah hancur karena di tabrak oleh mobil.
__ADS_1
...๐Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Like๐...