Menikah Di Atas Perjanjian

Menikah Di Atas Perjanjian
80. Tugas Wawancara & Tugas Negara


__ADS_3

Nella langsung melihat gambar gedung kantor di layar laptop yang sedang Indah searching lewat google. "Lho ini mah kantor Om ku Ndah." Sahut Nella dengan santai sambil menyedot minuman Indah yang sejak tadi di anggurin bahkan belum di sentuh sama sekali.


"Om mu yang mana?" tanya Indah.


"Om Steven dia CEO dan pemilik kantornya,"


"Wah beruntung banget aku Nell." Kata Indah dengan bahagia.


Pasalnya dia sudah nervous karena tugas dari wawancara ini, dia juga mengetahui kebanyakan dari CEO adalah orang-orang yang sangat dingin sama halnya dengan sikap Rendi dulu padanya, bahkan dia laki-laki yang tegaan. Mangkanya sekarang dia bisa menghela nafas dengan lega, walaupun dia tidak begitu mengenal Omnya Nella. Tapi setidaknya dia sedikit tahu kalau Omnya Nella punya wajah yang teramat ramah.


"Kenapa bahagia gitu. Kamu terpesona dengan Om ku?" tanya Nella sedikit menggoda. "Ah tapi jangan deh Ndah, suamimu terlalu seram. Kamu jangan coba-coba buat selingkuh." Kata Nella melanjutkan dengan gelengan di kepalanya dan merasa ngeri.


"Hahaha. Kamu mikir terlalu jauh Nell, aku senang karena dia Om kamu dan wajah Om mu tidak seseram CEO di dunia novel." Kata Indah sambil terkekeh.


"Hahahaha, kamu bisa saja." Nella bergelak tawa bersama.


"Ya sudah Ndah, Nella aku pulang ya," ucap Maya sambil merapikan barang-barang di meja kantin.


Indah melihat jam di pergelangan tangannya yang menunjukkan pukul 14.00, dia ikut membereskan barang-barangnya juga. "Iya aku juga pulang deh. Kamu bagaimana Nell?" tanya Indah karena Indah sendiri sudah tidak ada jam kelas.


Tringgg..... Tringgg bunyi bel masuk.


"Kalian pulang saja, aku masih ada kelas." Kata Nella pamit pergi dan berjalan ke arah ruangan kelas.


Sedangkan Indah dan Maya berjalan keluar kampus. "Indah kau tinggal dimana?" tanya Maya.


"Di jalan Xxxx." Sahutnya memberitahu.


"Oh rumahku juga melewati daerah situ. Mau bareng saja atau gimana?" tanyanya menawarkan tumpangan. Terlihat sebuah mobil berwarna putih berhenti di depan mata kepala mereka berdua.


"Tidak terima kasih May, aku mau pesen ojek online saja," sahutnya menolak.


"Ya sudah aku duluan ya," ujar Maya yang kini masuk kedalam mobil.


"Iya, hati-hati." Sahutnya sambil melambaikan tangan.

__ADS_1


Tak lama Maya pulang. Kini ada sebuah mobil hitam berhenti di depan Indah dan pria di dalam mobil langsung keluar dan menghampirinya.


"Siang Nona Indah." Sapa Harun pengacara Rendi.


"Siang." Jawab Indah dengan senyumannya, "Bapak ada apa ya? Kok tumben ke sini. Apa ada masalah?" tanya Indah binggung.


"Tidak ada, saya hanya di suruh Pak Rendi untuk menjemput Nona pulang." Sahutnya sambil membukakan pintu, kemaren dia jadi penjaga pintu. Sekarang dia di tugaskan menjemput Indah. Harun sekarang suka pindah-pindah profesi.


Tanpa menjawab Indah masuk ke dalam mobil itu. "Apa Nona sudah makan?" tanyanya lewat kaca spion depan.


"Belum Pak." Sahut Indah di belakang.


"Mau makan di restoran atau di cafe?" tanya Harun sembari menyetir.


"Tidak usah Pak, saya mau makan di rumah saja."


"Saya di suruh mengantar Nona ke kantor Pak Rendi."


"Lho memang kenapa Pak tumben banget?" tanya Indah sambil menarik kedua alisnya keatas.


"Saya kurang tahu Nona. Mungkin masalah tugas negara lagi."


Apa yang di maksud tugas negara itu bercinta? Ah masa iya Mas Rendi mengajakku bercinta di kantornya, kemaren di rumah sakit sekarang di kantor. Ribet banget sih dia, kali-kali di Hotel bintang lima kek atau dimana gitu tempat yang bagus dan romantis.


Gerutu Indah sambil mengerucutkan bibirnya.


"Bagaimana Nona, jadi mau makan di mana?" tanya Harun lagi yang sejak tadi belum mendapatkan jawaban.


"Di cafe saja," jawabnya dengan nada pelan.


Harun memberhentikan mobilnya di depan cafe, dia membuka sabuk pengaman dan menoleh ke arah Indah. "Nona mau di belikan makanan apa?" tanyanya.


"Ah tidak usah Pak, saya makan di sini saja." Ucapnya yang langsung keluar mobil di ikuti oleh Harun.


Indah duduk di tengah meja cafe dan langsung memesan makanan dan minuman. "Bapak mau pesan apa?" tanya Indah sambil menyodorkan menu ke depan Harun yang tengah duduk bersamanya.

__ADS_1


"Saya kopi hitam saja Mbak." Ujar Harun pada sang pelayan cafe.


Tak lama makanan pesenan Indah dan kopi datang secara bersamaan, Indah menyambutnya dengan riang gembira. "Indah..." Panggil seorang laki-laki yang baru saja melangkah menghampirinya.


"Vinno." Sahut Indah sambil menoleh, sebelum dia memulai makan.


"Wah kebetulan lu lagi makan di sini. Apa boleh ikut gabung?" tanya nya yang langsung mendudukkan tubuhnya di bangku samping Indah.


"Ehem...." Dehem Harun sambil menutupi mulutnya dengan salah satu tangan, terlihat sorotan mata yang tajam menatap Vinno.


"Maaf Pak, boleh saya gabung? Saya teman kuliah Indah." Tanya Vinno lagi dengan canggung. "Dia siapa Ndah?" bisik Vinno ke telinga Indah.


"Oh... Dia pengacara Harun, Pak Harun dia Vinno teman kuliah saya." Kata Indah memperkenalkan mereka satu sama lain.


Harun hanya mengangguk pelan, tapi bagi Vinno itu isyarat tanda mengizinkan. Vinno juga memesan beberapa menu dan ikut makan bareng bersama, dengan beberapa obrolan seputar kuliah dan masalah wawancara.


Dret... Dret.... Dret, bunyi suara telepon dari ponsel Harun. Harun berjalan agak menjauh demi menghindari bisingan ketika menerima telepon.


"Halo Harun, kau di mana?" tanya Rendi.


"Di cafe Pak." Sahutnya.


"Kau sudah jemput Indah?" tanyanya lagi.


"Saya sedang bersama Nona Indah, menemaninya makan, Pak."


"Setelah makan dan sampai kantor, nanti kamu langsung antarkan Indah masuk ke ruangan ku," perintah Rendi dan langsung menutup telepon.


🌺🌺🌺


Saat pulang dari kampus Rio menyetir sambil teleponan dengan salah satu temannya, itu yang membuat konsentrasinya gagal sampai dia menyerempet seseorang yang tengah menyebrang. Dengan cepat dia langsung mengerem.


Ckitttt.....


"Aaakkkhhh..." Jerit seorang wanita di depan mobil yang sudah tersungkur di bawah aspal.

__ADS_1


...🌾🌾🌾🌾🌾...


Yuk dukung Author dengan cara like, komen, vote dan gift. Terimakasih sudah membaca ❤️


__ADS_2