Menikah Di Atas Perjanjian

Menikah Di Atas Perjanjian
(Season 2) 117. Apa mungkin?


__ADS_3

Dengan cepat Reymond menarik paksa lengan Andra menuju pintu keluar rumah Mawan.


Sampainya disebuah halaman yang sangat luas, ia menghentakkan tubuh Andra sampai tersungkur dibawah. Reymond mendudukkan bokongnya dengan kasar diatas kedua paha Andra.


Tangannya kembali menonjok wajah orang dibawah sana secara brutal.


Buggghhh........


Buggghhh........


Buggghhh........


Buggghhh........


Buggghhh........


Seluruh orang didalam rumah kini keluar dan menyaksikan emosi Reymond yang ia luapkan pada Andra.


Mawan berlari, dengan cepat menghentikan aksi Reymond yang menghajar habis-habisan Andra, hingga babak belur.


"Reymond! Apa yang kau lakukan?!" tanya Mawan seraya menarik lengan Reymond untuk bangun.


Kenapa dia menonjokku habis-habisan?


Batin Andra.


Reymond sudah bangun dan berdiri disebelah Mawan, nafasnya tersengal-sengal.


"Kalau kau punya masalah dengan Andra, selesaikan di luar! Jangan di rumahku! Apa kau tidak menghargai pernikahan Rio dan Wulan yang baru saja terjadi?!" Mawan terlihat begitu geram. Ia menarik kasar kerah kemeja Reymond.


"Papah ... Jangan ganggu Mas Reymond! Biarkan dia mengungkapkan semuanya!" teriak Indah.


Indah menepis tangan Mawan dari kerah itu, segera Indah gandeng lengan Mawan untuk mengajaknya agak menjauh dari Reymond dan Andra.


"Mengungkapkan apa? Apa maksudmu?" tanya Mawan binggung.


Apa jangan-jangan dia sudah tau semuanya?!


Batin Andra sambil menelan salivanya begitu kasar.


Tubuhnya sudah ia angkat untuk bangun. Dengan cepat kedua bodyguard Reymond memegangi kedua lengan Andra.


"Apa yang kalian lakukan, lepaskan!" teriak Andra memberontak.


"Reymond apa yang kau lakukan? Kau menyakiti Om Andra!" Rio ikut-ikutan menghampiri dan merasa tak terima.


Santi yang melihat emosi Reymond, dia langsung menarik lengan Rio.


"Kau diam saja, tidak perlu ikut campur! Kita semua hanya penonton disini," ucap Santi.


"Reymond! Apa yang kau lakukan? Apa salahku padamu?" tanya Andra.

__ADS_1


Wajah Reymond sudah merah dan luapan emosi itu sangat memuncak, keringatnya mengisi ruang pori-pori.


Reymond mengusap wajahnya dengan kasar dan mulai memerintah pada anak buahnya.


"Ali! Kunci gerbang dengan rapat! Biar Iblis ini tidak kabur!" segera Ali berlari untuk menutup pintu gerbang dengan rapat.


"Aldi! Bawa kesini kaki tangan si Iblis ini!" sorotan mata Reymond benar-benar sangat tajam melihat pada Andra.


"Baik, Pak."


Aldi berjalan menuju mobilnya, dibuka pintu mobil itu. Ia menarik kasar tubuh Anton dalam keadaan diikat dan di lakban, kemudian menghentakkan tubuhnya tepat berhadapan dengan Andra.


Pria itu terlihat tidak berdaya, sekujur dada dan perut sudah lecet dan membiru. Bahkan ia masih telanjang dada.


Mata Andra seketika membulat sempurna melihat Anton.


Anton?! Kenapa dia bisa ada di sini?! Bukankah aku sudah menyuruhnya pergi dari Jakarta. Apa Reymond sudah tau semuanya? Kalau iya, bisa gawat! Aku ... Aku bisa habis olehnya.


Batin Andra.


"Reymond, ada apa sebenarnya? Kau punya masalah apa denganku?" tanya Andra pura-pura tidak tau.


Ali berlari menuju mobilnya, ia membuka bagasi dan menaruh speaker besar diatas atap mobil.


Reymond menoleh kearah Harun yang berada di sampingnya.


"Putar rekamannya!"


"Baik, Pak."


Mereka semua tampak diam tanpa kata untuk dapat memahami isi percakapan itu.


Anton! Dia sudah membongkar semuanya! Bagaimana ini?! Rendi ... Reymond, dia ... Dia akan menghabisiku.


Batin Andra.


Untuk beberapa kali Andra menelan salivanya begitu kasar. Ia mulai memikirkan hal supaya Reymond bisa memaafkannya.


Hersa mengulurkan botol air minum pada Reymond, tubuh kekar itu sudah bergetar hebat. Dia bisa saja melenyapkan Andra dan Anton saat ini juga, tapi tidak. Dia masih punya rasa manusiawi.


"Minum dulu, Pak."


Reymond mengambil botol air berisi 600 ml itu dan menenggaknya sampai habis.


Setelah rekaman itu selesai. Santi, Mawan dan juga Indah. Mereka menitihkan air mata, Mawan merentangkan kedua lengannya untuk memeluk istri, anak dan cucunya.


"Jadi ... Reymond adalah Rendi? Berarti semua yang dikatakan kamu dan Mamah itu benar, sayang?" tanya Mawan.


"Iya, Pah. Mas Rendi masih hidup, dia adalah Mas Reymond," jawab Indah.


"Tapi, kenapa wajahnya berbeda? Tubuhnya, semuanya. Papah sampai tidak mengenalinya ... Maafkan Papah sayang, Papah berdosa sama kamu dan Reymond, kemarin-kemarin Papah sempat ingin memisahkan kalian."

__ADS_1


"Tidak apa Pah, semuanya sudah berlalu. Sekarang aku sudah kembali bersama Mas Rendi. Nanti Papah akan tau, semuanya akan Mas Rendi katakan, Pah."


Rio segera berlari menghampiri Reymond yang tengah berdiri sambil melipat kedua tangannya diatas dada. Ia berjongkok seraya memeluk lutut Reymond.


"Kak ... Maafin aku, aku ... Aku tidak mengenali Kakak selama ini, aku juga sempat ingin merebut Indah kembali dari Kakak. Maafin aku Kak," lirih Rio sambil menanggis.


Aku bahkan sempat curiga sama Rio. Tapi ternyata Om Andra adalah dalangnya.


Batin Reymond.


Reymond membungkuk sambil memegangi kedua bahu Rio untuk dirinya berdiri. Ia memeluk tubuh Rio.


"Aku ingin bertanya padamu, apa selama ini kau benar-benar tidak mengenaliku? Atau hanya pura-pura tidak tau?!" tanya Reymond dengan lantang.


"Iya Kak. Aku memang tidak tau kalau Reymond adalah Kak Rendi. Maafkan aku," jawab Rio.


"Apa kau masih mencintai Indah?"


Deg......


Rio terdiam, namun ia mempererat pelukannya.


"Aku ... Aku ....,"


"Kau tidak perlu takut Rio! Jawab yang jujur, kau memang mencintai istri Rendi, kan? Kau juga senang setelah tau Rendi dinyatakan meninggal. Dengan begitu kau bisa memiliki Indah! Benar, kan?" serbu Andra menyela ucapan Rio.


Deg........


Mata Reymond terbelalak, mereka langsung melepaskan pelukan.


"Benar begitu? Kau senang setelah tau aku meninggal?" pertanyaan Reymond diiringi air mata yang lolos membasahi pipi.


Rio segera meraih lengan Reymond, namun Kakaknya itu menolak.


"Tidak, Kak. Itu tidak benar!" bantah Rio.


"Kau tidak perlu munafik! Aku selalu dengar curhatanmu tentang Indah! Walau terkadang aku tidak menghiraukannya, tapi itu sudah jelas kalau kau juga menginginkan Rendi mati!" balas Andra.


"Apa kau juga ikut-ikutan dalam tragedi ini?!" tuduh Reymond seraya menunjuk wajah Rio didepannya.


Rio menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"Tidak, Kak. Aku berani bersumpah demi apapun. Aku tidak tau tentang ini semua, aku juga baru tau kalau Kakak adalah Kak Rendi," jawab Rio.


"Apa kau berbohong?" tanya Reymond, wajahnya terlihat tidak percaya.


"Tidak, Kakak harus percaya padaku. Aku ... Aku memang masih mencintai Indah, aku mengakuinya." Rio memegangi dadanya, "Sampai detik ini pun. Nama Indah masih ada di hatiku, tapi ... Aku tidak pernah melakukan hal sejahat ini padamu, Kak. Bukankah kita ini saudara kandung? Aku tidak mungkin tega padamu hanya karena cinta!" jawab Rio dengan tegas.


Apa dia berbohong? Apa jangan-jangan Om Andra dan Rio juga sekongkol tanpa sepengetahuanku? Apa mungkin ini memang rencana mereka berdua dari awal?


Batin Reymond.

__ADS_1


^^^Kata: 1034^^^


__ADS_2