Menikah Di Atas Perjanjian

Menikah Di Atas Perjanjian
Episode 39. Senyam-senyum


__ADS_3

Setelah selesai beli lima tas sekaligus, Santi mengajak Indah dan Rendi makan di cafe di sekitaran Mall.


Mereka memesan makanan dan minuman, tapi tiba-tiba Indah merasa seperti dejavu. Dan dia baru sadar kalau di Mall ini dia bertemu dengan Rendi dan Siska yang sedang berbelanja dengan posisi dirinya yang sedang makan di cafe, cuma cafenya saja yang berbeda.


"Jadi Mamah ke sini mau apa Mah?" tanya Rendi sambil mengunyah makanan.


"Mamah mau ketemu teman-teman Mamah."


Tiba-tiba Indah merasa ingin buang air kecil, "Mah, Mas Rendi aku ke toilet sebentar ya." Ucap Indah, mereka berdua mengangguk. Indah berjalan ke toilet cafe.


Santi menyedot minuman dari sedotan kemudian berkata, "Gimana masalah Indah, apa sudah beres?"


"Aku belum tau Mah, hari ini aku mau bertemu Harun untuk memastikannya," ucap Rendi menyelesaikan makannya.


"Semoga cepat selesai ya Ren, Mamah kasihan sama Indah." Ucap ibunya penuh harapan.


Tak lama datang beberapa ibu-ibu sosialita teman Santi mereka berjumlah tiga orang yang bernama Dewi, Dita dan Munah.


"Santi." Panggil salah satu dari mereka, karena selisih umur mereka tidak terlalu jauh jadi hanya memanggil namanya masing-masing dan supaya terasa lebih nyaman juga tentunya.


"Eh, kalian sudah sampai." Ucap Santi, memang sebelumnya dia sudah ngechat salah satu dari mereka untuk bertemu dengannya di cafe.


"Ini Rendi ya?" tanya Dewi.


"Iya Tante." Rendi berdiri lalu bersalaman kepada teman-teman ibunya itu, meskipun Rendi orang yang dingin dan sombong. Tapi dia termasuk anak yang sopan, apalagi kepada seseorang yang berhubungan baik kepada ibunya, karena Santi adalah kelemahan dari Rendi.


"Wah tambah ganteng saja kamu." Puji Dewi sambil memegang lengan Rendi yang berotot.


"Santi ini anaknya benar-benar bibit unggul. Ah sayang banget ya kamu nggak jadi menantu Tante." Ucap Munah salah satu ibu yang pernah berniat untuk menjodohkan anaknya kepada Rendi, namun Rendi menolaknya dengan mentah-mentah.


"Kamu sudah selesai." Tanya Rendi melihat Indah yang baru datang menghampiri.


"Oh iya kenalin nih menantu kesayanganku." Ucap Santi merangkul Indah.


"Ini menantunya, cantik dan masih muda banget ya San." Kata Dewi, Indah langsung menyalami ibu-ibu sosialita.


"Kamu Indah ya?" tanya Dita ketika Indah memegang tangannya hendak bersalaman.

__ADS_1


"Iya bener Tante, kok Tante tau namaku?" tunjuk Indah pada diri sendiri sembari tersenyum.


"Iya kok bisa sih?" tanya Santi yang ikut nimbrung.


"Apa kamu lupa ya pernah ke rumah Tante pas kamu bareng Rio." Sahut Dita, kemudian Indah mencoba mengingat-ingat.


"Oh Tante ibunya Dimas ya?" ucap Indah yang seolah sudah ada lampu terang di otaknya,


"Wah nggak nyangka lho kamu jadi istrinya Rendi. Tante kira kamu pacaran sama Rio." Ucap Dita terheran-heran.


Rendi yang sedari tadi diam seperti patung, akhirnya dia berkata. "Namanya jodoh kan nggak tau Tante." Ucap Rendi tiba-tiba sambil merangkul bahu Indah.


Mas Rendi pasti lagi akting nih.


Gumam Indah sambil senyam-senyum.


"Oya hayu duduk di sini saja." Ucap Santi, kemudian teman-temannya duduk.


Melihat bangku yang hanya ada empat dalam semeja Rendi memutuskan untuk mengajak Indah pulang. "Ya sudah Mah aku dan Indah pulang ya." Ucap Rendi.


"Iya Ren, kamu pulang saja sendiri. Biar nanti Mamah yang anterin Indah." Indah tersenyum meringgis dan menatap Rendi dengan mata yang dia kedip-kedipkan, seakan memberi kode.


"Mata kamu kenapa Ndah?" tanya Rendi menyentuh pipi Indah dengan lembut.


Mas Rendi ini nggak peka banget sih, aku kan nggak mau ikut arisan.


Indah mengerucutkan bibirnya dan tiba-tiba mata Rendi mengarah ke bibir Indah yang sangat mungil, mereka saling berhadapan dan membuat jantung Indah berdebar.


Kemudian tangan Rendi beralih menyentuh bibir Indah dan Rendi juga sempat menelan ludahnya, "Hei Ren kamu ngapain?" Ucap Santi tiba-tiba sambil menepuk pundak anaknya, seketika Rendi langsung melepaskan tangannya yang menyangga pipi Indah. "Kalian kalau mau ciuman jangan di sini, Mamah malu liatnya," kata Santi sambil terkekeh melihat anak dan menantunya dengan pipi yang merona karena malu.


"Biarin saja San, namanya pengantin baru." Sahut Dita dan ibu-ibu yang lain ikut tertawa.


Aku ngapain sih, bikin malu diri sendiri saja.


Gumam Rendi sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Eemm Mah, aku sama Indah pulang saja ya. Lagian Indah juga harus Istirahat." Ucap Rendi kemudian menjinjing belanjaan Indah.


"Iya sayang, Mamah juga nggak mau ngeganggu waktu kalian." Goda ibunya seraya menyenggol lengan Rendi.

__ADS_1


Mamah apa-apaan sih.


Rendi tersenyum malu, "Ya sudah Mah, Tante aku dan Indah pulang ya,"


"Iya, hati-hati." Sahut ibu-ibu.


Rendi dan Indah berjalan ke luar Mall dan langsung masuk ke dalam mobil.


Suasana kembali canggung dan wajah Indah merah seperti udang Rebus.


Mereka sampai di rumah Rendi dengan tidak mengobrol sama sekali.


Indah membuka pintu, "Ah Indah." Ucap Rendi tiba-tiba.


"Ya." Sahutnya pelan.


Rendi mengambil paper bag kecil yang berada di belakang kursi. "Ini buat kamu." Ucapnya memberikan ke tangan Indah.


"Ini apa Mas?" tanya Indah dan mengambil sebuah kotak di dalamnya, "Eh ini kan handphone, aku kan sudah punya Mas."


"Nggak papa, kamu simpan saja." Ucap Rendi kemudian membuka kaca mobil. "Hasan ambil semua papar bag di dalam bagasi." Perintah Rendi.


Mas Rendi kenapa ngasih aku ponsel lagi? Memang dia nggak tau aku udah di beliin ponsel sama mamah?


Indah melamun sambil memegang kotak di telapak tangannya, "Kamu ngapain masih di sini, sana turun masuk ke dalam." Ucap Rendi.


"Mas aku sudah punya ponsel dari mamah Santi." Ucap Indah lagi.


"Kan aku sudah bilang simpan saja, lagian kamu kan sering bermasalah dengan ponsel. Nanti kalau ponsel dari mamah hilang kamu bisa pakai yang dari aku."


"Kok Mas jadi do'ain biar hilang lagi sih." Sahut Indah kesal dan mengerucutkan bibirnya, pandangan Rendi kembali ke bibir Indah.


Kenapa bibirnya kelihatan sexy sekali.


Gumam Rendi. Tapi Indah tidak memperhatikan Rendi yang sedang memandangnya, "Ya sudah terima kasih ya Mas, hari ini Mas Rendi banyak kasih aku barang." Indah keluar dari mobil. "Mas nggak masuk juga." Tanya Indah menundukkan tubuh dari pintu mobil.


...💜Jangan Lupa Like💜...

__ADS_1


__ADS_2