
"Tetap saja walau bagaimanapun dia juga ayahmu dan sekarang jadi mertuamu. Dia pasti akan sering ketemu dengan kamu sayang." Ucap Ibu Sarah dengan nada sedih. Sejujurnya Ibu Sarah sudah mencoba untuk melupakan perlakuan suaminya di masa lalu. Tapi dengan bertemu dengannya lagi membuat dia mengingat akan luka di dalam hatinya.
"Mamah sebenarnya ingin kita berdua menjalani hidup yang baru tanpa ada dia. Bukannya Mamah jahat sama kamu, tapi Mamah sakit ketika melihatnya lagi." Air mata ibu Sarah mengalir di pipinya dan membuat Indah juga ikut bersedih, dia pun menanggis dengan saling menggenggam satu sama lain.
Aku tahu pasti mamah merasa tertekan di situasi saat ini.
***
Dua orang pria yang mengenakan seragam polisi dengan badan kekar dan kumis tebal di bawah hidungnya berjalan di rumah sakit dan menghampiri ibu Santi yang tengah duduk menyender seorang diri. "Selamat pagi Bu, apa ini ruangan saudari Indah Permatasari?" Tanya salah satu polisi itu dengan suara bernada berat.
Ibu Santi kaget. Dia langsung berdiri dan berkata. "Pagi Pak, Iya ini ruangannya, Bapak perlu apa ya?"
Kenapa ada polisi mencari Indah?
Kedua polisi itu tidak menjawab. Mereka berjalan ke arah pintu mencoba untuk masuk ke ruangan Indah tapi langsung di cegah oleh ibu Santi. "Bapak mau kemana? Saat ini Indah menantu saya sedang sakit. Kalau ada perlu Bapak bisa tanyakan dulu ke saya." Ucapnya menghampiri dan berbicara dengan hati-hati.
"Maaf Bu, saya hanya ingin bertemu kepada saudari Indah sebentar saja." Ucapannya langsung memegang gagang pintu dan membukanya.
Terlihat ibu Sarah dan Indah sedang menanggis, namun ketika mereka melihat kedatangan polisi Indah dan ibunya langsung mengusap sisa air mata di pipi mereka masing-masing.
Kok ada polisi?
Indah bertanya-tanya dalam hati.
"Selamat Pagi. Apa Anda yang bernama Indah Permatasari?" Ucap salah satu polisi mengarah pandangannya ke arah Indah.
"Pagi Pak, iya saya sendiri, ada apa ya Pak?" Ucap Indah dengan gugup karena ini kali pertamanya dia berbicara dengan seorang polisi.
Kok tiba-tiba perasaanku nggak enak ya. Mana ada mamah lagi di sini.
Sebelum polisi itu berbicara Indah langsung berkata. "Maaf sebentar ya Pak." Ucap Indah tersenyum.
"Mamah Santi, bisa tolong antarkan Mamah ke ruangannya nggak? Soalnya Mamah harus Istirahat sekarang." Ucapnya memberi kode kepada mertuanya, karena Indah takut kalau hal yang di bicarakan polisi bisa membuat ibunya terkena serangan jantung lagi.
"Tapi Mamah juga mau tahu. Ada apa ini Pak?" tanya ibu Sarah menoleh ke salah satu polisi.
__ADS_1
"Paling masalah Indah kecelakaan Bu, ibu Sarah tenang saja Indah kan anak baik-baik." Ucap ibu Santi sambil mendorong kursi roda yang di duduki besannya itu dan berjalan keluar. Mereka meninggalkan Indah dan dua orang polisi di dalam.
"Saya mendapat laporan dari seseorang, silahkan Saudari baca surat laporannya," menyerahkan surat tersebut yang dia ambil di saku celana.
Tanpa berkata Indah langsung mengambilnya, dia membuka lalu membaca isi surat tersebut.
..._ _ _ _ _...
...Yang bertanda tangan di bawah ini menerangkan dengan sebenarnya bahwa pada hari ini, Jum'at 05 Maret 2021. Telah datang seorang perempuan mengaku bernama:...
...Nama: Siska Novelis...
...Tempat/ Tanggal Lahir: Jakarta, 21 Januari 1994...
...Umur: 27 Tahun...
...Jenis Kelamin: Perempuan...
...Pekerjaan: Model...
...Tempat perkara/peristiwa: Di Restoran Lestari, Jalan Xxxx...
...Tanggal perkara/peristiwa: Pada hari Kamis 04 Maret 2021, Sekitar pukul 11.00...
...Jenis perkara/peristiwa: PENGANIAYAAN...
...Korban atas nama: Pelapor Sendiri...
...Terlapor atas nama: Indah Permatasari....
...Demikian surat tanda penerimaan laporan/pengaduan ini dibuat untuk dapat dipergunakan seperlunya....
..._ _ _ _ _...
Di bawah sudah ada tanda tangan Siska dan stempel dari pihak kepolisian.
__ADS_1
Apa Siska sudah gila? Ini beneran dia melaporkan aku ke polisi?
"Setelah Anda keluar dari rumah sakit, saya harap Anda bisa datang ke kantor polisi untuk kami mintai keterangan, kalau begitu kami permisi." Ucap polisi pamit.
"Baik Pak." Jawab Indah, kedua polisi itu berjalan keluar dan berpapasan dengan ibu Santi yang hendak masuk. Dan mereka hanya tersenyum sapa.
"Indah tadi polisi berbicara apa?" tanya Ibu Santi yang sudah si depan mata Indah. Indah langsung memberikan surat oleh mertuanya yang sedari tadi dia pegang. Kemudian ibu Santi langsung membacanya dan matanya langsung terbelalak. "Apa ini? Ini Siska si jalang itu kan?" tanyanya, "Iya Mah." Jawab Indah mencoba bersikap tenang.
"Maksudnya menganiaya itu apa? Memang apa yang kamu lakukan padanya?" tanyanya lagi.
Indah langsung menjelaskan tentang pertemuannya dengan Siska, Indah juga berkata kalau Siska lah selingkuhan papahnya dulu. "Kamu serius?" Indah mengangguk. "Benar-benar kurang ajar si jalang itu." Ucapnya emosi.
Ibu Santi berjalan keluar ruangan Indah dan mengambil hp di dalam tasnya untuk menelpon Rendi namun tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya, "Pagi Tante." Ucap Nella yang datang untuk menjenguk.
"Wah kebetulan ada kamu. Kamu Nella temannya Indah kan?" Nella mengangguk. "Tante titip Indah ya, Tante ada urusan sebentar." Ucapnya yang langsung buru-buru pergi meninggalkan rumah sakit dengan membawa surat dari kepolisian itu.
Nella masuk ke dalam ruangan Indah dan menemaninya.
***
Sebelumnya.
Di kantor Rendi baru datang lalu membuka pintu mobil dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kantor dia langsung bertemu dengan Siska yang tengah duduk menunggu di ruangan tunggu sambil mengenakan baju dress warna merah dengan belahan di dadanya yang membuat Siska tampil sangat seksi. Hari ini Siska berniat untuk menggodanya, Semenjak putus dia mengalami banyak kekurangan uang untuk perawatan tubuh. Karena dengan uang hasil pekerjaannya saja tidaklah cukup, dia tidak pernah bisa hidup dengan tidak membeli barang-barang branded terbaru.
"Rendi kok kamu baru datang sih, aku nungguin kamu dari tadi lho." Ucap Siska berdiri dan langsung menghampiri Rendi yang sedang berjalan tapi Rendi tidak mempedulikan Siska dia fokus berjalan dan hendak masuk ke dalam lift.
Dengan cepat Siska mengejarnya dan menghentikan lift tersebut. "Rendi aku mau ketemu sama kamu." Ucapnya manja yang langsung menggandeng tangan Rendi.
"Siska kamu ini apa-apaan sih." Ucap Randi acuh tak acuh dan melepaskan tangan Siska lengannya, karena saat ini banyak karyawan Rendi yang melihat mereka berdua.
"Kamu sombong banget sekarang ya." Seru Siska menyilangkan kedua tangannya di atas dada.
"Kan aku sudah bilang kita nggak usah ketemu lagi. Lagian aku hari ini sibuk banget." Ucap Rendi dingin sambil melihat jam di tangan kirinya,
Sebentar lagi istri kamu akan masuk ke penjara. Dan kamu akan berada di pelukanku lagi.
__ADS_1
Gumamnya dan tersenyum sinis.