
Alhasil dia tidak bisa memakai motor dan tidak bisa membayar cicilannya. Selang beberapa waktu masalah Indah makin banyak, hutangnya ke yang lain juga banyak dan di tambah lagi dengan kondisi ibunya saat itu. Seakan Indah merasa tak ingat kalau dirinya punya hutang ke Dimas.
Ya Tuhan, Indah kenapa kamu bisa lupa kalau punya hutang ke Dimas.
Aku benar-benar malu.
"Dimas maafin aku ya? Bukannya aku nggak niat buat bayar dan pura-pura lupa. Aku janji deh besok aku usahakan bayar," ucap Indah tertunduk malu dan merasa sudah tak ada muka.
"Iya nggak apa-apa Ndah, gue ngerti kok lu sering banyak masalah, maafin gue juga ya sudah nagih." Jawab Dimas memegang tangan Indah.
"Kamu nggak salah Mas, aku ngerasa nggak tau diri banget jadi temen. Aku malu." Ucapnya dengan wajah sedih.
Besok aku harus usahakan uang untuk bayar Dimas, bagaimana pun caranya.
"Indah lu jangan ngomong kayak gitu. Gue ngerasa nggak enak juga, soalnya gue lagi butuh duit buat nambahin bayar mobil gue yang ada di bengkel,"
"Indah, Dimas kalian berdua di sini." Ucap Rio yang datang tiba-tiba. "Tadi gue cariin lu kemana-mana Ndah."
"Iya Rio maaf aku habis ke toilet, dan nggak sengaja ketemu Dimas." Ucapnya sambil tersenyum menutupi semua masalah yang baru terjadi.
"Iya bro, lu di tinggal bentar sama Indah aja sudah kangen. Lebay lu." Ucap Dimas menggoda.
"Apaan sih lu, sudah yuk kita ke sana lagi. Nella ngajakin kita makan bareng." Rio lalu mengenggam tangan Indah dan mereka balik lagi ke sana untuk makan malam bersama.
🌸🌸🌸
Beberapa jam berlalu, sekitar jam 21:30 mereka berdua memutuskan untuk pulang ke rumah usai pesta berakhir. Rio berjalan ke parkiran dan Indah menunggunya di depan gedung Hotel.
__ADS_1
"Indah.." Sapa seorang laki-laki yang baru saja keluar dari pintu Hotel sebelah, Indah langsung menoleh dan mengenalnya.
"Pak Steven." Sahutnya.
"Wah bener ternyata, aku kira salah orang. Kamu cantik sekali." Puji laki-laki itu.
"Terimakasih Pak, Bapak di sini juga?" tanyanya.
"Iya, saya kan omnya Nella. Kamu apa kabar Ndah? Kepalamu sudah sembuh sekarang?" tanyanya, merekapun berbincang-bincang sebentar.
Tak lama Rio mengklakson mobilnya, 'Tiiii... Tiiit'
Rio membuka kaca mobil. "Hayu masuk." Ucapannya menyuruh Indah masuk.
"Pak aku permisi ya mau pulang." Steven manggut-manggut.
Indah berjalan masuk mobil dan langsung memakai sabuk pengaman. "Dia orang yang nabrak lu waktu itu kan Ndah?" tanya Rio sambil menoleh ke arahnya.
"Iya Rio, dia omnya Nella." Jawab Indah kemudian Rio mengendarai mobilnya.
🌸🌸🌸
Selama 1 km perjalanan, tak sengaja Indah melihat seorang laki-laki di gandeng oleh wanita yang baru saja keluar dari Restoran kelas Elite di seberang jalan. Wajah mereka seperti tak asing di mata Indah.
Itu seperti mas Rendi dan Siska.
Pikirnya dalam hati.
__ADS_1
"Rio... Rio." Ucap Indah menepuk bahu Rio yang berada di sebelahnya, "Coba kamu putar balik deh ke Restoran itu." Indah sambil menunjuk dan menoleh ke belakang.
"Ehh kenapa kok tiba-tiba?" tanya Rio kaget. Tapi dengan sigap dia langsung memutar balik dan menjalankan mobilnya ke arah parkiran Restoran.
"Ada apa sih Ndah? Lu laper?" tanya Rio.
"Kamu lihat deh dua orang di sana?" Indah menunjuk ke arah TKP. "Mereka seperti Mas Rendi dan Siska." Rio langsung memperlihatkan dengan seksama.
...Sudut Pandang Indah...
Rendi keluar dari Restoran dengan Siska yang mengandeng tangannya, di sisi lain ada Dion juga di sana yang sedang membukakan pintu untuk mereka berdua.
Sebelum masuk ke mobil Rendi seakan ingin melepas gandengan itu, namun Siska memegangnya dengan erat. Indah dan Rio masih stand bye di dalam mobil, sampai akhirnya Indah melihat dengan mata kepalanya sendiri Siska sedang mengecup pipi kiri Rendi.
Kobaran api yang panas berada di hati Indah, dia kali ini merasa benar-benar marah.
Kali ini kalian sudah kelewat batas, aku nggak bisa terus-menerus ditindas dengan dua orang brengsek ini.
Indah melepas sabuk pengaman dan keluar dari mobil.
"Indah lu mau kemana?" tanya Rio, Indah tidak menghiraukannya sama sekali.
Indah melepaskan sendal wedges yang ia kenakan. Awalnya dia berniat untuk melempar sepasang sepatu itu ke arah sepasang kekasih mesum itu. Namun tidak jadi dia takut kena tuntutan lagi, akhirnya dia hanya melepaskannya dan berjalan cepat untuk sampai kehadapan mereka.
...💜Jangan Lupa kasih Like & Vote💜...
...🌷Selamat Puasa H+8🌷...
__ADS_1