
"Caranya bagaimana? Apa polisi akan percaya padaku? Tentu kalau hanya sekedar bercerita, mereka pasti bilang aku mengarang saja. Lagian aku juga pernah masuk penjara, mereka tidak mungkin bisa percaya semudah itu padaku," keluh Reymond.
"Bisa, Pak. Sekarang kita kumpulin semua data-data Bapak selama kecelakaan, data-data kasus hilangnya Pak Rendi dan bukti kuat yang mengatakan kalau Bapak adalah Pak Rendi," tutur Harun.
"Bukti kuat? Apa contohnya?" tanya Reymond
"Bisa dengan tes DNA, apa Bayu dan Bapak punya kecocokan? Itu bisa jadi bukti yang kuat," balas Harun.
Reymond menghela nafas dengan gusar. "Itu masalahnya, waktu itu aku sempat melakukan tes DNA dengan Bayu, tapi hasilnya tidak cocok. Sepertinya ada yang merekayasa."
"Kita lakukan tes ulang saja kalau begitu, Pak," ucap Hersa.
"Nanti kalau ada yang merekayasa lagi bagaimana? Apa kita perlu lakukan penjagaan di rumah sakit?" tanya Reymond.
"Kita lakukan tesnya disini saja, di rumah Pak Rizky. Tidak akan ada orang yang curiga, nanti aku akan cari Dokter khususnya untuk datang kesini dan menjaga tes itu aman sampai ke tangan Bapak," balas Hersa lagi.
"Harun, sekarang kau simpan rekaman suara ini. Ini jadi bukti beberapa pernyataan si Jalang dan Anton," perintah Reymond seraya memberikan ponselnya pada Harun.
Harun langsung memindahkan rekaman itu kedalam flashdisk.
"Lalu nanti masalah si Jalang bagaimana? Bukannya aku minta untuk merekayasa kasus kematiannya?" tanya Reymond.
"Itu gampang, Pak. Nanti saya urus lagi, saya jamin. Masalah Jalang tidak akan mempersulit Bapak dalam kasus ini," jawab Harun dengan yakin.
Reymond hanya mengangguk.
"Besok Bapak dan Pak Rizky ada meeting bersama Pak Andra, Bapak bisa coba tanya-tanya masalah Anton padanya. Saya juga belum begitu yakin, kalau Anton itu benar-benar mengundurkan diri atau memang di pecat oleh Pak Andra. Mengingat lagi, kalau dia adalah asisten setia beliau," tutur Hersa.
Benar juga, Anton adalah asisten Om Andra dari dulu. Masa bisa semudah itu mengundurkan diri?! Om Andra tipe orang yang suka mengekang karyawan. Atau memang dia yang menyuruh Anton untuk pergi ke Jakarta?! Supaya bebas dariku?! Apa jangan-jangan benar Om Andra yang menyuruh Anton untuk membunuhku?
Batin Reymond dilema.
***
Sementara itu Rizky masih berada diatas tubuh Anna dengan keringat mereka saling bercucuran, tubuh keduanya tanpa sehelai benang. Entah berapa kali mereka berdua sudah mengeluarkannya, tapi yang pasti bukan hanya sekali.
"Riz ... Sudah, ya? Aku capek," pinta Anna sambil terengah-engah.
"Enak saja lu ... Lu 'kan udah gue dibayar seharian ... Buat memuaskan gue." Deru nafas Rizky juga tidak beraturan, dia merasa capek. Tapi hasratnya belum puas.
__ADS_1
"Tapi aku lapar, Riz. Kita makan dulu, biar aku ada tenaga, ya?" pinta Anna seraya mengusap keringan pada dahinya.
"Oke, deh."
Rizky mencabut juniornya dari milik Anna, dia melepaskan penghalang juniornya dan melilitkan benda itu untuk segera ia buang kedalam tong sampah. Tubuhnya turun dari kasur dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai, barulah Rizky keluar dari kamar dengan Anna yang bergelayut manja pada lengannya. Pria itu sudah rapih, tampan dan wangi, mengenakan setelan jas berwarna biru dongker.
Sedangkan Anna mengenakan kaos pendek ketat berwarna hitam dengan belahan di dada dan rok mini jeans.
Baru juga mulai melangkah, tiba-tiba mereka mendengar suara tertawa anak kecil.
"Hahahaha ....,"
Deg.....
Mata Anna terbelalak, dia tau betul di rumah Rizky hanya ada dia dan pembantu. Tapi kenapa tiba-tiba ada suara anak kecil tertawa? Terdengar begitu horor, tapi ini masih sore.
"Riz, kok aku denger ada suara anak kecil?" tanya Anna dengan bulu kuduk yang merinding.
"Iya, gue juga dengar. Tapi asalnya dari kamar Reymond deh." Kaki Rizky perlahan berjalan menuju pintu kamar yang berada tepat disebelah kamarnya.
"Riz, aku takut. Nanti kalau tuyul bagaimana?"
"Ngaco, lu! Mana ada tuyul di rumah gue?! Lu kira gue pelihara mahluk kayak gitu?!" dengkus Rizky kesal.
Tangannya perlahan memegang gagang pintu dan membukanya.
Ceklek......
Deg.....
Mata keduanya terbelalak, apalagi Rizky. Melihat Indah tengah berbaring bersama Bayu sambil bercanda, sama halnya dengan Indah. Dia juga ikut kaget, karena tau-tau pintu kamar itu dibuka, tanpa ketukan pintu atau salam permisi.
Anna jangan ditanya, dia begitu binggung melihat wajah Indah dan Bayu karena asing.
Mereka saling melayangkan pandangan, Indah langsung bangun dan Bayu ikut bangun. Ia merosotkan tubuhnya untuk berlari menghampiri Rizky.
"Om Iki!"
__ADS_1
"Bayu." Rizky langsung membungkuk seraya mengendong Bayu diatas dadanya dan melepaskan lengan Anna.
"Indah, maafin gue ... Gue kira di kamar ini nggak ada orang, ternyata ada lu dan Bayu," ucap Rizky tak enak hati.
Indah segera beranjak dari kasur dan menghampiri Rizky di ambang pintu.
"Harusnya aku yang minta maaf, Pak. Aku sudah menumpang dengan Bayu disini, aku ingin main di rumah Bapak. Apa boleh?"
Rizky tersenyum. "Tentu boleh, anggap rumah sendiri. Tapi ngomong-ngomong kalian ini berdua saja atau bagaimana? Apa Papah lu tau, lu ada disini? Gue bisa-bisa di marahi nantinya."
"Aku kesini dengan Mas Reymond, tadi dia sempat ke kamar Bapak. Tapi dia bilang Bapak sedang tidur, jadi kita langsung kesini saja. Aku juga sudah bilang sama Papah," jelas Indah.
Reymond kapan ke kamar gue? Oh mungkin si bego itu kesini mau numpang tempur dengan Indah. Mau minta izin dulu pasti tadi, tapi kayaknya dia tidak jadi meminta izin karena gue juga lagi mantap-mantap. Dasar mesum! Mau tempur numpang mulu di tempat orang! Tapi kasihan juga sih, mau enak-enak saja sampai ngumpet-ngumpet.
Batin Rizky sambil tertawa.
"Hahahaha ... Reymond bodoh! Benar-benar ....,"
"Kenapa, Pak?" tanya Indah yang heran melihat tingkah konyol Rizky, dia tertawa seperti orang gila.
"Tidak-tidak." Dia segera menghentikan aksi tertawanya, "Jadi dimana si Reymond?"
"Gue disini," sahut Reymond yang tiba-tiba sudah ada dibelakang Rizky.
Deg....
Rizky dan Anna berbalik badan melihat padanya.
"Hai, tampan. Apa kabar kamu?" tanya Anna seraya menghampiri dan mengandeng lengan Reymond.
Mata Indah terbelalak, Reymond segera menepis lengan Anna. "Tidak usah pegang-pegang! Aku sudah punya wanitaku!"
Reymond segera menerobos masuk dari pintu dan menghampiri Indah sambil mendekapnya dari belakang, dia tak ingin istrinya cemburu.
"Lu juga Riz, kenapa ke kamar gue?" tanya Reymond dengan wajah kesal.
Deg....
"Kamar lu?! Apa maksudnya?" Rizky berbalik tanya, dia tidak mengerti ucapan dari temannya itu.
__ADS_1
Reymond menghela nafas dengan gusar, "Iya, ini memang rumah lu. Tapi ini kamar gue, kan? Maksud gue ... Kenapa lu tiba-tiba masuk kesini? Kan cuma ada Bayu dan Indah?"
^^^Kata: 1034^^^