
"Mah kok kita berhenti di rumah mas Rendi?" tanya Indah yang duduk di belakang bersama ibunya, mertua Indah yang duduk di depan pun menoleh dan berkata. "Udah turun dulu yuk." Mereka bertiga turun dari mobil dan melangkah masuk ke rumah Rendi.
Mereka duduk di ruang tamu.
"Sementara kan ibu Sarah baru sehat. Jadi kamu sama ibumu tinggal di sini dulu selama beberapa minggu." Kata ibu mertuanya,
"Tapi Mah aku nggak enak sama mas Rendi. Kalau dia keberatan bagaimana?" Indah yang merasa takut.
"Enggak akan. Nanti Mamah yang ngomong sama Rendi, sekarang kamu antar ibumu ke kamar tamu ya. Koper kalian juga ada di situ, nanti tinggal suruh bibi beresin aja ya." Indah menurut dan berjalan mengantar ibunya ke kamar tamu.
Ternyata sehabis Dion mengantarkan Indah ke Restoran. Dia terlebih dahulu ditelepon oleh ibu Santi untuk menyuruh mengantarkan koper Indah ke rumah Rendi. Indah membuka pintu kamar tamu dan terlihat dua koper miliknya sudah ada di dekat lemari.
Kapan koperku di pindahin ke sini? Ah aku nggak yakin kalau pak Rendi izinin aku dan mamah tinggal di sini. Gumamnya
Indah langsung membuka kopernya dan menaruh pakaian milik dia dan ibunya dan menatanya di dalam lemari. Ibunya pun duduk di kasur dan bertanya, "Indah apa Rendi orangnya galak?"
"Mamah kok nanya kaya gitu."
"Ya enggak Mamah mau tau aja, keliatannya kamu tuh kaya takut banget sama Rendi."
"Enggak Mah, mungkin namanya mas Rendi kan dulunya bos aku, jadi aku kadang masih ada rasa takut sama dia. Tapi dia orangnya nggak galak kok cuma tegas aja menurut aku." Jawab Indah.
"Iya sih memang dia dulu bos kamu jadi wajar juga ya. Tapi kok pas Mamah kerja di kantor nya bukan dia yang jadi bosnya, Mamah jadi nggak ngerti deh Ndah." Indah pun menjelaskan kalau Rendi itu sebenarnya bos baru di kantornya, dulu setelah almarhum ayahnya Rendi meninggal kantor miliknya di pegang oleh pamannya namun setelah Rendi sudah cukup siap barulah dia memegang kantor dan meneruskan perusahaan ayahnya itu.
"Oh hebat juga ya Rendi Ndah. Terus kamu bisa nikah sama Rendi itu gimana kok bisa secepat itu? Kalian nggak pacaran atau pendekatan dulu gitu." Sambung ibunya lagi.
"Ah aku.."
__ADS_1
Apa aku harus bilang ke mamah yang sebenarnya?. Dalam hati Indah.
Sebelum Indah melanjutkan omongannya tiba-tiba ada suara orang yang mengetuk pintu dan berkata. "Indah sayang, Bu Sarah kita makan bareng yuk." Ucap ibu mertua indah dari balik pintu..
"Iya Mah." jawab indah yang kemudian membuka pintu itu dan dan mereka bertiga berjalan dan duduk di meja makan, namun tak lama Rendi pulang.
Dia pun langsung berkata. "Eh ada Mamah sama Indah juga di sini." Kata Rendi. Dia langsung kaget melihat ibunya Indah yang berada di situ juga dan dia langsung melanjutkan, "Ah ada Mamah Sarah juga." Datang menghampiri sambil mencium tangan mertua dan ibunya. "Kamu baru pulang kerja Ren." Tanya ibu Sarah.
"Iya Mah, Mamah sudah sehat sekarang?" tanya Rendi sembari duduk.
"Iya Ren." Icap ibu Indah.
"Kita makan bareng yuk sekalian." Ucap ibu Santi. Rendi mengangguk dan langsung ikut makan bersama.
"Oya Ren, buat sementara ibunya Indah akan tinggal di sini dulu ya." Ucap ibu Santi.
Haduh pasti mas Rendi bakal marah, mana pas ada mamahku lagi. Gumam Indah.
"Nggak apa-apa kok, cuma kan ibunya Indah baru mendingan masa iya dia di tinggal sendirian sama anaknya." Ucap ibunya lagi melanjutkan. Namun ibunya Indah merasa tidak enak dan berkata. "Kalau Rendi merasa keberatan nggak apa-apa kok Bu Santi saya bisa tinggal sendiri." Sambung ibu Sarah.
Kok jadi gini sih aku harus jawab apa. Dalam hati Rendi.
"Eh bukan gitu kok Mamah Sarah, Mamah jangan salah paham dulu. Aku hanya nanya rumah baru yang aku beliin ke Indah takutnya ada masalah gitu, kalau Mamah mau tinggal di sini ya nggak apa-apa. Aku malah senang kalau Mamah mau tinggal di sini." Ucap Rendi yang takut kalau mertuanya marah. Namun sebenarnya Indah tidak percaya dengan apa yang dikatakan.
"Terima kasih Ren, Mamah nggak nyangka kamu bisa menerima Mamah di sini." Ucap ibunya Indah sambil menyentuh tangan Rendi.
"Mamah nggak usah ngomong kayak gitu, Mamah kan Mamah aku juga." Rendi pun tersenyum.
__ADS_1
"Duh senengnya liat menantu sama mertua jadi akrab gini, hahaha." Ucap ibu Rendi yang senang dengan perlakuan anaknya kepada mertuanya itu, dan semuanya pun ikut tertawa.
Sebenarnya Rendi tidak menginginkan kalau mertuanya tinggal bersamanya, namun dia tidak tega untuk menolaknya. Dia pun berencana untuk bicara dengan Indah supaya dia dan ibunya tidak tinggal bersamanya.
Setelah Rendi selesai makan dia pun pergi ke kamarnya. Dan ibu Rendi pun sekalian pamit pulang karena dia sudah di jemput oleh suaminya.
Mengetahui kalau mertuanya ingin dijemput Indah jadi cemas. Dia takut kalau sampai ibunya tahu mantan suaminya sudah menjadi besannya sekarang.
Di lanjutkan dengan ibunya6 indah yang merasa binggung dengan ucapan mertuanya, soalnya tadi Indah bercerita kalau ayahnya Rendi sudah meninggal. Namun dia berfikir mungkin saja ibunya sudah menikah lagi.
"Eemmm Mah." Ucap Indah sambil memegang tangan mertuanya seakan memberi kode akan ibunya yang jangan sampai tau kalau ayahnya sekarang menjadi mertuanya. Rupanya mertua Indah ini sangat mengerti akan sikap Indah dia langsung berbisik ke telinga menantunya. "Tenang sayang papah tunggu di luar kok."
"Ya sudah Mamah pulang ya Indah, Bu Sarah semoga sehat-sehat di sini ya." Ucap mertuanya dan lalu dia berjalan keluar rumah Rendi.
"Iya Mah, hati-hati." Sahut Indah.
Ibu Indah pun berjalan ke kamar tamu untuk beristirahat diikuti oleh Indah di belakang yang berjalan kamarnya Rendi. Dia masuk dan melihat Rendi yang tengah duduk di atas kasur sembari memainkan ponselnya, Indah tidak memperdulikan nya dia mengambil pakaian dan masuk ke kamar mandi.
Tak lama Indah keluar dari kamar mandi, dia langsung menggelar tikar dan kasur di bawah tanpa mengucapkan sepatah katapun, dia merebahkan tubuhnya, namun tiba-tiba Rendi memanggil.
"Indah."
"Ya." Jawab Indah dari bawah kasur Rendi.
"Aku mau bicara." Ucap Rendi. Indah langsung bangun dan duduk.
Lalu spontan Rendi mengatakan. "Aku nggak mau kalau ibumu tinggal di sini."
__ADS_1
Bukannya tadi dia bilang senang kalau mamahku tinggal di sini, apa berarti yang tadi dia omongin ke mamah hanya pura-pura? Dasar laki-laki jago akting. Gerutu Indah yang merasa kesal.