Menikah Di Atas Perjanjian

Menikah Di Atas Perjanjian
(Season 2) 82. Papah memang tidak sayang padaku


__ADS_3

Keributan semakin membabi buta di luar gedung, namun Mawan tetap ingin melanjutkan acara itu.


"Sudah, biarkan saja. Ayok, langsung saja ijab kabul," titah Mawan.


Penghulu dan Ustadz itu mengangguk, tangan Mawan dan Rio sudah berjabat tangan. Mawan sudah mengucapkan kata yang akan Rio ulang untuk kalimatnya.


"Saya terima nikah dan kawinnya, Indah Permatasari binti ....,"


Brakkkk......


Pintu gedung besar itu berhasil di dobrak secara paksa oleh pasukan Reymond mengunakan besi besar dan panjang. Hingga menghentikan ucapan Rio. Reymond sudah berdiri diambang pintu gedung dengan kedua bodyguardnya disamping kanan-kiri, layaknya seorang kesatria yang akan memulai peperangan menyelamatkan sang permaisuri.


"Tidak! Dia milikku! Tidak ada yang boleh menikahi wanitaku!" ucap Reymond dengan lantang dan penuh keyakinan.


Kakinya melangkah dengan tubuh yang tegap, berdiri didepan tempat ijab kabul.


Tubuh Indah masih dalam dekapan Mawan, tangannya mulai terulur kedepan wajah Reymond. "Mas Reymond, aku mencintaimu. Mas," lirih Indah pelan.


Mawan makin geram dengan tingkah pria didepannya itu, tubuh Indah sudah diangkat dan menyerahkan pada Jojo, Jojo juga ikut ambil alih dan memegangi kedua lengan Indah.


"Mas Reymond!" teriak Indah.


Mawan melepaskan jas yang ia kenakan dan melemparkan ke sembarang arah, kedua kancing lengan kemejanya sudah dia copot. Kain itu dia tarik sampai ke lengan atas.


Sama halnya dengan Mawan, Reymond melakukan hal yang sama. Dia seakan ikut tertantang menghadapi Algojo didepannya.


Mawan berkacak pinggang didepan wajah Reymond, mereka kini sudah saling berhadapan. Mata seram Mawan langsung dia keluarkan.


"Apa maumu Reymond! Aku sudah berbaik hati membebaskanmu dari penjara! Bukankah syaratku adalah memintamu untuk menjauhi putriku? Lalu apa yang kau lakukan sekarang? Kau ingin bermain-main denganku?" tanya Mawan seraya menarik alisnya keatas dan menunjuk-nunjuk dada bidang Reymond.


"Pak Mawan, aku dan Indah saling mencintai. Bapak tidak boleh memaksa putri Bapak begitu, kasihan Indah," jelas Reymond dengan nada lembut.


Mawan mengepal dan langsung melayangkan tonjokan mautnya.


Bugg.........


Satu tonjokan itu berhasil mengenai pipi Reymond, tapi baginya itu sudah biasa. Tapi tonjokan kali ini langsung membuat pipinya membiru.


"Papah!" teriak Indah.


Semua orang yang berada disana berdiri, tapi hanya melihat mereka berdua. Apalagi Rio, dia masih berada ditempat duduk yang sama, tidak menggeser sama sekali.


"Itu hakku! Bukan hakmu Reymond! Dia putriku! Aku tahu mana yang baik untuk putriku itu! Sekarang kau pergi dari sini! Bawa semua pasukanmu! Jangan menganggu acara ijab kabul ini!" perintah Mawan dengan tangan yang sudah menunjuk pada pintu gerbang.

__ADS_1


"Tidak! Aku tidak akan pulang, kalau Bapak tidak membubarkan acara ini!" bantah Reymond.


Tangan Mawan kembali mengepal, sudah berniat untuk kembali menonjok pipi sebelahnya. Namun berhasil Reymond tepis.


"Kurang ajar!"


Mawan menarik kerah Reymond keatas dan memojokkan tubuhnya kearah sisi tembok. Meskipun tubuh Reymond sudah bertambah kekar, tapi tubuh Mawan masih lebih besar dari dirinya.


Ali dan Aldi mencoba menghentikan aksi Mawan, tapi mereka langsung diserang oleh seseorang dari belakang. Mereka adalah penjaga didepan tadi, yang berhasil mereka kalahkan namun sekarang mengajaknya kembali berkelahi, mereka berempat kembali berkelahi di luar gedung.


"Kalau kau, tidak ingin pergi dari sini dan meninggalkan putriku. Hari ini, aku akan membunuhmu!" ancam Mawan.


Deg......


Salah satu tangan besarnya sudah menyangga leher Reymond, berusaha untuk mencekiknya.


Mata Indah terbelalak. "Papah! Apa yang Papah lakukan, jangan sakiti Mas Reymond!" pekik Indah, tubuhnya mulai memberontak dari dekapan Jojo.


Mawan sudah berusaha mencekik Reymond dan mengeluarkan seluruh tenaganya, kedua tangan Reymond mencoba melepaskan satu tangan Mawan yang berada pada lehernya itu, tapi justru bukannya berhasil. Sekarang Mawan mengunakan kedua tangannya, seakan sudah punya niat untuk melenyapkan pria didepannya.


Rio tersenyum lebar, betapa senangnya melihat Reymond diperlakukan seperti itu. Kalau Mawan berhasil melenyapkan Reymond, dia juga berhasil menikah dengan Indah. Benarkan?


Astaga! Bagaimana ini? Papah akan membunuh Mas Reymond, aku harus cari cara.


Matanya mulai berkeliling, entah apa yang dia cari. Asalkan bisa membebaskan suaminya itu.


Yang pertama dia lakukan adalah melepaskan dekapan Jojo dari belakang tubuhnya, Indah mulai memberontak.


"Pak, Jojo. Lepaskan aku, Pak," pinta Indah.


Jojo tidak menghiraukan ucapan dari Indah. Tubuh Indah memutar tubuhnya, dan kini wajah Indah berhadapan dengan Jojo. Indah menarik rok batiknya sampai keatas lutut, dengan cepat kakinya berayun dan menghentakkan pada junior Jojo didalam celana.


Bugggg....


"Aaww!" pekik Jojo seraya melepaskan tubuh Indah dan memegang kantong menyan.


Indah langsung berlari menuju meja, yang lumayan dekat dengan Reymond dan Mawan. Mungkin bisa dibilang posisi meja itu berhadapan. Wajah Reymond sudah memerah, dan sudah sesak nafas.


Tangan Indah meraih gunting diatas meja, dia menodongkannya didekat perutnya sendiri. "Papah! Hentikan! Kalau tidak aku akan bunuh diri!" pekik Indah.


Deg.....


Mawan memutar kepalanya, karena dia menghadap kearah belakang. Matanya terbelalak.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan, Indah?!" seru Mawan, tapi tangannya masih berada di leher Reymond.


Semoga dengan begini Papah akan melepaskan Reymond.


Batin Indah dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Lepaskan Mas Reymond atau aku yang akan mati!" ancam Indah yang makin menempelkan benda itu pada baju kebayanya.


Mawan langsung melepaskan kedua tangannya.


"Uhuk .... Uhuk ... Uhuk."


Akhirnya nafas yang tadinya tersendat, sekarang bisa menjadi normal kembali. Reymond mengelus-elus dadanya.


Rio berjalan perlahan menghampiri Indah sama halnya dengan Mawan.


"Kalian berdua jangan mendekat!" sergah Indah dengan salah satu tangannya mengarah pada tubuh mereka berdua.


Mawan dan Rio langsung menghentikan langkah kakinya.


"Sayang, jangan lakukan itu!" teriak Reymond dengan wajah cemas.


Dia mencoba berlari menuju Indah, namun dicegah oleh Mawan.


"Sayang jangan menyakiti dirimu sendiri!" teriak Reymond.


"Papah mohon ... Jangan lakukan itu sayang," pinta Mawan.


"Aku benci Papah! Papah berbohong padaku! Papah bilang ingin mengajakku liburan dan bersenang-senang! Tapi Papah malah berniat menikahkan aku dengan dia!" tunjuk Indah pada wajah Rio.


"Indah ... Niat Papah itu baik. Ingin kita bersama, aku sangat mencintaimu, aku juga mampu membahagiakan kamu dan Bayu," ucap Rio.


"Diam kau! Aku tak mau mendengarkan apa-apa dari mulutmu!" sergah Indah.


Gunting itu masih dia sodorkan diatas perut.


"Maafkan Papah sayang, Papah melakukan ini karena Papah sayang padamu. Percayalah pada Papah, habis menikah dengan Rio kita juga bisa liburan bersama," ucap Mawan dengan lembut mencoba merayu Indah.


"Persetan dengan semua! Aku tidak mau liburan atau kemanapun! Mulai sekarang, aku tidak akan percaya dengan omongan Papah lagi! Dari dulu ... Papah memang tidak sayang padaku," ucap Indah sambil menanggis.


"Tidak sayang, Papah lakukan itu karena Papah sayang padamu. Sungguh!"


^^^Kata: 1011^^^

__ADS_1


__ADS_2