
Setelah Rendi keluar dari ruangan Indah dia masuk ke dalam ruangan mertuanya yang berada tepat di samping untuk mengecek keadaanya, Rendi melihat ibu mertuanya sedang terlelap tidur seorang diri. Dia langsung keluar lagi dan berjalan keluar rumah sakit lalu dia bertemu dengan Dion yang baru saja keluar dari mobil dan berkata. "Bapak mau ke mana?" tanya Dion asistennya,
"Aku mau cari makanan di sekitar sini." Ucap Rendi sambil melihat sekeliling rumah sakit yang sepi itu.
"Biar saya yang belikan Pak?" ucap Dion menawarkan.
"Nggak usah kamu tunggu di sini saja." Ucap Rendi menolak. Lalu dia melihat tepat di seberang jalan depan rumah sakit ada sebuah restoran yang buka 24 jam.
Rendi langsung menyebrang jalan dan masuk ke restoran itu. Di restoran masih ada beberapa orang yang sedang mengopi dan makan juga di sana.
Lalu Rendi di hampiri oleh seorang pelayan wanita dan berkata. "Bapak mau pesan apa silakan duduk." Ucapnya mempersilahkan duduk dan memberikan buku menu. Rendi langsung duduk dan melihat beberapa menu di dalam buku tersebut.
Indah suka makanan apa ya?
Namun tatapan langsung ke arah menu soto.
"Aku pesen soto ayam satu sama soto babat satu di bungkus ya Mbak." Ucap Rendi yang memesan dua menu untuk dirinya dan Indah.
"Sekalian pakai nasi atau tidak Pak?" tanya pelayan restoran lagi.
"Bungkuskan satu nasi saja ya." Ucap Rendi kembali.
"Baik Pak mohon di tunggu." Pelayan itu pun pergi untuk menyiapkan pesanan Rendi
***
Setelah selesai membeli soto Rendi kembali ke rumah sakit dan masuk ke dalam ruangan Indah.
__ADS_1
Terlihat Indah sedang duduk menunggu sambil menyenderkan bahunya di ranjang tempat tidur. "Aku belikan kamu soto. Apa kamu suka soto?" tanya Rendi yang baru masuk serta meletakan bungkusan soto itu di atas meja dekat tempat tidur Indah. "Iya aku suka Mas terimakasih ya?" Ucap Indah tersenyum.
"Kamu mau soto babat atau ayam?" tanyanya lagi. "Aku bisa milih nih Mas?" ucap Indah yang begitu senang sambil memandangi bungkusan yang Rendi taruh di atas meja.
Rendi pun mengangguk sambil tersenyum.
Baru kali ini aku lihat senyuman itu untukku.
Gumam Indah dan membalas senyuman Rendi.
"Ayam saja Mas." Rendi langsung mengambil soto yang sudah ada di dalam cup dan membukanya,
"Nih." Ucapnya sambil menyerahkan. Rendi duduk di bangku kecil di dekat Indah. Indah memegang mangkuk soto dan mulai menyuap untuk suapan pertama di mulutnya.
"Kamu mau pakai nasi? Aku tadi sekalian beli
"Eemm.. Mas nggak makan juga?" tanya Indah.
"Oh iya deh." Ucap Rendi langsung mengambil soto dan ikut makan bareng.
Sesekali Indah melirik ke wajah Rendi dengan keringat di sekitar wajah dan rambutnya, membuat Indah terpesona. Kemudian Rendi mengambil tisu di atas meja untuk mengelap keringat di jidatnya,
Kamu benar-benar tampan Mas.
Jantung Indah kembali berdebar-debar.
Mereka pun melanjutkan makannya sampai habis.
__ADS_1
"Mas apa mamahku tahu aku di rumah sakit?" tanya Indah dan menaruh mangkuk bekas sotonya di meja samping tempat tidurnya,
"Sebenarnya aku ke sini sama ibumu." Ucap Rendi yang bangun dan membuang mangkuk bekas dia dan Indah di tempat sampah.
"Terus di mana mamah?" tanya Indah.
Rendi kembali duduk di kursi kecil di samping Indah dan menceritakan kejadian yang terjadi tadi sore.
"Apa Mas? Terus gimana keadaan mamah? Dan sekarang ada di mana?" tanya Indah cemas dan langsung menurunkan kakinya di atas tempat tidur namun langsung di cegah Rendi.
"Kamu nggak boleh kemana-mana." Ucap Rendi yang memegang lutut Indah. "Ibu kamu nggak apa-apa Ndah. Sekarang dia ada di ruang perawatan di samping kamar ini."
"Mas antar aku ke sana." Ucap Indah memohon dan menyentuh tangan Rendi yang berada di lututnya itu.
"Ibu kamu sedang tidur. Nanti besok aku antar kamu temui ibumu. Itu juga kalau di bolehin sama suster."
Mamah pasti syok banget. Ini nggak bagus untuk keadaannya, kenapa sih papah harus hadir di hidupku lagi.
Gerutu Indah.
"Kamu mending sekarang tidur dan Istirahat. Aku juga sudah mengantuk." Ucap Rendi, Indah mengangguk dan berbaring di tempat tidur.
"Apa kamu mau pulang Mas?" tanya Indah menoleh ke arah Rendi.
"Nggak. Aku tungguin kamu di sini." Ucap Rendi berdiri dan kembali ke sofa lalu dia berbaring untuk tidur.
Semoga mamah baik-baik saja.
__ADS_1
Gumam Indah sambil memandang keatas plafon dan perlahan mulai memejamkan mata dan tidur.