Menikah Di Atas Perjanjian

Menikah Di Atas Perjanjian
Episode 19. Ketemu di Mall


__ADS_3

"Indah kamu ngerti maksudku kan?" sambungnya lagi, karena sedari tadi Indah belum menjawab ucapannya.


"Kamu tenang aja Mas, aku sama mamah akan pergi dari rumah kamu secepatnya." Jawabnya dengan jelas. Indah kembali berbaring dan tidur, Rendi juga menaruh ponselnya dan tidur.


***


Keesokan harinya Rendi bangun tanpa alarm di handphonenya karena hari ini, hari minggu jadi dia bangun siang. Dia meraih ponselnya dan melihat sudah pukul jam 10, Rendi bangun dan pergi mandi.


Setelah selesai dia berjalan ke meja makan untuk sarapan yang mungkin sudah jadi waktu makan siang, dia makan sendirian dan Rendi baru sadar kalau rumahnya terasa sepi seperti tidak ada orang dia pun langsung memanggil istrinya itu, "Indah." Panggil Rendi, namun tak ada jawaban.


Rumah sepi amat, Indah sama ibunya kemana ya.


Gumamnya sambil menyelesaikan makannya, setelah itu dia berjalan ke dapur. Dan menghampiri pembantunya yang sedang mencuci piring.


"Bi... Indah sama ibunya kemana ya kok rumah sepi banget." Tanya Rendi.


"Mbak Indah tadi pagi pergi sama ibunya Pak sambil bawa koper." Jawab pembantunya.


"KOPER." Ucap Rendi kaget lalu dia meneruskan. "Bibi nggak tanya emang dia mau kemana?"


"Mbak Indah bilang mau pulang ke rumahnya Pak."


Indah sudah pulang? Hah secepat ini? Apa semalam aku seperti mengusir dia dan ibunya ya. Gumam Rendi.


Lalu kembali ke meja makan untuk mengambil ponselnya kemudian menelepon Indah. Dia menelepon beberapa kali tidak di angkat sampai akhirnya.


***


Di rumah Indah


Dret... Dret... Dret... Handphone Indah yang tertinggal di meja kamar ibunya. Ibunya kemudian melihat dan langsung segara menggangkat telepon.


"Indah kamu udah pulang?" Tanya Rendi dari telepon.


"Ren ini mamah." Jawab ibunya Indah.


"Oh mamah, maaf mah aku kira Indah. Mamah sama Indah pulang kok nggak ngomong dulu sama aku."


"Indah bilang udah izin sama kamu Ren, mamah juga nggak tau kenapa Indah ngajak mamah pulang ke rumah pagi tadi. Apa kamu berantem sama indah? Apa ini ada urusannya sama mamah yang mau tinggal di rumahmu?" tanya ibu mertuanya.

__ADS_1


"Nggak kok mah, aku baik-baik aja sama Indah Dan aku jugakan udah bilang kalau aku senang mamah bisa tinggal bareng sama aku. Terus sekarang Indahnya kemana mah aku mau ngomong sama dia."


"Indah pergi sama Nella temannya. Handphone nya ketinggalan di kamar mamah."


"Oh ya sudah kalau Indah udah pulang mamah bilang saja aku telepon ya, aku tutup teleponnya ya mah. Mamah jaga kesehatan di sana."


"Iya Ren." Menutup telepon.


"Ah Indah ini, kenapa mengajak pulang nggak izin dulu sama suaminya, Rendi kan jadi khawatir." Ucap ibu Indah yang lalu menaruh ponsel Indah kembali di meja.


***


Indah pergi mengantar Nella berbelanja di Mall, hampir sampai setengah hari mereka berkeliling untuk mendapatkan apa yang Nella inginkan, dan ternyata mereka bertemu teman kuliahnya.


"Hai Indah, lama nggak ketemu apa kabar lu?" Sapa Dimas teman kuliahnya dan di sampingnya juga ada Rio.


"Baik Mas. Kamu sendiri?" Indah balik tanya.


"Gue juga baik. Oya kebetulan ada kalian kita makan bareng yuk." Mengajak.


Merekapun ikut makan di cafe terdekat sekitaran Mall, Indah dan Rio hanya bisa bertatap muka tanpa mengucap sepatah katapun.


Kenapa ada Rio juga sih, aku kan jadi nggak enak, terakhir ketemu pasti dia kecewa banget sama aku.


Padahal Rio ini termasuk pria yang populer di kampusnya, dan sebenarnya di hati kecil Indah juga terdapat rasa untuk Rio, tapi dia mencoba untuk menghilangkan rasanya terhadap Rio. Karena sekarang statusnya adalah kakak ipar Rio.


Dimas yang mengerti akan perubahan sikap Rio, dia bersikap biasa saja karena Rio sendiri sering bercerita tentang Indah. Dan suasananya pun menjadi canggung.


"Rio kok lu diem aja sih dari tadi." Menepuk pundak Rio.


"Ya gue harus ngomong apa Mas." Jawab Rio sinis sambil melihat wajah Indah.


"Oh iya Ndah denger-denger lu udah nikah ya. Kok nggak ngundang gue sih?" tanya Dimas.


Dimas pasti udah tau dari Rio. Gumamnya, dan berkata, "Iya Mas maaf ya."


"Aku ke toilet sebentar ya temen-temen." Sambung Indah lagi. Melihat Indah pergi Rio pun ikut pergi dan mengikutinya.


"Eh Rio kamu mau kemana?" Tanya Nella.

__ADS_1


"Udah biarin aja Nell, biar dia selesaikan urusannya." Sahut Dimas.


"Lah emang Indah sama Rio ada masalah apa?"


"Emang lu nggak tau?" Tanya Dimas lalu Nella hanya menggeleng kepala. Kemudian Dimas bercerita.


"Indah." Panggil Rio yang mencoba menghentikan langkah kakinya, Indah langsung berbalik badan. "Indah gue mau bicara sama lu." Lanjutnya.


"Tapi aku mau ke toilet dulu Rio." Indah kembali berjalan dan masuk ke dalam toilet.Setelah beberapa menit Indah keluar dan berjalan, lalu dia melihat Rio sedang menunggunya di kaca platfrom Mall, Indah menghampirinya.


Kira-kira apa yang mau Rio bicarakan ya?


"Indah kita cari tempat untuk bicara ya?" ajak Rio sambil memegang tangan Indah namun dia menolak.


"Kita ngomong di sini aja." Ucapnya.


"Indah lu harus jelasin semuanya, kenapa lu bisa menikah dengan kakak gue." Tanya Rio dengan serius.


"Apa yang mesti aku jelasin Rio." Tegas Indah.


"Ya emang kita nggak ada hubungan apa-apa tapi lu taukan gimana perasaan gue sama lu Ndah."


Indah mengangguk. Iya aku tau kamu kecewa sama aku Rio.


"Apa nggak ada sedikitpun rasa di hati lu buat gue. Kenapa lu tega sama gue Ndah, kalaupun lu mau nikah. Kenapa harus sama kakak gue sendiri, kenapa nggak sama orang lain aja." Ucap Rio memegang tangan Indah .


"Aku nggak ada maksud buat nyakitin kamu Rio, dan aku juga nggak tau kalau mas Rendi kakak kamu. Dan maaf soal menikah itu masalah pribadiku jadi aku nggak bisa cerita sama kamu." Jelas Indah


Kalau aku cerita sama kamu, sama aja aku cari mati. Gumamnya,


Setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulut Indah Rio langsung terdiam, entah apa yang dia pikirkan.


"Itu kan kak Rendi." Kata Rio dengan tiba-tiba, Indah langsung melihat kearah yang Rio lihat.


Terlihat Rendi yang sedang menunggu Siska berbelanja sambil membawa beberapa paper bag.


Hah iya itu mas Rendi, dia sedang belanja juga di sini.


Gumam Indah, tak lama Siska menghampiri Rendi.

__ADS_1


"Siska, ngapain dia ke sini sama Siska." Ucap Rio marah dan langsung berlari menghampiri kakaknya.


"Siska? Itukan perempuan yang sama dengan kemaren di restoran dan seperti nya dia...." Indah yang mencoba mengingat-ingat wajah Siska di masa lalu.


__ADS_2