Menikah Di Atas Perjanjian

Menikah Di Atas Perjanjian
Episode 42. Keduluan Orang Lain


__ADS_3

"Gue mau ngajak Indah ke pesta bareng. Besok Kak." Jawab Rio mendekati kakaknya.


"Ngapain lu ajak Indah, kenapa nggak pergi sendiri saja." Sahutnya ketus.


"Mas..." Ucap Indah pelan dan berjalan satu langkah. "Ini pestanya Nella, kamu tau dia kan?" tanya Indah dengan hati-hati, "Apa aku boleh ke sana bareng Rio? Karena Nella mengundang kami berdua. Ini Undangannya," Indah menjulurkan tangannya memberi undangan tapi Rendi hanya melihat tanpa mengambilnya.


"Pak maaf ini pesenan Bapak taruh di mana?" tanya Dion menghampiri Rendi sambil memegang paper bag besar.


Rendi menoleh. "Bawa ke kamar," ucapnya kemudian berjalan tanpa expresi dan meninggalkan Rio dan Indah.


Paper bag yang Dion bawa adalah stelan jas dan gaun untuk Indah yang Rendi beli untuk acaranya besok.


Indah menurunkan tangannya.


Sepertinya mas Rendi nggak ngizinin.


Rio melihat wajah Indah yang terlihat sedih tapi entah kenapa rasanya wajah Indah menjadi sangat imut. "Ah.. Hahaha." Seketika Rio tertawa. "Lu tenang saja Ndah, nanti di dalam mamah pasti bakal ngomong ke kak Rendi dan kak Rendi bakal izinin lu." Ucap Rio menenangkan hati Indah.


"Tapi aku nggak yakin Rio, kamu kan lihat sendiri expresinya gimana? Aku kasih undangan saja dia mengabaikan ku."


"Ah lu kayak nggak tau aja sifat kakak gue." Kemudian mereka berjalan masuk ke dalam rumah.


Lagi-lagi aku ke duluan, padahal kan aku mau datang ke acara pak Hadi bersama Indah.


Dalam hati Rendi, setelah masuk dia melihat ibunya sedang menonton televisi bersama mertuanya.


"Mah." Kata Rendi, kedua ibu-ibu itu menoleh.


"Kamu sudah pulang Ren, kok tumben pulang malam." Ucap Sarah berdiri menghampiri Rendi, Rendi bersalaman kepada keduanya.

__ADS_1


"Iya Mah, hari ini aku sibuk banget di kantor." Jawab Rendi sambil memijit-mijit tengkuknya yang merasa sakit. "Mamah kok malam-malam ke sini?" tanya Rendi ke Santi.


"Iya Ren, Mamah malam ini mau menginap di rumah kamu boleh kan?" tanya ibunya sambil mengangkat-ngangkat kedua alis matanya, seakan memberi sinyal supaya Rendi tidak menolaknya.


"Boleh, tapi kenapa Mah?" tanya Rendi lagi.


Kemudian Santi menatap wajah Sarah.


Santi menarik lengan Rendi dan berbisik di telinganya, "Papah hari ini keluar kota selama seminggu."


"Oh." Rendi manggut-manggut, "Tapi Mamah menginap nggak sama Rio juga kan?" tanya Rendi yang seolah-olah tidak mau kalau adiknya menginap.


"Nggak Kak, lu tenang aja sih." Sahut Rio datang tiba-tiba bersama Indah yang berada di belakangnya.


"Lagian kalau Rio nginep di sini juga kenapa sih Ren? Kalian kan kakak beradik." Ucap ibu dari dua anak itu yang melihat kedua anaknya tidak pernah akur.


"Ya sudah Mah, Tante, Rio pulang dulu." Ucap Rio menyalami keduanya, dan melangkah kaki berjalan keluar.


"Ini jaket mu." Menghampiri Rio dan memberikan jaket dari tangannya.


Rio tersenyum. "Nanti besok gue jemput lu jam 7 ya." Indah mengangguk, Rio masuk ke dalam mobil dan mengendarai nya.


"Kamu hati-hati di jalan." Ucap Indah sambil melambaikan tangan.


***


Rendi berjalan masuk kekamarnya namun ibunya membuntut di belakang.


"Eh Mamah mau ngapain?" tanya Rendi ketika hendak menutup pintu.

__ADS_1


"Mamah mau mengobrol empat mata denganmu." Sahut Santi masuk dan menutup pintu. "Ren, Mamah minta kamu izinin Indah pergi sama Rio ya buat datang ke pesta Nella." Ucap Santi duduk di sofa.


"Jadi Mamah tau soal ini?" tanya Rendi yang duduk di samping ibunya.


Santi mengangguk, "Kamu jangan melarangnya, biarkan dia bersenang-senang dengan teman-temannya Ren." Ucap Santi mengenggam tangan Rendi dengan hangat.


Ah, ya sudah aku izinkan saja. Lagian kalau mamah yang sudah menyuruh aku nggak bakal bisa menolaknya.


Kemudian mata Santi mengarah ke kasur kecil yang berada di lantai, di kolong ranjang Rendi.


Santi bangun dan membungkuk. "Sejak kapan ada kasur di bawah sini?" tanya Santi sembari menarik kasur itu dengan kedua tangannya.


Lalu Santi pandangannya teralihkan kepada lemari kecil di samping lemari Rendi. "Mamah baru lihat ini lemari." Ucapnya mendekati lemari dan memegang gagang pintu lemari lalu lengannya di hentikan oleh Rendi.


"Mah... Mamah mau ngapain." Kata Rendi dengan gelagapan.


Santi melihat sikap Rendi yang tak biasa. Membuatnya makin penasaran, "Mamah mau lihat di dalamnya," Ucap Santi memaksa.


Haduh gawat nih kalau mamah tahu baju Indah ada di dalamnya.


Rendi sudah ketakutan seperti maling yang hampir tertangkap.


"Di dalam lemari hanya ada celana d*l*m aku Mah, aku malu. Jangan di buka ya." Ucap Rendi memohon.


Santi melepaskan gagang lemari. kemudian pandangannya lagi-lagi teralihkan oleh paper bag yang berada di lantai, di samping lemari itu.


Santi mengambil salah satunya dan berkata. "Ini kan tas-tas baru Indah kok taruh di bawah." Kali ini mata Santi sudah melotot seakan ingin keluar.


...💜Jangan Lupa Like💜...

__ADS_1


...😍Masukkan Ke Daftar Favorit Juga Ya😍...


__ADS_2