Menikah Di Atas Perjanjian

Menikah Di Atas Perjanjian
Episode 41. Undangan II


__ADS_3

"Ah itu pasti Rendi." Ucap ibu Indah kemudian bangun hendak membuka pintu dan ternyata itu bukan Rendi melainkan Santi dan Rio.


"Bu Sarah." Ucap Santi ketika di bukakan pintu, kemudian memeluk besannya, "Apa kabar Bu?"


"Alhamdulilah saya baik, Ibu sendiri?" Sarah menanya balik.


"Saya juga baik." Lalu Santi menoleh ke belakang badan Sarah dia melihat menantunya yang sedang fokus makan dengan lahapnya, Santi langsung berjalan menghampiri Indah.


"Ah kamu?" tunjuk Sarah mengingat-ingat wajah Rio yang pernah dia lihat di rumah sakit.


"Saya Rio Tante," ucapnya langsung mencium tangan. "Saya adiknya kak Rendi."


"Oh Rendi punya adik." Sarah tersenyum, "Panggil Mamah saja, ya sudah hayu ke dalam, pas banget Mamah sama Indah mau makan." Ucap Sarah mempersilahkan masuk.


"Haduh menantu Mamah berapa hari sih nggak makan?" tanya Santi tiba-tiba membuat Indah kaget dan ternganga dengan mulut yang masih berisi makanan.


"Eh Mamah." Ucapnya kemudian mengunyah cepat dan menelan nasi dengan kasar di tenggorokan.


Indah hendak bersalaman tapi tidak jadi karena melihat tangannya kotor bekas makanan. "Nggak usah sayang, nggak papa kamu lanjut makan saja." Ucap mertuanya mengelus lengan Indah.


"Malam Indah." Sapa Rio yang datang bersama Sarah.


"Eh kok kamu sini." Tunjuknya merasa keheranan.


"Pertanyaan macam apa ini?" tanya Rio sedikit cemberut.


"Hahaha.. Maaf Rio aku hanya kaget liat kamu dateng tiba-tiba." Ucap Indah sambil tertawa.


"Lebih baik kita makan bersama." Kata Sarah mengambil piring, kemudian Rio duduk di samping Sarah.

__ADS_1


"Wah pas banget Bu, saya belum makan juga." Ucap Santi yang sudah mulai ngiler melihat makanan di depan matanya.


"Iya Mah, Mamah harus cobain masakan Mamahku." Indah kemudian menuangkan beberapa nasi dan lauk untuk mertuanya. "Di jamin enaknya nggak ketulungan." Ucap Indah dengan kata-kata yang menjanjikan.


"Ah kamu berlebihan Ndah." Sahut ibunya malu-malu. "Indah kamu sama Rio saling kenal?" tanya Sarah memulai makan.


"Rio teman kuliahku Mah." Jawabnya, kemudian berkata. "Aku cuci tangan dulu ya Mah." Ucap Indah berdiri.


"Indah apa kita bisa ngobrol sebentar?" tanya Rio tiba-tiba.


"Bisa." Indah kemudian ke dapur hendak mencuci tangan.


"Rio kamu nggak makan?" tanya Sarah yang melihat Rio hanya menuang air putih.


"Iya sayang kamu makan juga, ini masakan mamah Sarah enak banget." Ucap Santi dengan pipi bakpao karena terisi makanan.


"Ah nggak Mah, Rio masih kenyang." Kemudian Indah datang sehabis mencuci tangannya, "Kita ngobrol di luar saja Ndah." Indah menjawab dengan anggukan kepala, dia langsung membuntut di belakang Rio.


"Jadi apa yang mau kamu obrolin Rio?" tanya Indah memulai pembicaraan.


Masa iya gue bilang kalau gue kangen sama dia?


Rio menghembuskan nafas. "Ada undangan dari Nella Ndah, dia mengajak kita pergi bareng ke pestanya," ucap Rio menyentuh jari jemarinya sambil menatap wajah Indah.


"Mana undangannya?" tanya Indah seraya menadah tangan.


Rio merogoh kantong jaket jeansnya dan memberikan undangan ke tangan Indah.


"Pesta? Dalam rangka apa?" tanya Indah ketika membaca isi surat undangan.

__ADS_1


"Ulang tahun, dan keluarganya juga ngadain pesta untuk perusahaan ayahnya, kata Nella sih gitu."


"Tapi memang nggak papa kalau kita datang? Kayaknya acaranya bakal formal, akan banyak CEO dan bos-bos juga di sana." Ucap Indah sambil memeluk diri sendiri karena anginnya tiba-tiba terasa dingin menusuk tulangnya.


Rio melepas jaket dan memakaikan ke bahu Indah. "Pakai ini." Ucapnya, Indah tersenyum simpul. "Nella juga mengundang semua anak kampus, masa lu sendiri yang sahabatnya nggak dateng." Ucapnya melanjutkan.


Aku sih pengen banget sebenarnya, tapi nanti aku harus pakai baju apa? Aku sendiri tidak punya gaun. Ah mungkin aku bisa pakai dress yang dulu mas Rendi belikan.


Pikirnya dalam hati sambil manggut-manggut, kemudian Rio berjalan dan membuka bagasi mobil untuk mengambil sebuah kotak dan memberikan pada Indah.


"Ini apaan Rio?" tanya Indah memegang kotak. Lalu Rio membuka kotak di bagian atasnya, "Ini gaun buat lu ke pesta."


Indah menjembreng gaun pendek model off shoulder warna abu-abu dengan hiasan cantik di bagian atasnya, "Sepertinya, gaun ini terlalu cantik untukku Rio. Kayaknya aku ragu untuk memakainya," jawabnya tidak terlalu senang, karena dia merasa tidak percaya diri.


"Malah menurutku gaun sama lu masih cantikan elu Ndah." Gombal Rio sambil cengengesan.


"Aku serius Rio." Ucap Indah sedikit kesal sambil mencubit lengan Rio.


"Aaww sakit." Teriaknya sambil mengelus-elus lengan sisa cubitan. "Terus lu mau pakai baju apa? Padahal gaun ini mamah yang ambil dari butiknya sendiri lho Ndah." Rayu Rio seraya memegang gaun yang ada di tangan Indah.


"Jadi gaun ini dari mamah Santi?" Rio mengangguk.


Kalau bener dari mamah Santi aku nggak bisa menolaknya.


"Gimana? Deal kan?" tanya Rio seraya menyentuh tangan Indah.


"Tapi aku harus izin dulu ke mas Rendi." Jawab Indah.


"Izin apa?" Tanya Rendi yang tiba-tiba datang menghampiri mereka berdua dengan expresi lempeng, mereka langsung menoleh dan berdiri secara bersamaan.

__ADS_1


...💜Jangan Lupa Like💜...


...😍Dan Masukan Ke Daftar Favorit😍...


__ADS_2