Menikah Di Atas Perjanjian

Menikah Di Atas Perjanjian
(Season 2) 68. Tebar pesona


__ADS_3

"Biasa, Om. Masalah kerjaan, aku ingin menjalin kerjasama dengan beliau," sahut Reymond dengan santai.


"Apa nama kantormu?"


Rizky tersenyum kesal pada Andra, "Dia CEO di kantorku, Om. Yasudah kami tinggal dulu, aku ingin mencicipi makanan," ucap Rizky seraya menarik tangan Reymond.


Dia sudah merasa lelah dengan sikap Andra yang punya segudang pertanyaan. Jalan ninja mereka adalah pergi, Rizky mengajak Reymond untuk makan dulu. Karena perutnya terasa lapar.


Mereka sudah duduk bersebelahan di kursi dengan meja persegi empat besar ditengah. Tidak perlu mengambil makanan dan minuman, sang pelayan sudah memberikan beberapa menu untuk mereka dan menaruhnya diatas meja.


Rizky langsung memakannya, tanpa melihat jenis makanan apa saja, mau berat atau ringan. Dia masukkan semua kedalam mulut, lapar atau rakus si Rizky ini?


"Makan dulu Rey, lapar gue," ucap Rizky seraya mengunyah.


Reymond mengangguk, matanya masih sibuk berkeliling. Tangannya meraih secangkir kopi seraya menyeruput, tapi tiba-tiba dia tersendak kala mendengar.


"Mas ... Kau memang pria yang baik. Terima kasih, aku sangat mencintaimu."


Deg....


Suara yang terdengar begitu manja dengan sedikit desahan itu, masuk ke rongga telinga Reymond.


"Uhuk ... Uhuk ... Uhuk." Cairan kopi itu mengalir dari bibir sampai dagu Reymond, dengan cepat dia menarik secarik tissue diatas meja dan menyekanya, cangkir kopi itu dia letakkan kembali diatas meja.


"Lu kenapa sih?" tanya Rizky, mulutnya dipenuhi oleh makanan.


Karena penasaran dan suara wanita itu cukup menganggu di telinga Reymond, dia menoleh kesamping kiri. Kesumber suara, matanya langsung terbelalak.


Siska, Haris! Ketemu juga kalian disini!


Batin Reymond senang.


Siska tengah bergelayut dengan manja dan mengusap-usap wajah Haris, Haris tampak begitu senang juga. Dia menciumi tangan Siska.


Reymond menepuk-nepuk pundak Rizky, "Apaan sih lu?" tanya Rizky, dia merasa terganggu.


Reymond memiringkan tubuhnya, supaya lebih dekat dengan Rizky, "Riz! Lihat!"


Matanya melirik kesamping memberitahu orang yang sedari tadi mereka cari. Rizky meminum segelas jus jeruk diatas meja dan menenggak habis.


Rizky dan Reymond bangun seraya berjalan menghampiri meja sebelah, tepat sepasang kekasih itu tengah bermesraan, mereka kembali duduk didepan dan saling berhadapan dengan Siska dan Haris.


"Siska, cantik. Apa kabar kamu?" tanya Rizky dengan sapaan dan tatapan genitnya.


Haris dan Siska terbelalak kaget. Karena tiba-tiba melihat kedua pria itu sudah berada didepan mata.

__ADS_1


Siapa mereka.


Batin Haris.


Dia Rizky, kan? Siapa pria disampingnya? Tampan sekali.


Batin Siska.


Haris menoleh pada wajah kekasihnya, "Kamu kenal dengannya?"


"Tentu kenal. Dia dulu mantan kekasih temanku, Pak," sergah Rizky.


Haris mengerutkan dahi, tapi dia masih belum percaya dengan ucapan Rizky. Dia takut Siska punya pria idaman lain. "Benar, tidak?"


Siska mengangguk. "Benar, Mas. Dia Rizky, temannya mantan pacarku."


Tangan Rizky terulur pada Haris, ingin mengajaknya berkenalan. "Perkenalkan saya Rizky Gumelang, Pak."


Haris membalas uluran tangannya, "Saya Haris Kurniawan."


Reymond ikut mengulurkan tangan dan mengajak berkenalan juga. "Aku, Reymond."


Haris membalasnya, "Haris."


"Kalian ngapain kesini? Maksudku kenapa menemui aku dan pacarku?" tanya Haris.


Dia mencoba mengajaknya mengobrol tentang pekerjaan, supaya Reymond bisa melancarkan aksinya. Reymond sudah mengibaskan rambutnya kesamping dengan tangan yang mengelus rambut, dia sedikit merapikan jas yang ia kenakan, terlihat seperti tebar pesona didepan wajah Siska. Reymond juga sengaja duduk berhadapan dengannya, supaya Siska bisa lebih puas memandangi.


Mata Siska sampai tidak berkedip, selain mencintai uang. Dia juga lemah ketika melihat pria tampan.


Reymond namanya tadi? Seperti seumuran Rendi, aura dia juga mirip dengan Rendi. Tapi jauh lebih tampan, tubuhnya juga kekar.


Batin Siska memuji.


Kalau dilihat dari wajah Haris, memanglah jauh sekali dengan Reymond yang super menawan. Walau karena sentuhan Dokter. Usia Haris sudah matang, bahkan seumuran dengan Andra.


Reymond juga sadar Siska memperhatikannya, salah satu matanya berkedip dan tersenyum padanya, membuat pipi Siska merona. Tapi dia memalingkan wajah, melihat kearah Haris.


Ayolah Jalang sialan! Kenapa kau sok jual mahal! Wanita bekas dan kotor sepertimu harus segera mati.


Gerutu Reymond kesal, dia sedari tadi berusaha bersikap ramah dan berakting. Sejujurnya dalam hati, sudah sangat emosi. Ingin segera mencekik leher wanita didepannya.


"Mas, Haris. Aku ke toilet sebentar ya?" pamit Siska meminta izin..


Haris menoleh padanya. "Mau aku antar?"

__ADS_1


Siska sudah bangun dan berdiri. "Tidak, aku sendiri saja. Hanya sebentar, kok. Mau merapihkan make up."


"Oh yasudah, jangan lama-lama."


Siska mengangguk dan berjalan menuju toilet Hotel, mata Reymond mengikuti seiring lekukan tubuh itu berjalan.


Rizky masih sibuk mengalihkan pikiran Haris dan terus mengajaknya mengobrol. Tangan Reymond mengelus paha Rizky sekilas, memberi kode.


Dia bangun dari duduknya, "Sebentar, Riz. Gue mau temui teman gue disana." Reymond ngasal saja menunjuk seorang tamu undangan.


"Oke," sahut Rizky.


Reymond langsung mempercepat langkah kakinya menghampiri arah yang Siska lewati menuju toilet. Dia berlari kecil untuk sampai didepan pintu toilet.


Toilet pria dan wanita, saling berhadapan. Siska seperti sudah masuk kedalam. Reymond menyenderkan punggungnya disisi tembok toilet pria. Menunggu toilet didepan terbuka dan bertemu dengan Siska.


Setelah beberapa menit dia menunggu, akhirnya Siska keluar dari pintu, dia tampak lebih cantik. Make up-nya sudah ia tambal.


Siska sudah melangkah hendak meninggalkan toilet, tapi dengan cepat tangan Reymond menariknya. Hingga mereka saling berhadapan, punggung Siska menempel pada tembok.


Reymond menenggok kanan-kiri, terlihat tidak ada siapa-siapa. Hanya ada dia dan Siska, sepertinya akan aman jika sekarang dia mulai merayunya.


"Kau Siska? Cantik sekali. Boleh kita berteman?" tanya Reymond dengan nada lembut.


"Boleh."


Tangan Reymond mengelus lembut rambut Siska. "Apa kau ada waktu sekarang? Aku ingin berkencan denganmu," ucapnya menggoda.


Mata Siska terbelalak.


Kencan? Memangnya dia tidak tahu aku punya pacar? Dan kenapa baru saja bertemu sudah mengajakku berkencan?


Tanya Siska dalam hati.


Siska memandang wajah Reymond begitu dalam. "Kita baru saja bertemu, kenapa kau langsung mengajakku berkencan?" tanya Siska.


Reymond tersenyum kecil. "Kenapa memangnya, cantik? Oh. Kau punya pacar ya? Tadi Pak Haris itu pacarmu?"


"Iya."


Tangan Reymond mengenggam lembut tangan Siska. "Itu tidak masalah, lagian aku juga masih sendiri. Kau ada waktu?"


Aku tidak mengenalnya? Tapi kalau dia berteman dengan Rizky, berarti sama-sama pembisnis dan banyak uang. Tapi bukannya aku sudah berjanji dengan Mas Haris supaya setia padanya?


Batin Siska dilema.

__ADS_1


"Kau mikirin apa, cantik? Kita hanya berkencan saja, bukan? Aku tidak mengajakmu berselingkuh." Reymond melonggarkan sedikit dasinya dan membuka satu kancing kemeja didekat kerah, sengaja memperlihatkan dada bidangnya sedikit. Supaya terlihat lebih seksi.


__ADS_2