Menikah Di Atas Perjanjian

Menikah Di Atas Perjanjian
(Season 2) 114. Iblis dalam raga manusia


__ADS_3

Setelah dengar cerita dari Anton seluruh tubuh Reymond terasa begitu lemas. Buliran air mata itu berjatuhan, membasahi pipi mulusnya. Kalau dibilang sakit hati, jelas lebih dari sakit.


Ketika orang yang ia sayangi dan ia anggap pengganti orang tua. Justru itu sebaliknya, Andra bukanlah sosok pria pengganti Alex Pratama. Tapi ia hanya mengendalikan rasa sayang Rendi kepadanya, supaya bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.


Terkadang musuh bukan hanya orang lain, bisa dari diri kita sendiri dan lebih buruknya lagi kerabat dekat.


Reymond mengusap-usap dadanya, merasakan sesak. Hersa mengulurkan botol air mineral padanya, "Minum dulu, Pak."


Reymond segera mengambil dan menenggaknya sampai habis.


Ia mengatur nafas secara perlahan dan menyeka air mata.


"Anton," panggil Reymond.


Anton masih diposisi yang sama, bahkan Ali masih menempelkan pistol pada dahi tengahnya.


"Iya, Pak."


"Kenapa Om Andra sangat membenci Indah? Apa kesalahannya?"


"Itu berawal dari pertemuan mereka yang pertama, Pak."


Deg......


Pertemuan pertama?


Batin Reymond.


Reymond mengingat-ingat kapan pertama kali ia mengenalkan Indah padanya.


"Bukankah itu pada saat aku mengadakan acara peresmian kantor baruku. Aku lihat Om Andra terlihat biasa saja, Indah juga bersama denganku. Lalu ... Apa masalahnya?"


"Bukan itu, Pak. Pak Andra pernah bertemu dengan Nona Indah sebelum menikah dengan Bapak."


"Kapan? Pas dia masih jadi cleaning service?"


"Bukan ... Apa Bapak ingat, dulu Bapak kecelakaan dan menggiling motor didepan mini market? Saat itu Bapak sedang mabuk berat. Dion menghubungi Pak Andra untuk membantu membayar ganti rugi."


Deg......


Seketika Reymond mengingat kejadian masa lalu itu.


"Lalu, dia bertemu Indah disana? Sedang apa istriku?"


"Nona Indah adalah pemilik motor itu, Pak. Motor yang Bapak buat hancur."


Deg......


Mata Reymond terbelalak.


Apa?! Itu sudah lama sekali, tapi aku baru tau sekarang. Ternyata aku sudah menyakiti Indah jauh sebelum dia menjadi istriku. Maafkan aku, sayang.


Batin Reymond.


"Coba ... Coba katakan semuanya, lalu apa yang membuat Om Andra membencinya?"


"Iya ... Saat itu Dion mengirimkan uang pada Pak Andra, dia juga sudah memberikan uang tersebut pada Nona Indah. Tapi ... Di tengah perjalanan, Pak Andra menyuruh saya menyewa orang untuk menjambret tas yang berisi uang itu."


"Apa?!" pekik Reymond, kedua tangannya sudah mengepal. "Tega sekali dia pada istriku!"


"Iya ... Awal pertama kali bertemu, dia melihat Nona Indah adalah seorang gadis miskin. Dia juga mendapatkan informasi dari saya, kalau Nona Indah hanya tinggal di kontrakan bersama Almarhumah Bu Sarah. Bu Sarah saat itu sakit-sakitan ... Bu Sarah juga dulu bekerja sebagai cleaning service di kantor Bapak, pada saat masih di pegang oleh Pak Andra ... Namun, saat Pak Rendi memegang kantor. Saat itu juga Nona Indah mengantikan posisi Bu Sarah. Jadi ... Pak Andra pikir, Nona Indah sengaja melakukan hal itu demi bisa menikah dengan Bapak. Dalam artian, Nona Indah seperti mengincar Bapak untuk menjadikan dirinya seorang istri. Karena saat itu Bapak juga sedang mencari seorang istri," tutur Anton.

__ADS_1


Padahal penyebab aku menikah dengannya saja bukan karena itu.


Batin Reymond.


"Memang kau tidak tau Ayahnya adalah Papah Hermawan?"


"Tidak, saya tidak mendapatkan informasi itu."


Benar, aku juga saat itu tidak tau. Padahal aku menyebutkan nama Hermawan saat ijab kabul.


Batin Reymond.


"Coba teruskan lagi," ujar Reymond.


"Semenjak dia tau semuanya, Pak Andra menganggap Nona Indah hanya memanfaatkan kekayaan Pak Rendi ... Intinya saja begini, Pak. Dia tidak ingin Bapak jauh menyayangi orang lain dibanding dirinya, dia mau Pak Rendi hanya menurut padanya. Pak Andra adalah orang yang haus akan kekuasaan dan harta. Dia tidak mau Nona Indah yang akan menguasai harta Bapak. Tapi dia ingin, dialah yang menguasainya."


Deg......


Kini Anton sudah membongkar semua kedok Andra di masa lalu.


"Tamak! Dia manusia yang tamak! Bukan ... Dia bukan seperti manusia, Anton! Lebih tepatnya seorang Iblis dengan raga manusia! Aku tidak menyangka, dia bisa sejahat ini!" seru Reymond sambil geleng-geleng kepala.


"Memang itu kenyataannya, Pak."


Reymond menghela nafas dengan gusar.


"Oya, aku ingin bertanya lagi padamu. Sejak kapan kau tau aku adalah Rendi?"


"Sejak saya tau hasil tes DNA antara Bapak dan Bayu."


Deg......


Mata Reymond terbelalak. "Apa hasilnya?"


"Jadi ... Kau adalah orang yang menukar hasil itu?"


"Benar, Pak."


"Pakai darah siapa?"


"Saya ... Saya bergolongan darah O."


"Lalu kenapa kau bisa tau aku melakukan tes DNA?"


"Saya tidak tau, saya hanya di suruh oleh Pak Andra saja."


Berarti sejak dulu Om Andra sudah curiga padaku?! Dia pintar sekali bersandiwara! Berarti saat aku melihat wajah kesedihannya, dia hanya pura-pura? Dasar Iblis!


Gerutu Reymond.


"Kau pasti tau Siska di tembak, apa itu juga ulahmu?"


"Iya, saya yang menembaknya."


Akhirnya semua bisa terungkap, ternyata benar. Kuncinya adalah Anton, aku akan seret Anton dan Om Andra ke penjara!


Batin Reymond.


Reymond mengangkat bokongnya, "Ali ... Turunkan pistolnya." Ali segera menurunkan pistol itu.


"Pak, apa setelah semua yang saya katakan. Bapak akan membebaskan saya?" tanya Anton dengan wajah memelas dan penuh harap.

__ADS_1


"Tentunya tidak. Kau adalah kaki tangan Om Andra. Kau jelas sama jahatnya. Tapi terima kasih atas informasinya. Tenang saja, kau tidak akan aku bunuh," jelas Reymond.


"Ali, kau lakban lagi mulutnya. Lalu kita tinggalkan dia disini!" perintah Reymond.


Ali menuruti semua ucapannya, kini mereka semua keluar dari gudang dan menggemboknya.


Reymond melepaskan sarung tangannya dan mematikan perekam suara dari ponselnya, segera ia mengirimkan pada Harun.


"Selanjutnya, apalagi Pak?" tanya Hersa.


"Apa hasil tes DNA bisa keluar besok?"


"Bisa, Pak."


"Oke, kita akan susun rencana lagi."


Reymond mengatakan dan menjelaskan semua rencananya pada Harun, Hersa, Ali dan Aldi. Mereke hanya mengangguk-angguk paham.


***


Ketika semuanya selesai, Reymond memutuskan untuk mandi. Tubuh luar dan dalamnya terasa begitu panas.


Kakinya melangkah keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk diatas perut. Ia segera mengeringkan tubuh dan melepaskan handuk, hingga tubuhnya polos. Perlahan ia merangkak menaiki kasur dan kini berada diatas tubuh istrinya, terlihat Indah masih tertidur dengan lelap.


Tak ingin menganggu, Reymond mencium kedua pipi dan keningnya saja.


Cup.....


Cup.....


Cup......


"Aku mencintaimu, sayang," lirihnya pelan.


Tetesan air sisa mandi dari wajah Reymond menetes pada kelopak mata Indah, membuat wanita didepannya kini perlahan membuka mata.


"Mas ....," Bola mata itu sudah berkeliling pada sudut ruangan.


"Ini rumah Pak Rizky, kan?"


Reymond menatap wajah didepannya sambil tersenyum, "Iya, sayang."


"Pak Anton, bagaimana dia? Apa kau sudah tau pelakunya?"


"Sudah."


Indah memegangi kedua pipi Reymond. "Siapa? Siapa dia Mas? Apa Rio?!"


"Besok aku beritahu kamu sayang."


"Kenapa besok? Kenapa tidak sekarang saja?" tanya Indah penasaran.


"Iya, besok. Aku akan mengungkap semuanya, bukan hanya didepan kamu ... Tapi didepan semuanya."


Deg......


***


Selamat ulang tahun Indonesiaku yang ke 76 tahun 🇮🇩🇮🇩


Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen. Uhuyyyy.....

__ADS_1


^^^Kata: 1035^^^


__ADS_2