Menikah Di Atas Perjanjian

Menikah Di Atas Perjanjian
Episode 52. Yang Sebenarnya Terjadi


__ADS_3

Yang sebenarnya terjadi, sekitar jam 20.00 di malam yang sama juga Rendi datang untuk memenuhi undangan dari rekan bisnisnya pak Hadi Arianto, dia mengenakan stelan jas berwarna biru. Karena dia tidak jadi mengajak Indah akhirnya dia hanya datang bersama Dion Asistennya.


Tempatnya di sebuah Restoran mewah, mungkin kita bisa menyebutnya Restoran bintang lima milik dari pak Hadi sendiri. Rendi berjalan masuk bersama Dion, terlihat banyak sekali tamu yang sudah berdatangan.


"Selamat malam Pak Rendi, terima kasih Bapak menyempatkan untuk datang." Ucap Hadi mengulurkan tangannya, menyambut ke datangan Rendi.


"Malam juga Pak, Bapak santai saja." Sahut Rendi berjabat tangan.


Rendi duduk di sofa bergabung dengan rekannya yang lain.


"Permisi Pak, Bapak mau minum apa?" tanya seorang pelayan wanita yang menghampirinya dan memberikan buku menu.


"Saya mau americano satu," jawab Rendi tanpa melihat buku menu itu. "Kamu apa Dion?" tanyanya ke Dion yang berada di sampingnya.


"Samain saja Pak." Jawab Dion, pelayan itu pergi.


Kok tiba-tiba aku memikirkan Indah ya.


Coba telepon dia deh.


Gumam Rendi kemudian berjalan keluar untuk menelepon Indah karena di dalam terlalu bising, namun sudah dua kali di telepon Indah tidak menjawabnya sama sekali.


Apa sangking sibuknya bersama teman-teman, dia sampai tidak mengangkat telepon dari ku.


Batin Rendi, kemudian dia mencoba menelepon Rio, dan ternyata di angkat.


"Hallo kak ada apa?" tanya Rio dari telepon.


"Lu lagi sama Indah nggak?"

__ADS_1


"Nggak, dia lagi ke toilet. Ada apa emang?" tanyanya lagi.


"Nggak, nanti lu pulang jangan malem-malem ya." Ucap Rendi.


"Iya-iya lu tenang saja." Rio langsung menutup teleponnya.


"Dasar bocah! Nggak pernah ada sopan santunnya." Celetuk Rendi kesal.


"Ren..." Sapa seorang laki-laki yang berada tepat di depan matanya.


"Om.." Sahut Rendi kemudian memeluk paman kesayangannya itu.


***


Andra Pratama.


Pria tampan dan mapan ini berusia 43 tahun. Dia adalah adik dari almarhum Alex Pratama, ayah kandung Rendi. Dia orang kedua yang Rendi sayang setelah ibunya, karena semenjak ayah Rendi meninggal dia menjadi sosok ayah pengganti untuknya.


Sifatnya sangat arogan dan kejam, dia juga punya hasrat seksual yang tinggi mangkanya tak heran dia punya istri dan simpanan. Bahkan dia juga sering gonta-ganti wanita hanya untuk memuaskan birahinya. Andra adalah orang yang mengenalkan Siska pada Rendi dan menentang Rendi untuk menikah cepat. Karena dia takut Rendi mempunyai keturunan.


☘️☘️☘️


"Om kangen sekali sama kamu Ren." Ucap Andra melepas pelukan, "Maafin Om ya, pas kamu nikah Om nggak datang."


"Iya nggak papa Om, Rendi ngerti kok." Karena pada saat Rendi menikah, Andra sedang ada luar negeri.


"Dia baru lagi Om?" Goda Rendi seraya melirik ke wanita sexy yang sedang mengandeng tangan pamannya.


"Ah nggak," Ucapnya mengerakkan tangan.

__ADS_1


"Dia karyawan baru di perusahaan." Andra sambil menatap nakal ke arah wanita itu.


"Ah ngomong-ngomong kamu ke sini sama siapa? Mana istrimu, masa Om ganteng mu nggak di kenalin sih."


"Aku ke sini sama Dion, istriku lagi ada urusan. Jadi nggak bisa datang." Jawab Rendi dan mereka bertiga berjalan masuk ke dalam Restoran.


"Oya Ren, kamu kenapa sih nikah mendadak kayak gitu? Om sampai nggak di kabari dulu." Tanya Andra sambil merangkul bahu Rendi.


"Iya Om, maaf ini kan pemintaan mamah juga."


"Padahal kan kamu masih muda, harusnya habiskan dulu masa muda mu dengan wanita-wanita cantik di luar sana." Ucapnya sambil tertawa lepas.


Rendi hanya tersenyum tipis.


Kemudian ada suara MC berbicara lewat mikrofon. Dia mengenalkan seorang brand ambassador baru dari perusahaan kosmetik milik Hadi Arianto bernama Siska Novelis tidak lain adalah mantan pacar Rendi.


Tangan Siska sambil memegang skincare yang menjadi produk terbaru dari perusahaan itu.


Siska


Batin Rendi.


Siska nampak sangat cantik dan sexy. Dia mengenakan dress panjang berwarna merah dengan belahan dada di bagian depan, Mata Rendi terbelalak dan tidak hentinya memandangi Siska dari kejauhan.


"Ren..." Menepuk paha Rendi, "Dia Siska kan? Tambah cantik ya? Dan lihat badannya, duh aduhai banget." Ucap Andra mencoba menggoda Rendi.


Sial! Kenapa harus Siska yang menjadi modelnya.


Rendi tahan-tahan, aku kan sudah berjanji sama mamah.

__ADS_1


Rendi menurunkan pandangannya, dan langsung menyeruput kopi yang sudah menjadi dingin itu.


...💜Jangan Lupa Like dan Vote💜...


__ADS_2