Menikah Di Atas Perjanjian

Menikah Di Atas Perjanjian
Episode 71. Rendi dan Rio


__ADS_3

1


2


3


Tangan kanannya sudah mengepal dan langsung menonjok pipi Rio dengan sekuat tenaga secara bolak balik.


Buggghhh.....


Buggghhh.... Kanan kiri kena.


"Aakkkhhhh." Rintihnya kesakitan, Rio terlihat begitu sangat pasrah.


Rendi menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan. "Rio, lu sendiri semalam ikut mencari Indah, tapi kenapa lu sendiri yang justru menculik Indah, apa lu gila?" tanya Rendi mencoba bersikap tenang.


"IYA GUE EMANG GILA! Gue tergila-gila padanya, gue mau nikahin Indah!!" Pekiknya.


Emosi Rendi mulai on lagi, dengan seketika Rendi mencengkeram wajah Rio.


"Apa lu nggak lihat gue suami sebagai suaminya? Kenapa lu nggak menghargai gue sebagai kakak lu sendiri Rio!" Wajah Rio terlihat sangat tertekan dan kesakitan. Rendi langsung melepaskan cengkraman nya.


"Uhuk.... Uhuk..." Batuknya, Rendi meraih botol air mineral untuk memberikan kepadanya, tapi Rio menepisnya.


"Wanita di luar sana masih banyak bukan cuma Indah, kenapa lu musti ambil hak milik kakak lu sendiri." Ucap Rendi.


"Hak milik lu? Justru lu yang ngambil hak milik gue, kalau bukan karena lu. Gue pasti bisa bersama dengannya, gue mau nikahin Indah dan membebaskannya dari pernikahan yang menyiksanya," sahutnya.


"Menyiksa?" tanya Rendi sambil mengangkat kedua alisnya, "Memang kalau lu nikah dengannya, lu yakin. Bisa buat Indah bahagia?" tanya Rendi.


"Iya gue yakin, jelas yakin banget." Sahutnya dengan percaya diri.

__ADS_1


"Jadi lu tetep kekeh ingin gue ceraikan Indah?" tanya Rendi lagi.


"Iya... Gue yang akan gantiin posisi lu."


Jleb..... Sakit tapi tidak berdarah. Itu kata yang cocok dengan apa yang tengah Rendi rasakan saat ini. Dengan terang-terangan Rio memintanya untuk menceraikan istrinya, lalu dia yang menikahinya? Apa Rio ingin Indah mengelar nama 'Turun Ranjang' kau kejam Rio!


Rendi tersenyum dan tiba-tiba saja memeluk tubuh Rio. Rasanya aneh? Kapan mereka berpelukan seperti ini? Sepertinya mereka tidak pernah memeluk satu sama lain. Mereka lebih sering berantem, adu bacot, hingga Rendi main tangan.


Mata Rio langsung terbelalak mendapatkan pelukan dari kakaknya sendiri. Apa yang sebenarnya terjadi?


"Maafkan gue Rio, karena gue nggak sengaja mengambil cinta lu dan menikahinya, gue emang bukan Kakak yang baik." Ucap Rendi dengan sendu.


Seketika saja Rendi merasa kasihan pada adiknya sendiri, meskipun dia kerap kali bertengkar. Namun tidak bisa di pungkiri, Rendi sangat menyayanginya, apa lagi Rio adalah adik satu-satunya. Kenapa mereka harus bertemu dengan wanita yang sama? Di saat Rendi sudah mulai membuka hatinya untuk Indah. Rio dengan jelas ingin merebutnya, lalu Rendi harus bagaimana? Dia tidak bisa melihat adiknya terluka, karena dia juga pernah merasakan rasa sakit hati di tinggalkan orang yang dia cintai.


Dia memang bukan pria yang baik, apa lagi dengan apa yang dulu dia lakukan pada Indah.


Mungkin saja benar, Indah sangat menderita ketika bersamanya. Karena sudah beberapa kali baik Indah ataupun Rio, mereka menginginkan perceraian ini. Apa sebentar lagi Rendi akan mengelar status DUDA?


Apa sebaliknya? aku harus melepaskan Indah,


dan merelakan Indah bersamamu?


Batin Rendi kemudian melepaskan pelukannya dan melajukan mobilnya sampai kesebuah gedung hotel. Hotel yang sama dengan Hotel yang Rio sewa untuk menculik Indah, namun kamarnya saja yang berbeda.


Rendi menarik tangan Rio dan mengajaknya masuk ke dalam lift. "Lu mau bawa gue kemana?" tanya Rio.


"Temuin Indah."


"Buat?" tanya Rio penasaran.


"Katanya lu mau nikahin dia kan?" tanya Rendi, dan langsung di anggukan kepala oleh Rio. "Tapi gue mau lu mengajaknya dengan cara halus, jangan memaksanya seperti tadi."

__ADS_1


"Jadi lu serius mau ceraikan Indah?" tanya Rio dengan semangat 45.


Rendi mengangguk dan tersenyum kecil. "Gue bakal ceraikan Indah kalau dia memang ingin menikah dengan lu. Mangkanya kita tanya dulu pendapat darinya,"


"Kalau Indah mau, terus bagaimana dengan papah dan mamah?" tanya Rio yang merasa sudah percaya diri kalau Indah akan lebih memilihnya ketimbang Rendi.


"Itu gampang, biar gue yang urus."


Ting.....


Bunyi suara lift terbuka. Rendi memencet kartu kamar hotel dan membukanya, terlihat Indah yang sedang tertidur pulas di atas kasur dengan selimut yang menyelimuti setengah tubuhnya.


Rendi tersenyum bahagia, namun tidak dengan hatinya yang merasakan ada goresan. Apakah Rendi benar-benar akan melepaskan Indah?


"Lu duduk di sana, gue mau mandi dulu." Lirih Rendi sambil menunjuk sofa di sebelah kasur. "Lu jangan nganggu Indah selama gue mandi. Biarkan dia tidur dengan nyenyak." Ucap Rendi sambil membuka beberapa kancing kemejanya dan berjalan ke kamar mandi.


Rio mendudukkan badannya di atas sofa sambil memandangi wajah cantik Indah yang tengah tertidur seperti putri tidur yang ada di dunia dongeng.


Lu benar-benar cantik Ndah. Sebentar lagi kita akan menikah, kak Rendi sudah setuju buat menceraikan lu. Gue tinggal nunggu jawaban lu aja, tapi gue yakin, lu pasti nggak bakal menolak gue.


Batin Rio yang lagi-lagi sedang diambang kepercayaan diri tingkat dewa.


Rendi melepaskan semua pakaiannya, dan memasukkan seluruh tubuhnya kedalam bathtub kamar mandi yang sudah terisi air penuh di dalamnya.


Rendi menyenderkan bahunya, di sisi bathtub sambil memejamkan matanya.


"Indah aku janji padamu, apapun jawabanmu nanti. Aku akan menerimanya, jika benar kamu mencintai Rio dan ingin menikah dengannya, aku akan melepaskan mu dari pernikahan yang membuatmu menderita." Lirihnya.


Seketika saja dia mengingatkan akan ucapan ayahnya dulu sebelum meninggal.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1


Note: Jangan lupa dukung selalu Author ya πŸ™πŸ™ lewat like, komen, vote dan gift. Terimakasih sudah membaca ❀️❀️ Love you.


__ADS_2