
"Tidak Pak, aku tidak memberikan apa-apa. Aku memberikan jus saat itu saja, Indah menolaknya. Iya kan, sayang?" tanya Reymond meminta Indah untuk ikut menyahut.
"Iya Pah, Mas Reymond benar."
"Tapi aku tahu kalau kau juga melecehkannya! Apa saja yang sudah kau lakukan ke Indah pada malam itu? Jujur dan katakan padaku!!" pekik Mawan mendesak.
Deg....
Masa iya aku bercerita kalau aku melakukan tugas negara dengan Indah. Ah jangan, bercinta maksudku.
Tapi kalau aku ceritakan... Apa Papah akan marah dan membunuhku? Tapi sudah terlanjur juga. Kalau aku berbohong pada masalah ini, Papah tidak akan percaya dan makin menjadi-jadi membenciku.
Batin Reymond kalang kabut.
"Reymond .... Jawab aku!!"
Brakkk......
Mawan mengebrak meja. Membuat semuanya kaget, Bayu juga ikutan kaget.
Demi mengamankan perasaan dan mental Bayu, Indah mengendong Bayu dan mengajaknya keluar. Dia menitipkan Bayu pada Irwan yang sedang berada di teras. Bayu juga sepertinya merasa bosan.
Setelah itu, Indah balik lagi dan duduk di samping Ayahnya. Mendengarkan pertanyaan dan jawaban dari Mawan dan Reymond.
Reymond mengatur nafasnya, menghirup dan mengeluarkannya lagi.
"Aku, mengajaknya berciuman," jawab Reymond.
Mawan mendengkus kesal. "Pantas saja! Di dalam mulutmu itu ada racunnya! Kau mampu mencuci otak Indah! Lalu merah-merah di leher Indah! Itu juga kau yang buat?!"
Reymond mengangguk sedikit, nafas Mawan mulai tersengal-sengal.
Indah berlari meminta air minum pada polisi dan langsung memberikan pada Mawan.
"Papah minum dulu, jangan terlalu emosi. Papah kan punya darah tinggi," ucap Indah seraya memberikan air minum pada gelas.
Mawan menerima dan menenggaknya sampai habis, dia mengulas sedikit bibirnya. Sisa air minum dan kembali mengatur nafas.
"Selain berciuman, kau melakukan apa lagi? Apa ada yang lebih dari itu?" tanya Mawan.
__ADS_1
Seluruh wajah Indah memerah dia begitu malu. Bukankah itu seperti aib? Meskipun mereka berdua suami istri. Tapi tidak baik menceritakan hal intim begitu, kan?
Indah memegangi lengan Mawan. "Papah ... Menurutku, itu tidak perlu di bahas. Aku malu Pah."
Mawan menyuruh Indah kembali duduk di sebelah nya dengan menarik lengan secara paksa.
"Malu?! Lehermu saat itu banyak sekali cup*ng!! Dan kau mengatakan itu bukti cinta! Apa kau lupa itu!!" bentak Mawan, emosinya kembali meluap.
Tubuh Indah sampai bergetar, sudah tidak ada yang mampu dia perbuat.
Biarkan sajalah Papah tahu, hilangkan rasa malu Indah... Lagian aku melakukannya dengan suamiku sendiri! Walau semua orang tak percaya, tapi sudahlah! Semuanya sudah terlanjur. Biarkan kebohongan ini akan menjadi jalan buat Mas Rendi bebas.
Batin Indah.
"Reymond jawab aku sejujur-jujurnya, kau pasti menyentuh anakku kan?!" pekik Mawan.
"Iya, Pak. Aku menyentuhnya, aku ... Aku mencintai, menyukai dan ingin memiliki Indah seutuhnya!" ucap Reymond dengan lantang.
Tangan Mawan sudah mengepal dan untuk ke sekian kalinya Reymond di hajar olehnya.
Buggggghhh....
"Apa yang Papah lakukan?! Papah menyakitinya lagi! Aku kan sudah bilang untuk tidak berbuat kasar! Aku menyayangi, Pah!!" Nada suara Indah sedikit meninggi, dia tidak terima suaminya itu tersakiti beberapa kali.
Indah langsung bangun, menghampiri Reymond dan memeluk kepalanya dari belakang, karena Reymond masih duduk.
"Apa aku salah jika aku berhubungan badan dengannya!" Teriak Indah.
Deg....
Mata semua orang di sana terbelalak, apa lagi Mawan. Bola matanya seperti ingin keluar.
"Apa kau sadar bilang seperti itu Indah?! Itu dosa Indah! Kenapa kau melakukan ini! Kau wanita baik-baik! Gara-gara kau mengenalnya, kau jadi murahan!" umpat Mawan kesal, mulutnya sudah tidak terkontrol.
"Apa Papah bilang?! Aku wanita murahan? Aku melakukan dosa?! Apa Papah tidak sadar kalau Papah juga melakukan hal yang sama, jika dulu aku dan Mamah menderita. Itu salah satu penyebabnya adalah Papah!" Indah berbalik menyalahkan sang Ayah, sedikit mengungkit kesalahannya di masa lalu.
"Apa yang kau katakan Indah? Papah menyayangi mu!"
"Papah tidak menyayangi ku, Pah ... Papah menyakiti ku, kalau aku berbuat dosa dan Papah tidak terima. Apa kabar Papah yang berselingkuh dengan Siska!" kembali menyudutkan sang Ayah.
__ADS_1
Glek!
"Kenapa kau jadi membuka aib Papah Indah? Itu sudah menjadi masa lalu. Papah sudah berubah sekarang sayang," suara Mawan menjadi melembut, dia tahu betul anaknya sudah emosi.
"Papah juga sekarang melihatku seperti itu, kan? Seperti aib? Papah membenci Mas Reymond gara-gara dia melakukan itu padaku?! Kalau memang iya, biarkan saja! Aku tidak peduli!"
Reymond bangun dan berdiri, dia memeluk tubuh Indah.
Kenapa mulut Indah begitu lantang? Dia pasti melakukan itu demi membebaskan ku, terima kasih sayang. Aku cinta padamu, sungguh-sungguh mencintai mu sayang.
Batin Reymond.
"Aku dan Mas Reymond, kami saling mencintai, kami juga sama-sama masih sendiri! Papah bilang padaku untuk melupakan Mas Rendi dan jangan mengharapkan dia lagi, kan? Sekarang aku tidak akan mengingat Mas Rendi, karena aku sudah punya Mas Reymond!" Indah mempererat pelukannya, seakan ada lem yang menempel.
"Kemarin kamu bilang sama Papah, kalau Reymond adalah Rendi itu maksud kamu apa? Jawab Papah sayang, jangan buat Papah binggung?" tanya Mawan.
"Itu karena aku melihat Mas Rendi ada pada dirinya Pah. Aku memang salah, aku sudah mengatakan hal itu pada Papah. Papah juga tidak percaya padaku, kan? Jadi sekarang aku hanya minta Papah bebaskan mereka," pinta Indah.
"Tapi Papah tidak mau Indah."
"Apa?!" Indah melepaskan pelukan dari Reymond dan menghampiri Antoni yang berdiri di samping Mawan, dia memeluk ayah sambungnya itu.
"Kalau Papah tidak mau bebaskan mereka, aku juga tidak mau tinggal bersama Papah! Aku akan tinggal di rumah Papah Antoni bersama Bayu selamanya!"
Deg....
Mawan langsung melepaskan tubuh Indah dari Antoni, dan memeluknya, dia takut Indah jauh menyayangi Antoni dari pada dirinya.
"Jangan sayang, kamu mulai sekarang harus tinggal bersama Papah. Papah akan menjagamu. Papah Antoni, dia ... Dia tidak akan bisa melindungi mu seperti apa yang Papah lakukan padamu."
Indah melepaskan pelukan dari Mawan. "Kalau Papah mau aku tinggal bersama Papah, Papah bebaskan mereka! Keputusan ada di tangan Papah sekarang!" Mawan sudah terkena telak dari Indah, dia sekarang merasa di himpit.
Mawan melihat ke arah Guntur. "Guntur, kau bawa surat pencabutannya? Bawa ke sini biar aku tanda tangan," ucap Mawan pasrah, akhirnya dia luluh juga jika terus di desak oleh anaknya.
Mata Indah, Rizky dan Reymond langsung berbinar-binar. Mereka begitu bahagia, Guntur segera mengambil dokumen yang berada di dalam mobilnya. Dia berjalan keluar.
Alhamdulilah.
Batin Indah.
__ADS_1
Mawan kembali mendekat dan mencium kening anaknya, "Kamu sekarang pulang dan istirahat. Papah lihat kamu hari ini banyak mengeluarkan energi, Papah tidak mau kamu sakit sayang."