
Setelah sampai Indah langsung menjambak rambut Siska dengan tangan kanannya dan berkata. "Wanita murahan..." Lirihnya berbisik. "Beraninya kamu mengecup pipi suamiku!" Teriaknya dengan nada tinggi di telinga Siska dan seketika telinganya berdengung.
Rendi dan Dion serta Rio di buat ternganga dengan sikap Indah.
Siska memutarkan kepalanya ke kiri, ke arah Indah, "Aaww sakit.." Jeritnya, Indah langsung melepaskan rambut Siska dan terdapat beberapa helai rambut yang rontok di telapak tangan Indah. Dia juga mencium bau alkohol di mulut Siska.
"Kurang ajar kamu!" Siska mengangkat lengannya, mencoba untuk menampar Indah namun lengannya di hentikan oleh Rendi.
Dan ketika itu juga Rio keluar dari mobil dan memeluk Indah dari belakang mencoba untuk melindunginya.
"Lepaskan aku Ren, bocah ini benar-benar sudah kurang ajar. Aku harus memberinya pelajaran." Ucap Siska yang benar-benar emosi.
"Kamu tidak boleh menamparnya." Jawab Rendi.
"Yang kurang ajar itu kalian." Sahut Rio dengan lantang sambil menunjuk ke arah mereka berdua.
"Ah hahahaha...." Siska tertawa jahat. "Kau anak kecil mau apa ikut-ikutan? Ini bukan urusanmu." Ucapnya.
"Jelas ini urusanku jalang!" Sahut Rio dengan kasar.
Rendi mendekati Indah. "Lu jangan dekat-dekat dengan Indah seperti ini." Rendi menepis lengan Rio dari dekapan tubuh Indah.
"Biarkan saja Mas, Rio jauh lebih melindungi ku dari pada suamiku sendiri." Celetuknya, Rendi langsung menarik lengan Indah dan menutupi mulutnya, "Kamu tidak boleh ngomong kayak gitu."
Indah mencium bau alkohol di bagian dada Rendi, dia juga melihat kemejanya basah.
Cih! Rupanya mereka habis minum-minum.
Indah melepaskan tangan Rendi dari mulutnya, "Apa malam ini kalian habis bersenang-senang?" tanyanya tersenyum menyeringai. "Sudahlah aku tidak akan menganggu waktu kalian." Ucap Indah melambaikan lima jari tangannya, dia berjalan melangkah.
"Indah kamu salah paham, aku bisa jelaskan semuanya," ucap Rendi.
__ADS_1
"Bukankah semuanya sudah jelas." Ucapnya menghentikan langkah tanpa melihat ke arah Rendi. "Dan buat kau Siska, silahkan kamu laporin aku ke polisi lagi. Aku sudah tahu kamu menarik tuntutan itu karena Mas Rendi bersedia balikan sama kamu." Celetuknya menatap sinis ke Siska.
"Rio ayo kita pulang." Ucap Indah menarik tangan Rio dengan air mata yang sudah meletus di bola matanya, sedari tadi dia sudah berusaha untuk menahannya, namun akhirnya dia keluar juga.
Rio dan Indah masuk ke dalam mobil, Rendi mengejarnya dan mengetuk-ngetuk kaca mobil Rio. "Indah buka Ndah, aku dan Siska nggak ada hubungan lagi."
Indah menghiraukannya, "Rio jalan." Rio mengangguk dan menancapkan gas dan berlalu pergi.
Indah menanggis tersedu-sedu di dalam mobil dan Rio langsung memberikan tissu padanya
Aku sudah tidak tahan lagi menjalani pernikahan yang seperti ini.
Rintihnya dalam hati.
Lama kelamaan Rio tidak tahan melihat orang yang masih di cintanya itu terus menanggis. Rio memberhentikan mobilnya di pinggir jalan, dan mencoba untuk mendekati tubuh Indah dan memeluknya.
Indah sempat menolak, namun dekapan Rio sangatlah erat. "Indah lu bisa nanggis di bahu gue, keluarkan saja." Indah langsung menanggis sejadi-jadinya, hingga jas Rio di basahi oleh air matanya.
Batin Indah, dia merasa sudah benar-benar menyesal menikah dengan Rendi. Tapi terlepas dari semuanya dia sadar, kalau saat itu tidak ada Rendi. Dia mungkin saja sudah kehilangan ibunya.
"Lu wanita yang baik Ndah, lu nggak pantes di sakiti." Lirihnya sambil mengusap-usap rambut Indah. "Gue masih sangat mencintai lu Ndah." Bisik nya di telinga Indah, matanya langsung terbelalak. Indah melepaskan pelukan dari Rio dan mengusap air matanya.
"Indah... Lebih baik lu cerai sama kak Rendi," Ucapnya menyentuh tangan Indah. "Di sini masih ada gue, gue janji akan bahagiain lu."
Rio kamu manis sekali, tapi sayangnya gara-gara perjanjian bodoh itu. Aku nggak bisa begitu saja cerai dengan mas Rendi.
Batin Indah.
Rio menyentuh pipi Indah dengan kedua tangannya, dia mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Indah, nafas mereka semakin dekat. Tapi Indah langsung menutup bibir Rio dengan tangannya,
"Apa yang mau kamu lakuin?" tanyanya.
__ADS_1
Rio langsung menjauh dan mengusap tengkuknya, "Maaf Ndah, gue hampir saja kelepasan." Sahutnya tak enak hati.
Rio bego lu apa-apaan sih, bisa-bisanya main nyosor saja. Sadar-sadar, Indah masih istri kakak lu sendiri.
Pikir Rio dalam hati.
"Rio aku minta kamu nggak usah bilang ke siapa pun tentang masalah ini, apa lagi ke Mamah Santi ya." Ucap Indah memohon.
"Kenapa? Bukannya mamah harus tahu?"
"Akhir-akhir ini aku sering lihat mamah berantem sama mas Rendi, aku nggak mau gara-gara masalah ini hubungan mereka makin nggak baik. Kamu harus janji sama aku ya?" Indah memegang tangan Rio dengan hangat.
Indah lu ini, masih saja bisa mikirin orang lain di saat diri sendiri sedang sakit hati.
Dalam hati Rio.
"Iya deh, terus sekarang gimana? Apa lu kuat menjalani hubungan pernikahan yang nggak sehat seperti ini?"
"Jujur sih aku sudah nggak kuat, tapi aku nggak bisa melepaskan hubungan ini." Jawab Indah sambil menurunkan pandangan.
"Kenapa? Gue bisa bantuin lu kok Ndah?"
"Sudahlah Rio, mending kita pulang saja. Aku capek sekali ingin istirahat." Ucap Indah memalingkan wajah.
Sebenarnya ada apa dengan pernikahan mereka?
Pikir Rio kemudian kembali menjalankan mobilnya untuk pulang ke rumah Rendi.
...💜Jangan Lupa Like💜...
...🌹Semangat puasanya ya, sudah H+9 nih🌹...
__ADS_1