
"Alhamdulilah."
Itu sebuah kalimat yang tidak pernah henti-hentinya untuk aku ucapkan setelah melihat wajah baruku. Tapi tubuhku ini masih lumpuh dan tak berdaya.
Setelah kondisi wajahku yang sudah baik dan tidak perlu kontrol lagi, kita memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Aku juga mengerti Rizky sudah banyak membantu dan meninggalkan pekerjaannya demi aku, aku tidak bisa mengatakan apapun selain kata 'Terima kasih' mungkin tanpanya aku sudah tiada.
Rizky mengantarku ke sebuah rumah sakit besar Spesialis Ahli Syaraf, dia juga sudah mendaftarkan ku.
Dia langsung mendorong tubuhku dengan menggunakan kursi roda dan mengajakku masuk ke dalam ruangan Dokter yang sudah menunggu kedatangan kita.
"Selamat pagi Pak Reymond dan Pak Rizky." Sapa Dokter itu dengan ramah, aku juga harus terbiasa di panggil dengan nama itu.
"Pagi Dok." Sahutku dan juga Rizky, Rizky duduk di kursi sebelahku, tapi aku masih duduk di kursi roda.
Dokter itu memeriksa berkas riwayat kesehatan ku dan membuka beberapa lembar.
"Baik, sekarang Pak Reymond saya bantu berbaring." Ucap Dokter itu, dia berdiri dan mengangkat tubuhku di bantu oleh Rizky.
Mereka berdua membaringkan tubuhku di atas ranjang. Dokter itu memeriksa tekanan jantung, dan tekanan darah.
Tak lama Suster datang memberikan jarum suntik dan obat pada botol kaca kecil. Dokter itu menarik obat pada botol itu supaya masuk ke dalam jarum suntik. Entah sudah berapa kali aku di suntik, rasanya aku tidak ingat sangking banyaknya.
"Ini hanya vitamin untuk syaraf Pak." Ucap Dokter itu seraya menarik lengan kemeja pendekku ke atas dan langsung menyuntikkannya.
Cus.....
Aku tidak merasakan apapun, sakit atau apa. Semuanya sudah mati rasa karena bukan tubuhku lumpuh saja. Tapi selama dua tahun kebelakang aku terus menerus merasakan rasa sakit.
Tapi semuanya tidak sebanding dengan rasa sakit merindukan Indah dan Bayu, aku ingin cepat sembuh dan kembali normal. Aku ingin berkumpul dengan istri dan anakku.
Setelah selesai, Dokter itu mencabut jarum suntikan nya dan memberikan pada Suster.
"Bagian mana saja yang tidak terasa Pak?" tanya Dokter itu seraya memegang lenganku yang tak terasa di sentuh.
"Kedua tangan dan kaki." Sahutku.
S
K
I
P
Sebulan kemudian....
__ADS_1
Untuk mengetahui lebih jauh tentang penyebab dan tingkat keparahan kelumpuhan ku, dokter menyarankan ku melakukan pemeriksaan.
Dari mulai Foto Rontgen, CT scan, MRI, Elektromiografi (EMG) dan Lumbal pungsi.
Semuanya sudah ku lakukan.
Aku juga sudah menjalani beberapa terapi.
Fisioterapi
Terapi ini bertujuan untuk mengembalikan kekuatan otot dan fungsi bagian tubuh yang mengalami cedera, mencegah kecacatan dan mengurangi risiko cedera di kemudian hari. Jenis fisioterapi yang dilakukan akan disesuaikan dengan kondisi penderita.
Okupasi
Terapi okupasi merupakan serangkaian latihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penderita dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Setelah menjalani terapi okupasi ini, penderita kelumpuhan diharapkan bisa menjalani aktivitas secara mandiri.
Aku juga di anjurkan untuk mengkonsumsi obat yang digunakan untuk meredakan gejala kelumpuhan yang muncul.
Tidak terasa selama ini sudah berlalu. Akhirnya aku kembali normal selama setahun melakukan terapi dan mengkonsumsi obat, tidak lupa mematuhi apa jenis makanan yang di larang. Aku juga sudah rajin olahraga, tubuhku menjadi tambah kekar dan kuat.
Aku ingin melihat Indah makin mencintaiku, walau dengan wajah yang berbeda. Tapi aku yakin dia tidak akan melupakan ku, aku sangat mencintainya. Sangat-sangat, bahkan melebihi apapun di dunia ini.
Setelah aku keluar dari rumah sakit Rizky mengajakku pulang ke rumahnya, aku tinggal bersama dengannya berdua, dia membelikan ku mobil dan juga ponsel baru. Aku merasa hidup sangat bergantung padanya.
***
Pagi harinya aku tengah sarapan bersama dengannya, kita sarapan dengan nasi goreng.
Tiba-tiba aku rindu masakan Mamah Sarah, salah satu masakan favoritku selama ini. Bahkan Mamah ku saja tidak bisa masak, tapi mertuaku itu sangat pandai memasak.
Aku jadi rindu padanya, pada anak semata wayangnya juga. Indah sayang, aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya.
"Rey... Oya gimana kondisi lu sekarang?" tanya Rizky menepis semua lamunan dari otakku.
"Semuanya baik kok Riz." Sahutku.
"Oya Rey... Bagaimana masalah lu, bagaimana ini semua terjadi?" tanya Rizky penasaran. Aku baru ingat karena selama ini aku belum pernah cerita apapun padanya.
__ADS_1
"Kita cerita di ruang tamu saja Riz." Ucapku seraya berdiri, aku juga sudah menyelesaikan makan dan berjalan menuju sofa ruang tamu.
Rizky menghampiri ku dan duduk di sebelah ku.
"Oke Rey... Coba ceritakan." Ucap Rizky.
Aku menghela nafas panjang, dan perlahan menceritakan kejadian kelam itu.
"Saat itu gue mau jengguk Om Andra yang masuk rumah sakit, tapi dalam perjalanan gue di pukul oleh orang dan membawanya di dalam gubuk. Lu tau siapa orangnya Riz?" tanyaku, Rizky menggelengkan kepala.
"Dia Siska, mantan pacar gue."
"APA?!" Rizky terkejut bukan kepalang, matanya terbelalak. "Jadi yang melakukan itu semua Siska?" tanya Rizky.
"Iya, dia bukan hanya menjebak gue. Dia awalnya ingin merayu supaya gue bisa tergoda lagi padanya, dan dia meminta untuk gue ceraikan Indah lalu menikah dengannya."
"Siska benar-benar gila Rey... Jalang sialan!" Umpat Rizky kesal, apa lagi denganku. Jelas aku sepuluh kali lipat kesal padanya, karena dia salah satu penyebab aku tersiksa dan jauh dari cintaku.
"Iya Riz, dia sudah tidak waras. Tapi di belakangnya ada orang lain. Entah dia siapa tapi gue nggak tahu. Orang itu meminta Siska supaya gue menikah dengannya, kalau gue tidak mau Siska akan menusuk gue dengan pisau."
"Terus Rey...."
"Gue jelas nggak mau. Gue lebih baik mati dari pada menyakiti Indah, gue sayang banget sama dia Riz." Tak terasa air mataku menetes, aku benar-benar merindukan istriku yang cantik itu.
"Dia juga sedang hamil anak gue, bagaimana bisa gue membuat hidupnya menderita. Gue...." Ah tidak perlu di teruskan, Rizky juga tidak perlu tahu semua tentang sikapku yang begitu jahat pada Indah dulu, itu akan membuat aku makin menyesal.
"Gue apa Rey?" tanya Rizky.
"Iya... Gue cinta mati sama Indah Riz, lu bisa kan bantuin gue balas dendam? Gue juga mau tahu siapa yang ada di belakang Siska."
"Lu curiganya sama siapa?" tanya Rizky.
Aku sendiri tidak tahu, aku menggelengkan kepala.
"Ada nggak dari keluarga lu yang nggak suka dengan pernikahan lu dan Indah?" tanya Rizky.
Dia adalah Om Andra dan Rio. Tapi itu tidak mungkin mereka, Om Andra begitu menyayangi ku. Dia tidak mungkin mencelakakan aku, apa lagi Rio. Dia adalah adikku satu-satunya, walau dia dulu mencintai Indah dan sempat ingin berniat merebut Indah dariku.
Tapi kalau sampai melakukan hal gila seperti ini, aku rasa nggak mungkin. Mungkin saja orang lain.
"Nggak tahu Riz. Gue belum curiga pada siapapun." Sahutku.
Flashback Off
***
__ADS_1
Siapkan diri buat besok... Tugas Negara Rendi dan Indah akan hadir menemani kalian.... wkwkwkwk