
Apa terjadi sesuatu padanya? Indah melihat kearah dirinya sendiri dengan masih rapih mengunakan baju dan celana yang dia kenakan kemaren. Sepertinya tidak ada sesuatu yang aneh pada dirinya, semuanya masih utuh.
Tak lama bunyi suara dari arah gagang pintu, masuklah 5 orang wanita dengan membawa gaun pengantin. Indah di buat terkejut dan langsung memojokkan tubuhnya ke ujung kasur. "Kalian siapa?" tanya Indah.
"Mari Non kita mandi." Ajaknya sambil memegang lengan Indah.
"Kalian siapa jawab aku! Aku tidak mau mandi." Sahutnya menggelengkan kepala.
"Maaf Non kita hanya pesuruh bos, mari saya antar mandi." Kelima wanita itu menarik paksa Indah ke kamar mandi dan melucuti pakaiannya.
"Kalian ini apa-apaan, lepaskan!" Ucapnya berontak. Namun tidak bisa, mereka berempat memegangi tangan dan kaki Indah supaya tidak bergerak. Dan yang satunya memandikannya.
"Kalian benar-benar mesum. Aku tidak mau mandi dengan cara seperti ini." Ucapnya lagi, setelah selesai mandi Indah juga di paksa memakai baju pengantin.
"Kenapa kalian memakaikan ku gaun pengantin? Aku sudah punya suami!" Pekiknya lagi.
Apa orang yang menculikku akan menikahi ku? Ah tidak-tidak. Aku sudah menikah.
Mas Rendi kamu dimana? Apa kamu tidak mau menolongku. Aku harus bagaimana sekarang?
Batin Indah dalam hati.
Setelah selesai dari itu semuanya Pria yang berbadan kekar itu datang lagi dan membawa Indah di sebuah gedung besar, tapi sangat tertutup dan sepi.
Mereka menuntun Indah sampai ke depan pria yang memakai peci, mungkin dia adalah penghulu? Dan ada beberapa orang yang mengenakan pakaian rapih. Apa berarti mereka adalah saksi? Dan ada pria dengan memakai stelan jas berwarna putih. Hampir senada dengan gaun yang Indah kenakan, apa berarti orang itu yang jadi pengantin prianya?
Apa segitu niatnya pria itu ingin menikahi wanita yang sudah menjadi istri orang?
Oh tidak!! Tamatlah riwayatku....
"Bos." Panggil pria kekar di samping Indah.
Siapa laki-laki itu? Apa dia yang yang menculikku?
Batin Indah. Jantungnya kini berdebar-debar dan keringat rasa takutnya bercucuran.
Perlahan pria yang di panggil bos itu menoleh hingga memperlihatkan wajahnya.
"RIO!!!!!" Sontak Indah terkejut sekaligus tak menyangka, orang itu adalah Rio.
"JADI KAMU YANG MENCULIKKU??"
Rio berjalan sambil tersenyum menghampiri Indah. "Indah kita akan menikah, dan memulai hidup baru." Ujarnya.
__ADS_1
"Kau gila Rio! Aku tidak bisa menikah dengan mu! Aku ini kakak ipar mu!" Teriak Indah sambil mencoba melepas pegangan kedua pria itu, tapi memang tidak berhasil.
"CUKUP! Itu tidak lagi. Sekarang lu akan jadi istri gue dan jadi adik ipar kak Rendi." Indah menggelengkan kepalanya, emosinya sudah mulai naik, dia tak habis pikir dengan jalan pikiran Rio. "Bawa dia di kursi akad nikah." Ucapnya menyuruh kacungnya.
"Siap bos." Kedua pria itu menyeret paksa Indah, kedua tangan Indah kini membiru.
"Lepaskan aku BRENGSEK!! Rio pikiranmu sudah benar-benar kacau! lepaskan aku! Aku tidak mau menikah denganmu! Aku sudah punya suami!" Teriaknya.
Dengan sekuat tenaga Indah menginjakkan kedua kaki pria kekar itu dengan mengunakan kedua kakinya, untung saja dia memakai sepatu high heels dengan ujung yang lancip. Indah menginjaknya sampai tembus kedalam sepatunya, dan menancap di sana.
"Aakkkhhhh." Pekik kedua pria itu, dengan refleks melepaskan lengan Indah dan memegang kakinya yang merasa tertancap ujung sepatu.
Kesempatan yang bagus untuk Indah meloloskan diri, dia segera meraih gaun dan mengangkatnya ke atas. Dengan cepat Indah berlari sekencang-kencangnya, tapi tidak berlangsung lama. Tiba-tiba saja dia menabrak dada bidang seorang laki-laki.
BRUGG......
"Aakkhh...." Indah hampir saja terjatuh, namun dengan cepat pria itu menahannya dengan lengan kirinya, dan langsung mendekapnya dari belakang.
"LEPASKAN AKU!!" Teriak Indah lagi, apa dia gagal meloloskan dirinya? Apa dia sudah tertangkap lagi?
"TANGKAP MEREKA SEMUA!!!" Perintah pria yang sedang mendekap Indah.
Suara itu?
Perlahan Indah mengangkat kepalanya keatas, dan terlihat pria tampan dengan mata panda.
"Mas Rendi." Ucap Indah kemudian memegangi wajah Rendi dengan kedua tangannya.
Wajah dan mata Rendi terlihat sangat lelah, rambut yang acak-acakan. Bahkan ia tidak mandi dari kemaren sore, ia juga tidak tidur semalaman karena terus mencari dan memikirkan istrinya yang di culik. Namun pada saat menemukan istrinya Rendi sangat kecewa. Bukan kecewa karena sudah menemukannya, dia malah senang. Tapi dia kecewa karena tau bahwa yang menculiknya adalah adik kandungnya sendiri.
"RIO! JADI LU YANG MENCULIK INDAH!!! CECUNGUK SIALAN!!" Teriak Rendi. matanya sudah memerah, nafas di dadanya sudah sesak dan dalam hatinya sudah ada kobaran api yang menyala.
Bukannya semalam Rio ikut membantuku mencari Indah? Tapi kenyataannya dia sendiri yang menculiknya, dia menipuku.
Batin Rendi, kemudian melepaskan dekapannya ke Indah.
"Harun kau ajak Indah pergi dan suruh dia mengganti pakaian." Ucapnya dengan datar, Rendi sama sekali tidak menatap mata Indah.
"Baik Pak." Sahut pengacaranya, kemudian mengajak Indah pergi.
Mas Rendi.... Apa kamu baik-baik saja?
Batin Indah, entah kenapa tiba-tiba expresi wajah Rendi kembali seperti dulu. Indah menjadi ngeri sendiri.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Flashback On
Malam itu Rio memang ikut mencari Indah dengan posisi terpencar dengan yang lain. Bahkan dia sendiri meminta satu bodyguard yang bersamanya untuk tidak pergi bersamanya, dengan alih-alih supaya bisa cepat menemukan Indah dia malah mengirimkan pesan pada anak buahnya untuk membawa Indah pergi dari Jakarta. Tepatnya untuk membawanya ke Karawang.
Dia justru berangkat ke Karawang tanpa sepengetahuan yang lain kemudian menelepon anak buahnya lagi.
"Halo Bos."
"Kau sudah membawanya meninggalkan Jakarta kan?"
"Iya Bos."
"Ingat! Kalian hanya perlu membawanya, jangan lalukan hal yang lain."
"Siap Bos."
"Kalau dia ingin apa-apa turuti saja, yang penting dia jangan sampai lepas dari kalian."
"Hei bosnya ketiga pria kekar ini tolong lepasin aku. Kenapa kau ingin menculikku?"
Tiba-tiba saja dia mendengar suara Indah. Rio langsung menutup teleponnya.
Flashback Off
🍁🍁🍁
Polisi dan beberapa bodyguard Rendi berhasil meringkus seisi orang di gedung itu, sama dengan Rio yang justru menjadi tersangka.
"Pak apa mereka semua kita bawa ke kantor polisi?" tanya salah satu bodyguard itu yang sedang memegang lengan Rio.
"Iya... Kecuali orang yang kau pegang. Bawa dia ke mobilku sekarang!" Perintahnya dan berlalu pergi.
Rio di masukan kedalam mobil Rendi yang sudah ada dia di dalamnya, "Kalian bisa pergi sekarang!" Perintah Rendi mengusir para bodyguard nya.
Sekarang waktunya aku selesaikan masalah ini.
Batin Rendi. Dia mengunci mobilnya, melepaskan jas, dan menggulung lengan kemejanya keatas.
^^^Bersambung......^^^
Gays bantu kasih Rating bintang ⭐⭐⭐⭐⭐ ya 🙏🙏🙏. Happy Reading 🤗
__ADS_1