
...*Cuplikan Bab*...
Nella melangkahkan kakinya menuju toilet wanita, ia ingin membuang air kecil. Saat dirinya sedang duduk di kloset, ia mendengar suara-suara desa hhan seseorang, tepat di bilik toilet sebelahnya.
Nella segera menyelesaikan ritual buang air kecil itu, membersihkannya dan merapihkan celananya. Ia memegang handle pintu untuk keluar dan kini berjalan beberapa langkah di toilet sebelahnya.
Masih dalam keadaan penasaran, Nella segera menempelkan telinganya pada pintu toilet itu. Menguping, untuk memastikan sekali lagi, apa benar ada orang yang berbuat mesum di toilet Restoran tantenya atau tidak.
"Riz, sudah ... sudah! Kita lanjutkan di rumahmu."
"Sebentar lagi Anna, ini nikmat sekali!"
Meskipun suara itu terdengar sangat pelan masuk ke rongga telinganya, tapi Nella tau betul itu adalah suara pria dan wanita. Rasanya ia tidak terima, ada pengunjung Restoran bercinta di toilet wanita. Bagaimana jika pengunjung yang lain tau? Bisa-bisa akan merusak reputasi nama Restoran.
Selain tempatnya yang elite, Restoran Nissa sangat menjunjung tinggi nilai kesopanan. Mungkin ini kali pertamanya, ada sepasang pria dan wanita yang berani mengotori Restoran. Nella sang Manager harus turun tangan sekarang juga, sebelum semuanya terlambat. Tangannya sudah mengepal dan siap mengetuk pintu.
Tok ... tok ... tok.
"Buka pintunya!" perintah Nella.
Tok ... tok ... tok.
"Buka pintunya!"
Tok ... tok ... tok.
"Cepat buka pintunya kalau tidak aku dobrak!" bentak Nella, karena sedari tadi pintu itu lama sekali terbuka.
__ADS_1
Tangannya kembali ingin mengetuk, namun tiba-tiba pintu itu sudah terbuka lebar.
Ceklek~
Wanita yang baru saja membuka pintu tengah membereskan rambutnya yang berantakan, dan pria disampingnya tengah membenarkan jas yang terlihat kusut.
"Lu ini apa-apaan sih? Nggak sopan banget!" bentak pria itu pada Nella. Seharusnya Nella yang marah karena memergoki mereka berbuat mesum, tapi kenapa justru dia yang marah? Oh mungkin karena mereka sedang nanggung dan berada dipuncak, jadi dirinya tidak terima jika ada yang menggangu.
Tapi setelah dilihat-lihat, Nella merasa familiar dengan wajah pria didepannya itu.
Dia seperti rekan bisnis Papah, tapi aku lupa namanya.
Berbeda dengan Nella, pria itu justru tidak terlihat tanda-tanda mengenal Nella. Ia malah memperhatikan wanita cantik yang tengah menatap wajahnya dengan tatapan serius.
"Apa lu lihat-lihat? Suka sama gue?" tanyanya dengan sinis.
"Cih! Siapa yang suka?" Nella menyunggingkan senyum dan geleng-geleng kepala. "Lebih baik, Bapak ikut aku sekarang!" tegas Nella. Ia menarik kasar lengan pria itu membawanya sampai keluar Restoran.
Nella menatap dua satpam yang berada di pintu keluar masuk Restoran, seolah memberikan kode supaya kedua satpam itu menghampirinya.
"Ada apa, Mbak?" tanya salah satu dari mereka yang sudah berdiri didepan Nella.
"Pegang pria mesum ini! Masukkan kedalam mobilku!" titahnya seraya berjalan masuk kedalam mobil, ia duduk di kursi mengemudi.
"Apa-apaan kalian! Lepasin gue!" pekik pria itu memberontak, tapi nyatanya tidak bisa. Kedua satpam itu sudah memasukkannya kedalam mobil Nella. Bahkan keduanya juga ikut masuk dan duduk di kursi belakang. Pria itu terhimpit oleh dua satpam berseragam hitam.
"Hei wanita gila! Lu mau bawa gue kemana?" tanyanya dengan emosi.
Nella tersenyum miring dan melajukan mobilnya. "Nanti kamu juga tau Mesum!"
__ADS_1
Selang beberapa menit, Nella sudah berhasil memarkirkan mobilnya didepan halaman kantor polisi.
Pria itu membulatkan netranya. "Apa-apaan ini? Lu mau laporin gue ke polisi? Memangnya gue salah apa?"
"Salah apa salah apa. Jelas Bapak berbuat mesum dan mengotori Restoran Tanteku!" tegas Nella seraya menoleh kearah pria itu, matanya sudah melotot. "Kalian seret dia masuk kedalam!" perintahnya lagi pada kedua satpam. Nella segera turun dari mobil dan melangkahkan kakinya masuk kedalam kantor polisi.
Kedua satpam itu mengangguk. Lantas, mereka menarik paksa pria mesum itu untuk turun dari mobil, membawanya hingga masuk kedalam 'Ruang Keluhan' yang sudah ada Nella didalam sana, sedang membuat laporan pada polisi.
Pria itu didorong oleh salah satu satpam, untuk duduk di kursi kosong yang tepat bersebelahan dengan Nella.
"Baik, sebelumnya, siapa nama Anda?" tanya Polisi yang sedang duduk didepan mereka. Ia menatap wajah pria mesum.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bagi yang belum singgah, di tunggu kehadirannya 🤗