
Rendi memperhatikan tas yang Indah taruh di atas kedua pahanya, "Indah, apa kamu nggak ada tas lagi?" tanya Rendi.
"Ada Mas, tapi yang satunya talinya putus. Memang tas ini kenapa?" tanya Indah sambil memperhatikan tas koyak miliknya.
"Ckckck." Bunyi suara yang keluar dari mulut Rendi. "Tas ini bahkan sudah tak layak pakai." Ejek Rendi sambil mencubit tas dengan jari tangannya.
Indah menghela nafas, "Hhaahh, kapan sih kamu bilang barang-barangku bagus." Gerutu Indah, "Bisanya mengejek saja." Indah merasa kesal lalu dia memalingkan wajah ke arah kaca mobil. "Udah kita jalan saja."
Rendi menyalakan mesin dan mengendarainya, sesekali Rendi melirikkan matanya ke Indah yang masih melihat ke arah kaca sambil memeluk tas dengan ke dua tangannya, tak ada bahan pembicaraan di antara mereka hanya terdengar suara mesin mobil dan suara kendaraan di jalan.
Kemudian di tengah perjalanan Rendi melihat sebuah gedung Mall, dia menyetir memasuki area itu dan memarkirkan mobilnya, "Mas kita mau ngapain mampir ke sini?" tanya Indah yang baru saja menoleh ke arah Rendi.
Rendi mematikan mesin mobilnya, "Udah turun aja." Perintah Rendi sambil membuka sabuk pengaman dan membuka pintu.
Tak lama Indah juga membuka pintu dan mengambil topi di dalam tasnya untuk dia pakai, "Kamu masih ingat ya ucapan aku yang kemaren." Ucap Rendi tersenyum simpul melihat Indah memakai topi.
"Ucapan apa?" tanya Indah yang tidak mengerti maksud Rendi, Rendi kemudian mengelus-elus kepala Indah yang sudah terpasang topi di kepala. Rendi hanya tersenyum lebar hingga membuat matanya tertutup.
Sebelum Indah menutup pintu mobil Rendi mengambil tas yang berada di bahu Indah, "Eh Mas kamu ngapain?" tanya Indah kaget. Rendi membuka resleting lalu menumpahkan semua isi di atas kursi mobil dan menutup pintu dengan masih memegang tas. "Mas kamu...." Rendi berjalan mendekati tong sampah yang lumayan dekat dengan parkiran mobil lalu membuang tas itu.
Indah berlari mendekati Rendi dan berkata, "Mas kamu ini apa-apaan sih? Kenapa tas aku di buang." Indah kemudian mencoba meraih tas itu namun lengannya di hentikan Rendi.
"Sudah biarkan saja, sekarang kita masuk ke dalam." Ucap Rendi berjalan sambil memegang tangan Indah, Indah pun menurut dan masuk ke dalam.
Suasana di Mall cukup ramai dan karena di luar cukup panas, jadi ketika masuk ke dalam rasanya sangat sejuk dan menjadi adem.
Apa jangan-jangan Mas Rendi mau beliin aku tas baru?
Gumamnya senyum-senyum, dan jantungnya kembali berdebar-debar karena sedari tadi tangannya di genggam oleh Rendi
__ADS_1
Rendi membawanya ke sebuah toko tas-tas branded.
Tuh kan bener. Tapi aku jangan ke ge'erran dulu lah.
Gumam Indah dan mencoba untuk bersikap biasa saja.
"Selamat siang Mas, Mbak. Cari apa ya?" tanya pelayan wanita dengan sopan saat melihat Indah dan Rendi masuk ke dalam toko.
"Ambilkan beberapa tas model terbaru dan terbagus di toko ini." Ucap Rendi kemudian melepas genggaman tangannya, Indah melihat sekeliling toko dan memperhatikan semua tas yang ada di etalase.
"Apa ada yang kamu suka?" tanya Rendi memandang wajah Indah yang terlihat sangat senang namun Indah tahan-tahan.
"Maksud kamu bawa aku ke sini buat apa Mas? Aku sudah ke ge'erran duluan nih." Tanya Indah namun belum di jawab oleh Rendi pelayan itu datang dengan membawa 5 tas yang sangat mewah dan menaruhnya di atas meja.
"Silahkan Mbak pilih yang mana?" tanya pelayan sambil memegang-megang tas itu, Indah menoleh dan menatap wajah Rendi dengan penuh harap.
Mata Indah langsung berbinar-binar, "Wah seriusan?" tanya Indah memegang lengan Rendi, Rendi mengangguk.
Kenapa dia terlihat sangat imut sekali.
Pikirnya dalam hati.
Indah kemudian menyentuh beberapa tas yang berada di atas meja, sementara Rendi ponselnya ada yang menelepon. Dia melangkah agak jauh untuk menerima telepon dari sekretarisnya.
"Selamat siang pak, hari ini sekitar jam 2 siang bapak ada meeting untuk membahas proyek pembangunan hotel di daerah Bandung dan ada pak Harun juga di sini sedang menunggu bapak di kantor." Ucap Melly dari balik telepon.
"Oke Mell, kamu siapkan saja dulu untuk meeting," Rendi melihat jam di tangannya yang menunjukkan pukul 10. "Dan bilang sama Harun temui saya jam 12 sebelum meeting."
"Baik pak." Rendi kemudian menutup telepon. Pas dia berjalan hendak menghampiri Indah kembali.
__ADS_1
Tiba-tiba lengan kirinya ada yang mengandeng, Rendi di buat kaget. Dia langsung melihat siapakah orang yang mengandeng nya?
"Mamah." Ucap Rendi, dia sempat berfikir kalau Siska lah yang mengandeng nya,
"Anak kesayangan Mamah ngapain ada di sini?" tanya Santi dengan tatapan tajam.
"Mamah lihat wanita di sana?" tunjuk Rendi ke arah Indah.
"Woah, menantu kesayangan Mamah ada di sini." Ucap Santi sumringah, dia langsung melepas lengan Rendi dan berjalan menghampiri Indah.
Rendi menghela nafas, "Mamah... Mamah... Kalau sudah ketemu Indah berasa aku yang sekarang jadi menantunya," Rendi pun berjalan menghampiri Indah dan ibunya.
"Sayang....." Panggil Santi, Indah langsung menenggok dan berkata, "Mamah." Mereka memeluk satu sama lain. "Kamu sudah sehat kan?" tanya Santi memegang pundak Indah, Indah tersenyum manis.
Lalu Santi melihat tas yang berjejer di atas meja kaca. "Kamu lagi milih-milih tas ya?" tanya Santi yang kemudian mengambil salah satu dari tas itu.
"Ah iya Mah, tapi aku binggung. Kira-kira yang cocok buat aku yang mana ya?" tanya Indah meminta pendapat dari mertuanya yang selalu berpenampilan modis dan terlihat awet muda.
"Kenapa binggung?" tanya Mertuanya dan berkata, "Mbak bungkuskan semua ya." Ucap Santi menunjuk dan menyuruh pelayan wanita yang sedari tadi berdiri di depan mereka berdua.
"Mah kenapa semua?" tanya Indah.
Santi tersenyum, "Kamu kan tadi nanya ke Mamah, yang cocok buat kamu yang mana kan?" Indah mengangguk dengan wajah binggung. "Ya itu semua cocok buat kamu sayang."
Kalau ketemu mamah pasti gini nih.
Gumam Rendi yang sudah tidak di anggap keberadaannya, wkwkwk.
...💜Jangan Lupa Like💜...
__ADS_1