
"Tidak Pak, aku yang beruntung mendapatkannya," di meja sebelah sana dia melihat Nella yang tengah duduk bersama teman-teman perempuannya, sambil menatap layar laptop.
Aku masih penasaran, apa yang mereka bicarakan kemaren pagi? Dan siapa laki-laki yang bersama mereka juga.
"Kamu ini bisa saja."
"Maaf Pak, ada yang ingin ketemu Bapak di ruangan." Ucap seorang mahasiswa datang tiba-tiba menghampiri mereka berdua.
"Ren Bapak tinggal dulu ya? Apa kamu masih lama di sini? Nanti kita bisa ngobrol lagi." Kata pak Dekan sambil berdiri.
"Tidak Pak, lain kali saja kita ngobrol lagi." Sahut Rendi. Kemudian pak Dekan itu berlalu pergi.
🌸🌸🌸
Sementara itu di kelas Khusus, Indah masuk dan di kenalkan oleh dosennya.
"Anak-anak perkenalkan ini teman baru kalian, namanya Indah Permatasari, semoga kalian bisa berteman baik dengannya," semua isi kelas langsung memusatkan pandangannya ke wajah Indah.
"Wah murid baru tuh, bening bener....." Kata seorang laki-laki yang berbisik dengan teman yang berada di sampingnya.
"Iya, cantik ya Vin. Mana namanya Indah lagi," sahut temannya.
"Nanti gue coba deketin ah...."
"Hai teman-teman, salam kenal semuanya," Sapa Indah sambil tersenyum manis dan melambaikan tangan.
"Hai....." Sapa semuanya, Kelas itu terdiri dari 20 orang dengan Indah, mahasiswa 15 orang dan mahasiswi 5 orang terhitung dengannya.
Indah duduk di kursi belakang nomer 3 dari urutan depan, tepat di jajaran tengah. Pak Dosen sudah mulai mengajar dan menerangkan beberapa materi kuliah.
"Ehem... Ehem..." Suara dehem dari sebelah kiri Indah, Indah tidak menghiraukannya dia fokus mencatat.
"Ehem... Ehem..."
"Ehem... Ehem.."
Sampai tidak ada hentinya deheman itu. "Ehem... Ehem...." Dan akhirnya Indah menoleh ke arahnya.
"Hai... " Sapa nya, "Gue Vinno..." Ucapnya mengulurkan tangan.
"HEI Vinno!!!" Bentak pak Aryo. "Ngapain kamu..." Semua mahasiswa melihat kepadanya.
"Ah...." Kagetnya, "Nggak Pak, maaf..." Sahutnya langsung mengusap-usap tengkuk karena malu.
Ah sial ketahuan, padahal aku mau mengajaknya berkenalan.
"Mari kita lanjutkan anak-anak."
***
Rendi berjalan melewati 3 meja untuk sampai ke Nella.
"Nella...." Panggilnya yang sudah ada di depan mata.
Semua temannya yang berjumlah 3 orang itu menenggok. "Ah iya Pak." Sahut Nella kikuk dan menutup laptopnya.
"Bisa kita bicara?" tanya Rendi.
Teman-teman Nella saling memandangi satu sama lain, dan mengangguk memberi kode. "Ya sudah Nell, nanti kita lanjutkan pas jam istirahat. Kita pergi dulu." Ucap salah satu temannya, dan tersenyum ketika lewat di hadapan Rendi.
__ADS_1
Pak Rendi mau bicara sama aku? Ada hal apa ya? Kok aku jadi takut gini.
Batin Nella.
Rendi duduk di depan Nella sambil mengenggam jari jemarinya, "Nella.... Kemaren kamu bertemu Indah di cafe?" tanyanya, Nella mengangguk. "Apa aku boleh tau apa yang kalian bicarakan?"
Aku terdengar kepo banget nggak sih?
Batin Rendi.
"Eemm...." Terlihat sikap Nella begitu tidak nyaman, karena dia juga tahu sifat Rendi seperti apa.
"Kamu santai saja."
"Ah iya, maaf Pak. Kemaren Indah mengadaikan ponselnya ke aku." Sahutnya.
"Ponsel? Ponsel seperti apa?" tanya Rendi penasaran.
"Ponsel merk Xxxx masih baru Pak, masih di lapisi kardus. Aku juga belum membukanya,"
Apa ponsel dariku? Kenapa dia mengadaikan?
"Apa alasan Indah mengadaikan nya?"
Kok aku berasa di interogasi.
Batin Nella, yang sudah merasa tertekan.
"Maaf Pak, alasan itu sepertinya agak pribadi. Jadi, Bapak bisa tanya langsung ke Indah saja." Rendi manggut-manggut.
"Lalu pria kemarin yang bersama kalian di cafe itu siapa?" tanyanya dengan nada sedikit memaksa.
"Kamu nggak bohong kan?" tanya Rendi dengan tatapan tajam.
"Iya Pak bener dia om aku, kemarin nggak sengaja ketemu di cafe." Sahutnya yang sudah ketakutan.
Apa suaminya Indah sedang cemburu padanya?
Rendi menghela nafas dengan lega. "Aku bisa minta nomormu?" tanyanya seraya mengambil ponselnya dari saku jas.
"Eemm.... Buat apa ya Pak?"
"Kamu jangan salah paham." Sahutnya sambil memiringkan bibir, "Aku hanya ingin menyimpan nomormu untuk jaga-jaga saja. Kamu teman dekatnya Indah kan?" tanyanya dan langsung mengeserkan ponselnya kearah Nella.
Nella mengangguk dan langsung meraih ponsel itu lalu menyimpan nomornya ke ponsel Rendi.
"Kalau ada apa-apa tentang Indah kamu bisa langsung hubungi aku." Ucapnya yang kemudian memiskol nomornya ke ponsel Nella.
"Iya Pak."
Ah benar banget apa yang Indah omongin dulu, aku kalau jadi Indah, mana tahan punya suami kayak gitu. Sepertinya dia galak, semoga Indah baik-baik saja dalam pernikahannya.
Batin Nella lalu masuk ke dalam kelas.
Tak lama ponselnya berbunyi, Rendi langsung berdiri dan beralih duduk untuk mengangkat teleponnya,
"Hallo Ren..." Kata seorang pria dari telepon.
"Iya,"
__ADS_1
"Lu ada dimana? Asisten gue mau ke kantor lu sekarang."
"Mau ngapain?"
"Nganterin undangan."
"Undangan siapa?"
"Gue lah. Gue mau nikahan besok, lu jangan lupa dateng. Ajak juga istri lu."
"Gue ke kantor sekarang." Sahut Rendi kemudian menutup teleponnya.
Rendi berjalan meninggalkan kampus.
☘️☘️☘️
Triiingg... Triiiing !!
Bunyi suara bel kelas berakhir, semua mahasiswa dan mahasiswi membereskan buku-bukunya, sama halnya dengan Indah.
"Indah..."
"Indah..."
"Indah..."
Entah beberapa orang memanggil namanya, Indah pun menenggok sambil memakai tasnya di pundak kanannya, dia melihat 4 orang mahasiswa itu mengelilinginya.
"Indah kenalin gue Miko..." Ucap salah satunya mengulurkan tangan.
"Gue Sammy..."
"Gue Sakti..."
"Gue....." Semuanya mengulurkan tangan mengajaknya berkenalan, semuanya lumayan ganteng.
Indah tercengang melihatnya, dia binggung harus membalas uluran tangan siapa? Dengan pelan-pelan dia mencoba mengulurkan tangannya, tapi entah itu tertuju ke siapa.
"Aku Indah." Lirihnya, uluran tangan Indah langsung di sambut oleh Vinno, laki-laki yang tadi mengganggunya pas jam pelajaran.
"Gue Vinno." Ini laki-laki terganteng di kelasnya, baru di kelas ya. Bukan di kampus.
"Ah iya," Indah tersenyum tak nyaman.
"Indah..." Sapa Rio yang nonggol dari pintu, melihat Indah sedang di krumuni, dia berjalan masuk.
"Indah ayok kita pulang bareng." Ucapnya, mengajak Indah untuk terbebas dari jangkauan laki-laki yang ingin menggodanya.
"Temen-temen, aku ke pulang dulu ya..." Sapa Indah ke semuanya, kini semuanya bengong. Melihat Indah yang berlalu pergi meninggalkannya.
"Rio kok kamu tau aku di kelas itu?" tanya Indah, mereka sudah sampai di luar kampus.
"Tau lah."
"Lu baru masuk sehari saja sudah banyak yang mau berkenalan," ucapnya dengan nada sedikit kesal.
"Aku kan teman baru mereka, jadi wajar juga.." Sahut Indah tidak menghiraukannya.
"Ya sudah kamu tunggu sini aku mau ngambil mobil di parkiran." Ucap Rio melangkah ke parkiran meninggalkan Indah.
__ADS_1
...💜Jangan Lupa Like💜...