
Rendi memutuskan pergi ke kontrakan Indah. Dia di beritahu alamat itu dari asistennya, dan ini pertama kalinya dia ke kontrakan Indah. Terlihat kontrakan Indah sangat kecil, bahkan di bandingkan dengan kamar Rendi pun masih jauh lebih besar kamar Rendi.
Rendi berjalan dan mengetuk pintu.
Tok tok tok "Indah." Ucap Rendi memanggil.
Lalu ada seorang pria yang keluar dari pintu dan berkata. "Maaf Mas ini cari siapa ya?" tanya pria tersebut.
"Indah. Di mana Indah?" tanya Rendi kepada seseorang yang membuka pintu.
"Maaf saya enggak kenal yang namanya Indah Mas." Jawabnya.
"Indah yang ngontrak di sini." Tanyanya lagi, tiba-tiba seseorang yang berkata. "Indah sudah saya usir dari sini." Rendi langsung menenggok ke arah suara yang dia dengar.
"Maaf Ibu ini siapa?" Seseorang melangkah menghampiri Rendi.
'Saya yang punya kontrakan, Masnya cari Indah. Indahnya sudah saya usir."
"Kenapa Ibu usir?" sambung Rendi.
"Dia enggak mampu bayar di sini, sudah dua bulan nunggak enggak bayar-bayar. Jadi mending saya usir aja."
Aku kira Indah berbohong pinjam uang, ternyata dia beneran di usir dari sini. Gumamnya dalam hati.
"Terus apa Ibu tau Indah sekarang di mana?"
"Enggak tau, mungkin sekarang dia jadi gelandangan."
"Kok Ibu ngomong kayak gitu?"
Ibu ayu yang punya kontrakan mengatakan.
"Nih Mas pikir aja. Ibunya sakit-sakittan, dia berhenti kuliah dan sekarang kerja juga enggak jelas. Sekarang pasti udah jadi gelandangan enggak punya tempat tinggal."
"Apa dia punya saudara Bu?"
__ADS_1
"Enggak ada Mas dia cuma sama ibunya. Dan ibunya sekarang ada di rumah sakit, Mas ini siapanya Indah emang?"
"Saya temannya. Ya sudah Bu kalau gitu saya permisi ya." Rendi meninggalkan ibu Ayu dan masuk ke mobil.
Mendengar omongan ibu yang punya kontrakan tadi Rendi merasa tidak enak sama Indah. Karena secara nggak langsung gara-gara Rendi tidak meminjamkan uang padanya Indah jadi diusir. Setelah ayahnya Indah meninggalkannya, Indah hanya hidup bersama ibunya karena di kota ini ia tidak punya saudara atau keluarga lain selain ibunya.
Randi bingung harus mencari Indah kemana lagi Dia memutuskan untuk menelepon ibu nya.
Dia menceritakan bahwa sampai sekarang dia belum bertemu dengan Indah. Dia sudah pergi ke rumah sakit dan ke kontrakannya namun Indah dia tidak bertemu dengannya. Karena nomor handphone Indah tidak aktif ibu Rendi menjadi sangat khawatir, dan ibunya juga tadi sore melihat Indah keluar dari ruangan Rendi dengan wajah yang penuh dengan kekecewaan.
Ibunya mengira kalau Rendi lah yang sudah menyakiti Indah dan membuatnya pergi tanpa memberi kabar namun Rendi mengelak dia mengatakan kalau mungkin baterai handphone Indah habis jadi dia tidak bisa dihubungi.
Namun tetap saja ibu Rendi menyuruhnya mencari Indah sampai ketemu dan akhirnya setelah Rendi kehabisan kata-kata dia menutup teleponnya.
"Ah mamah ini segitu khawatir banget sama Indah. Berasa udah kenal lama aja, pada hal kan baru kemaren. Indah-indah kenapa sih kamu bikin aku susah mulu, dia enggak sadar apa kalau mamah khawatir." Ucapnya Rendi kembali mengendarai mobil sambil melihat kanan kiri siapa tahu dia bisa menemukan Indah namun setelah beberapa menit dia mencari tetap saja Indah tidak ketemu.
Rendi terus berfikir bagaimana dia pulang harus bersama Indah lalu Rendi mendapat ide kalau adiknya Rio adalah teman kuliah Indah dan mungkin saja dia tahu dimana Indah berada. Dia kembali memegang handphonenya untuk menelepon Rio namun saya sangat disayangkan nomor HP Rio pun tidak aktif Rendy kesal dan berkata. "Heh kenapa sih orang suka banget matiin ponselnya bikin susah aja." Ucapnya meluapkan emosi.
Karena hari sudah larut malam Rendi memutuskan untuk pulang ke rumah. Sampainya di rumah dia melihat ibunya tengah duduk dengan gelisah, "Mah." Ucap Rendi yang baru datang dan berjalan menghampiri ibunya yang sedang duduk.
"Ren. Mana Indah?" tanya ibunya.
"Ren apa sebenernya kamu enggak cinta sama Indah?"
"Kok Mamah ngomong kayak gitu sih!"
"Dimana-mana kalau istrinya enggak pulang ke rumah terus nomornya enggak aktif tuh suaminya pasti khawatir, tapi Mamah perhatiin kok kamu biasa aja. Jangan anggap sepele kaya gitu Ren." Ibu Rendi kembali menceramahi nya.
"Mamah kan tau aku dari dulu susah cinta sama cewek, mana aku bisa cinta sama indah secepat itu." Ujar Rendi.
"Kalau kamu enggak cinta kenapa kamu buru-buru nikah sama dia Ren?"
"Mamah kan yang nyuruh aku cepat menikah." Sambungnya lagi.
"Iya sih, tapi kalau pun kamu enggak cinta harusnya kamu bisa khawatir sebagai suaminya. Jangan terlalu cuek sama istrimu. Mamah tau Indah anak yang baik kok Ren. Beda sama cewek lain apa lagi sama si Siska."
__ADS_1
"Mamah udah deh enggak usah bandingin dia sama Siska. Ya udah aku mau mandi dulu ya terus istirahat." Berjalan ke dalam kamar.
Rendi ini aneh banget, meskipun enggak cinta tapi dia cuek banget kaya gini. Entar yang ada Indah malah minta cerai.
***
Keesokan harinya ibu Rendi pagi-pagi mengetuk pintu. Tok tok tok. "Ren.. Rendi bangun.." Mengetuk dengan keras.
Rendi langsung membuka matanya dan berkata. "Hadeh mamah apa-apaan sih." Sambil mencari handphone untuk melihat jam.
"Ren.. Kamu bangun cepat!" Perintah ibunya.
"Iya iya ini udah bangun Mah." Berjalan dan membuka pintu.
"Cepat mandi dan jemput Indah! Papah hari ini mau ke sini dan ingin bertemu istrimu." Rendi langsung pergi ke kamar mandi.
***
Sementara itu Indah dan Nella tengah sarapan bersama. "Indah kamu mau cari kontrakan nya di daerah mana?" tanya Nella.
"Di mana aja Nell, yang penting sesuai harga. Oh iya sama kerjaan di restoran tantemu apa masih ada lowongan?"
"Kamu mau kerja di sana?"
"Iya Nell."
Setelah selesai sarapan Indah pergi ke kamar untuk mengambil barang-barang nya dan tanpa di sadari dari semalam dia tidak melihat dan memegang dan ponselnya.
Dia mencari-cari di sekitar kamar. Dari mulai di meja sampai di kolong tempat tidur. Nella berjalan menghampiri Indah di kamar dan melihat Indah yang sedang jongkok mencari-cari barang yang hilang. Lalu dia bertanya, "Indah kamu cari apa?"
"Handphone ku Nell. Aku baru sadar dari semalem aku enggak liat handphoneku kemana apa terjatuh pas di jalan ya." Jawab Indah.
"Eemm ya sudah nanti aku suruh bibi cariin ya takutnya jatuh di sini. Ya sudah kita berangkat aja sekarang cari kontrakannya."
"Iya Nell."
__ADS_1
Mereka masuk ke dalam mobil dan pergi bersama. Indah mencari kontrakan yang dekat dengan restoran tantenya Nella. Karena dia juga berniat untuk bekerja di sana."Mau cari yang sebulan berapa?" tanya Nella sambil menyetir.
Di perjalanan Nella menelepon tantenya untuk menanyakan keberadaannya dan ternyata kebetulan sekali tante Nella ada di restoran. setelah mereka mendapatkan kontrakan yang sesuai dengan apa yang Indah inginkan mereka langsung pergi ke restoran untuk menanyakan perihal kerjaan untuk Indah.