
"Hooaamm." Santi menguap. "Ya sudah kamu tidur saja sayang, udah malam, mamah juga ngantuk." Ucap Santi sambil mengelus rambut Indah dan berjalan ke kamar.
Indah menganggukkan kepalanya, "Iya Mah, Mamah malam ini aku tidur sama Mamah ya." ucap Indah mendekat kepada ibunya.
"Tumben, memangnya kenapa?" tanya Sarah.
"Nggak papa aku lagi kangen aja tidur bareng Mamah."
"Oh yaudah boleh." Sahut Sarah mengizinkan.
☘️☘️☘️
30 menit berlalu tak lama Rendi pulang, dia masuk ke rumahnya mengendap-ngendap seperti maling yang hendak mencuri. Di rumahnya pun sudah sepi, dia menyangka kalau ibu dan mertuanya sudah tidur
Rendi berjalan masuk ke kamarnya tapi dia tidak melihat batang hidung Indah, dia berjalan ke kamar mandi, tapi kosong juga.
Indah kemana ya? Apa belum pulang?
Rendi mengambil ponselnya di saku jas untuk menelepon Indah namun nomernya tidak aktif, lalu dia mencoba menelepon Rio.
"Hallo Rio, lu dimana?" tanya Rendi ketika teleponnya di angkat.
"Gue di rumah." Lirihnya dengan nada bangun tidur.
"Lu nggak antar Indah pulang ke rumah gue?"
"Maksud lu apa? Gue anterin dia sampai pintu rumah lu." Sahut Rio dengan lantangnya, Rendi memutuskan panggilan.
Kok Indah nggak di kamar? Dia kemana?
Batin Rendi, perasaan nya kini campur aduk. Antara khawatir dan takut di marahi ibunya kalau sampai tahu kejadian kesalah pahaman tadi.
Rendi berjalan ke luar menemui Hasan sang satpam yang sedang duduk di pos depan rumahnya, "Hasan, kamu lihat istriku pulang nggak?" tanya Rendi.
"Iya Pak, tadi di antar mas Rio." Mendengar jawaban dari Hasan Rendi balik lagi masuk ke rumahnya dan tiba-tiba di panggil oleh ibunya dari belakang. "Ren..." Rendi dibuat terkejut, jantungnya kini berdebar-debar dan bulu kuduknya seketika merinding. Seperti habis ketemu hantu.
Apa malam ini Mamah akan mengutukku?
Gumamnya dengan ketakutan.
"Rendi..." Panggilnya lagi dan memegang bahu anaknya, Rendi perlahan membalikkan badan. "Kamu pulang kenapa malam sekali?" tanya ibunya santai, terlihat seperti tidak ada apa-apa.
Apa Rio nggak cerita? Syukurlah aku aman.
Dengan refleks Rendi mengusap-usap dadanya.
"Hei kamu kenapa?"
__ADS_1
"Nggak Mah, aku hanya kaget. Ngomong-ngomong di mana Indah? Aku tadi di kamar tidak melihatnya?" tanyanya sambil melihat sekeliling ruangan rumah.
"Oohh, Indah tidur sama ibunya. Katanya sih kangen."
Apa dia bakal cerita ke mamah Sarah? Bisa gawat juga.
Batin Rendi sejenak melamun.
"Kamu kenapa sih Ren?"
"Nggak papa Mah, ya sudah Rendi masuk ke kamar dulu ya mau tidur." Ucap Rendi berjalan menaiki anak tangga dan masuk ke kamar.
Dia membersihkan dirinya ke kamar mandi dan mengganti pakaian tidur, lalu merebahkan tubuhnya ke atas kasur empuk miliknya.
Rendi memejamkan matanya, namun sepertinya dia tidak bisa tidur. Dia terus memikirkan Indah.
Aku harus jelasin semuanya ke Indah, dia sudah salah paham. Mungkin dia mengira aku habis minum-minum dengan Siska, padahal kan nggak.
Dia mencoba memejamkan matanya lagi. Tapi tidak berhasil tidur.
"Ah sial! Aku nggak bisa tidur." Lirihnya sambil mengusap wajahnya dan duduk menyender di tepi kasur.
☀️☀️☀️
Keesokan harinya, Indah bangun dan masuk ke kamar Rendi, dia melihat Rendi sedang tidur dengan gaya bebasnya.
Setelah selesai mandi, Indah mengambil tas dan memasukkan ponsel baru dari Rendi yang masih di dalam kotak.
Indah berjalan turun tangga. "Pagi sayang." Sapa Sarah yang sedang duduk sendiri di meja makan.
"Pagi Mah." Sahut Indah sambil menuangkan air minum di gelas dan meminumnya, "Mah aku pergi dulu ya." Ucapnya mengulurkan tangan hendak mencium tangan ibunya.
"Kamu mau kemana?" tanya Sarah.
"Aku hari ini mau ketemu Nella."
"Ya sudah sarapan dulu." Ucap Sarah mengambil piring hendak menuangkan nasi uduk untuk anaknya.
"Nggak usah Mah, Indah buru-buru. Nanti makan di sana." Sahutnya mencium kening ibunya.
"Ya sudah hati-hati." Indah sudah berjalan keluar rumah dan menaiki taxi online yang sudah dia pesan.
🌺🌺🌺
Sampailah Indah di sebuah cafe menunggu Nella datang, dia memesan makanan dan minuman dulu untuk dirinya sarapan.
Tak lama Nella datang, "Indah... Kamu tumben banget pagi-pagi ngajakin ketemuan?" tanya Nella kemudian duduk di depan Indah.
__ADS_1
"Kamu pesen dulu Nell." Ucap Indah yang sedang makan sambil menyodorkan menu.
Nella memesan makanan dan minuman yang sama dengan Indah, mereka fokus makan dulu.
Setelah selesai makan barulah Indah memulai obrolannya, dia mengambil kotak hp di dalam tasnya, "Nell maaf ya sebelumnya aku ngajak kamu ketemu pagi-pagi, aku mau gadaikan ponsel ini ke kamu." Ucapnya kemudian mengeserkan kotak itu ke tangan Nella.
"Ini kan masih baru, bahkan belum di buka sama sekali." Ucap Nella mengambilnya.
"Kok mau di gadaikan Ndah? Emang nggak sayang?"
"Sayang sih, tapi aku lagi butuh uang." Sahutnya dengan wajah sedih.
"Kamu ada masalah?" tanya Nella menyentuh tangan Indah.
"Kamu ingat nggak Nell dulu aku pernah kredit motornya Dimas?" Nella mengangguk. "Iya, jadi tuh aku belum sempat buat bayar. Kemaren Dimas nanyain, akunya jadi malu. Berasa jadi teman nggak tau diri."
"Kamu mau gadaikan berapa emangnya?"
"10 juta."
"Hah serius kamu?" tanya Nella terkejut.
Indah mengangguk, "Aku nggak ada uang segitu Ndah, tapi ada 5 juta, kalau mau kamu pakai saja dan ponsel ini nggak usah kamu gadaikan ke aku." Ucapnya mengeserkan kota itu kembali ke Indah.
"Ah aku nggak..." Jawaban dari Indah terputus.
"Indah.... Nella, kalian kok ada di sini?" tanya seorang laki-laki yang baru datang.
"Eehh Om Steven," sahut Nella menoleh ke arahnya.
Steven duduk di antara mereka. "Oya aku boleh ikut duduk di sini nggak?"
"Boleh Om." Sahut Nella.
Steven melihat ponsel baru yang masih di lapisi kardus di atas meja di dekat Indah.
"Oh iya, maaf ya Ndah kemaren pas kamu habis kecelakaan aku lupa beliin kamu ponsel baru." Ucap Steven sedikit kikuk. Di meja belakang mereka ada Dion juga di sana, dia sedang sarapan dan memesan kopi. Dan tidak sengaja melihat mereka dari kejauhan, karena sadar ada Indah juga di sana.
"Itu nggak perlu kok Pak, kan bukan salah Bapak juga." Sahut Indah seraya tersenyum.
"Eemm... Om aku bisa pinjam uang nggak?" tanya Nella.
"Eh kok tumben? Memang papah kamu nggak kasih kamu uang?" tanya pamannya.
Kok Nella malah pinjam uang ke pamannya? Apa dia sendiri lagi butuh uang?
...💜Jangan lupa Like dan Berbagi Vote nya💜...
__ADS_1