
Carey tidak habis pikir dengan Nayra yang berbicara dengan lantang kepadanya. Sampai-sampai dia tidak bisa membalas ucapan Nayra.
" Sialan. Dia sangat berani kepadaku. Aku di permalukan ke-2 kali olehnya. Dan Raihan terus saja membelanya," batin Carey kesal.
" Pergilah," usir Raihan dengan lembut.
" Kau mengusirku?" tanya Carey.
" Aku ingin bicara dengan Nara," jawab Raihan.
" Hmmmm, baiklah lanjutkan," ujar Carey dengan kekesalannya pergi dari hadapan Nayra dan Raihan. Carey yang untuk pertama kali di usir Raihan.
" Kau tidak apa-apa?" tanya Raihan. Nayra hanya menggeleng.
" Maafkan dia, sudah membuatmu kesal," ujar Raihan. Nayra tersenyum mengangguk pelan.
" Kesanku pertama kali bertemu dengannya tidak baik. Makanya dia seperti itu kepadaku. Belum lagi masalah perasaannya," ujar Nayra dia jelas sangat tau kalau Carey menyukai Raihan dan marah karena Raihan bersamanya.
" Nara," Raihan memegang ke-2 tangan Nayra.
" Aku sama dia hanya berteman, tidak lebih dari itu," ujar Raihan memegang pipi Nayra mencoba meyakinkan Nayra.
" Itu hanya yang kamu ketahui Raihan. Kamu tidak tau jika dia sangat menyukaimu," batin Nayra.
Carey kembali melihat Raihan dan Nayra yang sekarang Raihan memegang pipi Nayra.
" Aku bisa memberimu Ceri dengan mudah. Tetapi tidak untuk Raihan, kau harus membayar semua perbuatan mu," batin Carey mengepal tanganya menyimpan kemarahan yang besar kepada Nayra dan Raihan.
" Nara, ada apa?" tanya Raihan melihat Nayra bengong.
" Tidak apa-apa, Oh iya apa kita belum pulang, ini sudah terlalu malam," ujar Nayra melihat jam di ponselnya. Raihan juga melihat jam tangannya yang sudah pukul 11
" Kamu tidak menginap di sini. Yang lain menginap?" tanya Raihan.
" Tidak usah, aku pulang saja. Lagi pula aku masih canggung dengan yang lainnya. Karena baru ini bertemu dengan intens," jawab Nayra.
" Bukannya ada Andini," sahut Angga.
" Iya sih, tapi sudahlah, aku mau pulang saja. Lagian besok harus kembali bekerja, aku juga sudah mulai tidak enak," ujar Nayra.
" Baiklah, maaf membuatmu tidak nyaman," ujar Raihan merasa bersalah.
" Tidak apa-apa," jawab Nayra.
" Ya sudah kalau begitu. Aku kekamar mandi dulu ya, kamu tunggu sebentar di sini," ujar Raihan. Nayra mengangguk. Lalu Raihan berdiri dan pergi kekamar mandi meninggalkan Nayra.
Setelah kepergian Raihan Nayra menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan.
" Huuuuuuu, kenapa sih dia setidak suka itu denganku, apa dia sangat menyukai Raihan apa," gumamnya masih kesal.
" Nayra," tegur Andini menghampiri Nayra.
__ADS_1
" Andini," ujar Nayra.
" Kamu tidak apa-apa?" tanya Andini duduk di sebelah Nayra. Andini tadi melihat dari ke jauhan Carey, sepertinya mencari masalah dengan sahabatnya.
" Tidak apa-apa," jawab Nayra tersenyum lebar.
" Maaf, ya jika membuatmu kurang nyaman," ujar Andini mengelus pundak Nayra.
" Tidak kok. Jadi jangan meminta maaf," sahut Nayra. Andini tersenyum.
Raihan keluar dari kamar mandi. Dan ternyata di depan kamar mandi sudah ada Della yang berdiri menunggu Raihan. Della memang sengaja menunggu Raihan untuk berbicara.
" Della," gumam Raihan.
" Raihan aku ingin bicara," ujar Della memegang lengan Raihan.
" Aku buru-buru, aku harus mengantar Nara pulang. Ini sudah larut malam," ujar Angga menurunkan tangan Della dari lengannya.
" Aku mohon Raihan. Tolong maafkan aku, aku tau aku salah. Aku tidak ingin masalah kita berlarut-larut. Raihan aku melakukan ini hanya untukmu dan juga Nayra," ujar Della dengan wajah memohonnya.
" Aku sudah mengatakan Della, Kamu tidak perlu ikut campur urusanku dan juga Nara. Aku tidak butuh bantuanmu, aku bisa mengurus hubungan ku sendiri," jelas Raihan. melangkahkan kakinya. Della kembali meraih tangan Angga dan menyetopkannya.
" Lalu sampai kapan kamu akan mendiamkanku. Angga dan kamu sudah mendiamkanku, apa yang harus aku lakukan Raihan agar kamu memaafkanku?" tanya Della dengan wajahnya yang lesu yang di penuhi rasa bersalah.
" Kau tidak perlu melakukan apa-apa. Karena aku tidak butuh kau melakukan apa-apa," ujar Raihan.
" Jadi kita akan diam seperti ini terus?" tanya Della lagi memastikan.
" Nara," ujar Raihan. Della melihat kehadiran Nayra melepas tangannya dari Raihan.
" Raihan ada apa? kak Della kenapa?" tanya Nayra yang sudah berada di dekan Della dan Raihan.
" Tidak apa-apa, ayo kita pergi," ujar Raihan menarik tangan Nayra dan meninggalkan Della sendirian.
" Aku tau kesalahanku memang tidak bisa di maafkan begitu saja. Baiklah mungkin Raihan hanya butuh waktu saja," batin Della.
Nayra hanya mengikuti di belakang Raihan.
Dan tangannya masih di genggam Raihan. Nayra menghentikan langkahnya membuat Raihan juga berhenti dan melihat kebelakang.
" Nara, ada apa?" tanya Raihan menghadap Nayra.
" Raihan ada apa, kenapa kamu seperti ada masalah dengan kak Della?" tanya Nayra dengan wajah seriusnya.
" Kamu marahan sama dia?" tanya Nayra lagi yang bisa melihat dari wajah Raihan.
Raihan menarik napasnya dan membuangnya perlahan. Raihan mengangguk. Dia memang belum memberi tau Nayra tentang masalah itu.
" Karena?" tanya Nayra penasaran.
" Della yang mengambil foto-foto itu dan memberikan kepada Tante Kayla dan juga mama," jawab Raihan.
__ADS_1
" Serius," sahut Nayra maget, " foto kita ber-2 yang di gubuk," tanya Nayra lagi memastikan. Raihan kembali mengangguk.
" Iya aku mengetahuinya. Ketika kamu ke Turki," jelas Raihan.
" Kok, bisa, kenapa kak Della melakukan itu? tanya Nayra bingung. Jujur dia schok dengan pernyataan Raihan.
" Sudahlah jangan di bahas lagi, sekarang ayo kita pulang," ajak Raihan.
" Raihan, walaupun seperti itu, kamu tidak boleh terlalu marah kepadanya. Bukannya kak Della juga sudah meminta maaf, jadi apa salahnya melupakan masalah itu," ujar Nayra memegang ke-2 tangan Raihan. Raihan tersenyum mengelus kepala Nayra.
" Iya aku tau, sekarang kita pulang ya," ujar Raihan yang tidak ingin membahas masalah itu lagi.
" Kamu akan memaafkannya?" tanya Nayra memastikan.
" Akan, akan di maafkan. Tapi tidak sekarang," jawab Raihan.
" Kita bisa pulang," ujar Raihan lagi. Nayra tersenyum mengangguk. Raihan menggandeng tangan kekasihnya dan berjalan berdampingan.
" Jangan lama-lama memaafkannya," bisik Nayra. Sambil berjalan. Raihan hanya menoleh kearahnya dan tersenyum.
**************
Setelah berpamitan dengan yang lainnya. Raihan mengantarkan Nayra pulang ke Apartemennya. Raihan dan Nayra sekarang sudah berada di depan pintu saling berhadapan.
" Terima kasih, untuk malam ini," ujar Raihan.
" Iya, sama-sama, jangan lupa parfum yang kuberikan di pakai," ujar Nayra dengan senyum lebarnya.
Raihan mendekatkan wajahnya dan mencium kening Nayra
" Pasti, sekarang istirahatlah," ujar Raihan melepas ciuman itu.
" Iya, kamu juga hati-hati, dan langsung tidur," ujar Nayra mengingatkan. Raihan mengangguk.
" Aku masuk dulu, bye bye bye bye," ujar Nayra melambaikan tangannya.
Raihan tersenyum dan melihat kekasihnya itu memasuki Apartemen sampai menutup pintu kembali. Setelah memastikan sang kekasih masuk Raihan baru pergi meninggalkan Apartemen itu.
***********
Di sisi lain ternyata Raina sudah selarut ini masih berada di kantor. Dia sangat sibuk dengan berkas-berkas di mejanya milik Pak David dan juga Nayra.
Dia memilih mengerjakan semua itu di kantor. Karena kalau di rumah pasti akan sulit. Karena ada mamanya belum lagi Amira. Setelah bertemu dengan Pak David dugaan Nayra semakin besar jika Nayra dan David memiliki hubungan.
" Nara Raqilla Wilson dan Nayra Ariani Putri. Tanggal lahir 17 February, tanggal lahir sama, golongan darah Pak David dengan Nayra juga sama. Anaknya meninggal saat masih bayi, sedangkan mama mempunyai Foto bayi Nayra. Nayra pernah bilang jika di rumahnya tidak memiliki album masa kecilnya," Raina bergerutu sendirian untuk terus mencocokkan data milik David dan juga Nayra.
Dalam pemikirannya. Raina mengingat sesuatu dan membuka amplop berwarna coklat. Amplop itu berupa foto-foto pak David jaman dulu. Bahkan ada foto-foto mamanya dan papanya.
" Papa bilang mereka dulu pernah bertemu. Tetapi dari foto-foto ini kelihatan mama, papa dan Pak David sangat dekat," batin Raina melihat dengan detail.
๐น๐น๐น๐น๐น๐นBersambung ๐น๐น๐น๐น๐น
__ADS_1