Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 112


__ADS_3

Raihan terus memeluk Nayra seakan tidak ingin kehilangan Nayra. Nayra bisa merasakan tubuh Raihan yang bergetar. Mungkin Raihan sangat kedinginan. Nayra juga memeluk Raihan erat.


" Aku tau Raihan ini sulit untuk kamu," batin Nayra.


flass black.


Nayra dan Zira bertemu di salah satu Coffee shop. Nayra dan Zira duduk berhadapan. Dengan di meja mereka terdapat 2 gelas coffee Ke-2 terlihat sangat tegang. Seperti bicara sangat serius.


" Ada apa Tante, kenapa tiba-tiba mengajak bertemu?" tanya Nayra sangat gugup. Namun perasaannya mulai tidak enak.


" Apa hubungan kamu sama Raihan sudah kembali?" tanya Zira.


" Hmmmm, iya aku sama Raihan kembali menjalin hubungan, seperti awal," jawab Nayra jujur.


" Nayra Tante Tidak ingin kamu tersakiti. Tante sangat takut jika kamu dan Raihan menjalin hubungan. Tante takut pada akhirnya kamu sakit hati," ujar Zira.


" Langsung pada intinya saja Tante, ada apa Tante," ujar Nayra mulai merasa gelisah.


" Putuskan hubungan sama Raihan!" ujar Zira. Membuat Nayra kaget. Bahkan matanya bergenang. Dia berusaha agar air matanya tidak jatuh saat kembali mendengar kata putus.


" Kenapa?" tanya Nayra dengan suara serak. Suara yang tidak sanggup untuk keluar. Karena dadanya sangat sesak.


" Tante tidak ingin. Hubungan kalian berakhir dengan menyakitkan, terutama kamu. Tante tidak ingin kamu terluka," jawab Zira dengan berat hati.


" Apa itu masuk akal. Aku mencintai Raihan dan Raihan juga. Lalu dari mana bisa ada yang terluka. Aku sangat mengenal Raihan aku dan aku yakin Raihan tidak akan pernah menyakitiku. Tetapi kenapa Tante tidak mempercayai Raihan?" tanya Nayra.


" Nayra tapi kenyataan yang akan melukai hati kamu, kamu dan Raihan tidak bisa bersama," ujar Zira.


" Apa kenyataannya?" tanya Nayra.


Zira membuang napasnya perlahan. Memantapkan hatinya mengatakan yang sudah di pendamnya. Zira memengang tangan tangan Nayra yang di letakkan di atas meja. Tangan Nayra begitu dingin.


" Nayra Raihan sudah di jodohkan dengan Carey, sejak mereka masih kecil. Ini juga merupakan amanah dari ALM kakek Carey," ujar Zira dengan gugup. Nayra mendengarnya kaget.


" Hanya itu alasannya," sahut Nayra dengan santai.


" Nayra jika pacar Raihan wanita lain dan bukan kamu. Mungkin Tante tidak akan ikut campur dari dulu. Tante tidak akan peduli sejauh mana mereka menjalin hubungan. Tante juga tidak akan peduli pada akhirnya wanita itu harus sakit hati karena kenyataan itu. Kamu harus tau. Jika ini Tante takutkan selama ini. Tante menyuruh kamu putus dengan Raihan dulu selain masalah fokus dengan pendidikan kalian. Tante juga tidak ingin hubungan kalian berlanjut karena pada akhirnya Raihan akan menikah dengan Carey dan kamu akan semakin sakit. Karena cinta kamu semakin dalam kepada Raihan. Makanya Tante mencegah semua itu dari dulu. Tapi Tante tidak menyangka pada akhirnya Raihan dan kamu kembali berhubungan. Nayra Tante mohon selesaikan hubungan kamu. Tante tidak ingin kamu terluka dalam hal ini," ujar Zira dengan mata berkaca-kaca.


" Lalu bagaimana dengan Raihan Tante. Apa Tante tidak memikirkan lukanya. Apa dia tidak akan sakit. Dulu Nayra bertanya kepada Tante. Tante mengatakan dia pasti baik-baik saja. Tapi apa, dia hancur selama 7 tahun dan itu karena Nayra. Dan sekarang apa lagi Tante bagaimana dengan dia apa dia tidak akan terluka, apa dia akan baik-baik saja," ujar Nayra meneteskan air matanya.


" Raihan seorang Pria, dan Tante bisa menghadapi Raihan. Tapi kamu. Kita sama-sama wanita Tante lebih tau bagaimana rasa sakit seorang wanita," sahut Zira. Nayra tersenyum.

__ADS_1


" Semua jauh lebih sakit. Jika aku kembali mengulang kesalahanku," ujar Nayra dengan menekan suaranya.


" Nayra, Tante melakukan semua ini. Hanya untuk kamu, selesaikan semuanya sebelum kamu semakin terluka," ujar Zira kembali. Nayra melepas tangannya dari Zira.


" Maaf Tante. Untuk yang pertama kalinya Nayra tidak bisa menuruti perintah Tante," ujar Nayra dengan yakin.


" Nayra kamu tau Tante menyayangi kamu. Seperti Raihan dan Raina. Tante sudah katakan berkali-kali, Tante melakukan semua ini demi kamu. Tante tidak ingin kamu sakit hati karena akan menerima kenyataan itu. Tante ingin mencegahnya. Lanjutkan kuliah kamu. Maka semuanya akan baik-baik saja," sahut Zira berusaha meyakinkan Nayra. Nayra merespon kembali dengan senyuman.


" Semua akan baik-baik saja. Jika Nayra bersama Raihan. Karena cuma Raihan yang bisa membuat Nayra baik-baik saja," sahut Nayra dengan yakin.


" Nayra,"


" Tante, aku mencintai Raihan dan aku tidak akan pernah meninggalkannya. Dan untuk Carey aku tidak ada urusan dengan dia dan hubungannya dengan Raihan. Apapun itu Nayra tidak akan pernah meninggalkan Raihan. Nayra tidak akan membuat Raihan kembali terluka. Maaf Tante Nayra tidak peduli dengan perjodohan itu," tegas Nayra langsung berdiri.


" Nayra bagaimana jika kamu yang terluka," ujar Zira.


" Raihan anak Tante. Bukan Nayra. Maaf Tante, sebaiknya tante pahami Raihan dulu. Tante khawatir dengan luka Nayra. Tapi tidak peduli dengan luka Raihan. Apa Tante berpikir Raihan akan kuat," ujar Nayra berbicara dengan penuh keberanian.


" Jadi kamu akan menolak permintaan Tante?" tanya Zira memastikan. Nayra tersenyum.


" Iya Nayra tidak akan pernah mengakhiri hubungan Nayra dan Raihan. Maaf, maaf dan maaf untuk kali ini Nayra akan menolak," ujar Nayra menundukkan kepalanya dan langsung pergi. Dalam langkahnya Nayra mengusap air matanya.


" Nayra," panggil Zira.


Nayra mengusap air matanya saat mengingat pertemuannya dengan Zira 2 hari lalu. Nayra melihat wajah Raihan yang tertidur lelap.


" Aku sangat mencintaimu. Aku tidak akan mengalah untuk kali ini. Aku tidak akan membuka luka itu lagi. Aku tidak akan meninggalkanmu," ujar Nayra mengusap lembut pipi Raihan dan mencium pipinya.


Lalu Nayra kembali memeluk Raihan erat. Dan perlahan memejamkan matanya. Nayra sudah bisa merasa jika Raihan pasti bertengkar dengan mamanya.


************


Di sisi lain Zira berada di kamarnya. Zira duduk di pinggir ranjang menangis. Bagaimana tidak hatinya sangat hancur ketika putranya mengatakan kata-kata itu.


" Kenapa kamu sampai seperti itu Raihan. Apa kamu menyesal lahir dari rahim mama. Kenapa Raihan," ujar Zira terus menangis terisak-isak.


" Apa kamu memang menganggap mama sangat jahat kepada kamu. Apa kamu menganggap mama sebagai musuh. Kenapa Raihan kamu harus mengatakan itu.


" Mama tau kata lelah. Jika menjadi anak dari Addrian Admaja Wijaya dan Zira Aqella Wijaya sangat melelahkan Raihan lebih memilih untuk tidak jadi anak kalian.


Zira terus mengingat kata-kata itu. Kata-kata yang tidak pernah di bayangkannya akan keluar dari mulut putra kesayangannya.

__ADS_1


Addrian memasuki kamar dan melihat istrinya masih menangis Sengugukan. Addrian duduk di samping istiranya.


" Zira," tegur Addrian lembut mengusap bahu Zira.


" Apa aku sangat keterlaluan. Sampai Raihan selalu menganggapku adalah musuhnya?" tanya Zira melihat ke arah suaminya.


" Hey sudah jangan menangis lagi. Semua akan baik-baik saja," ujar Addrian menenangkan.


" Bagaimana bisa baik-baik saja. Raihan bahkan sampai sekarang tidak kembali. Aku tidak tau melakukan apalagi," ujar Zira yang pasrah.


" Hentikan semuanya," sahut Raihan.


" Maksud kamu?" tanya Zira menatap serius.


" Lepaskan Nayra," jawab Raihan.


" Apa yang kamu katakan. Kamu ingin aku membiarkan Nayra hidup sendirian. Kamu ingin membiarkan aku tidak peduli kepadanya," ujar Zira dengan suara sedikit keras. Air matanya sudah tidak jatuh lagi.


" Cukup Zira. Nayra bukan anak kamu. Kamu tidak berhak akan hidupnya. Dia sudah dewasa. Oke dulu kamu peduli kepadanya dan melakukan apapun. Sama seperti kamu memperlakukan Raihan dan Raina. Tapi kamu harus sadar jika kamu sudah kelewatan," ujar Addrian.


" Ada apa ini, kenapa kamu bicara seperti itu. Kamu sendiri tau. Bagaimana perlakuan orang tuanya kepadanya. Dan semua itu sampai dia dewasa. Dan kamu ingin aku membiarkannya, berhenti menjaganya," sahut Zira mulai emosi.


" Aku yang bertanya sama kamu. Ada apa? siapa Nayra sebenarnya?" tanya Addrian membuat Zira schok.


" Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Zira merasa suaminya mencurigainya.


" Apa yang kamu lakukan terhadap Nayra tidak masuk akal. Jika hanya karena simpatik. Apa kamu tidak sadar. Jika perlakuan kamu kepada Nayra. Seperti melebihi anak kamu sendiri," ujar Addrian. Zira Kaget mendengarnya.


" Kamu mencurigaiku?" tanya Zira.


" Aku berharap apa yang aku pikirkan tidak terjadi. Aku berharap kamu tidak pernah menyembunyikan apapun dari ku," ujar Addrian dengan serius.


" Istirahatlah jangan memikirkan apapun," ujar Addrian lalu berdiri dan keluar dari kamar. Napas Zira naik turun dengan apa yang di katakan suaminya. Wajahnya bahkan pucat. Mungkin tidak pernah terpikir olehnya semua akan separah ini.


Ternyata di sisi lain. Raina mendengar percakapan itu. Raina bersembunyi di balik tembok saat papanya ke luar dari kamar mamanya.


" Jadi papa juga tidak tau masalah ini. Jadi mama menyimpan semuanya sendirian. Kenapa mama melakukan ini. Kenapa mama tidak mencoba memberi tau. Apa mama kuat menghadapi semua ini. Mama harus tau resikonya akan sangat berat," batin Raina yang justru kasian melihat mamanya.


Apapun itu Raina bisa merasakan semua yang di rasakan mamanya. Belum lagi Raihan yang berkata kasar kepada mamanya.


Di tambah lagi dengan menyembunyikan rahasia besar bukanlah mudah. Dia tidak membayangkan bagaimana mamanya tertekan selama ini dengan rahasia yang masih menjadi teka-teki.

__ADS_1


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนBersambung๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2