Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 118


__ADS_3

Jelas perkataan Alex membuat Raina kaget.


" Iya, semalam aku habis bicara dengannya dan kita membahas masalah pekerjaan. Kontrak Nayra sebentar lagi akan habis. Jadi aku menyuruhnya secepatnya menadatangani perpanjang kontrak kerja. Tapi dia menolaknya," jelas Alex.


" Mungkin saja kak Raihan yang memintanya," sahut Raina menebak.


" Bisa jadi. Mungkin seperti yang kamu bilang Nayra pelan-pelan sudah ingin menghindar dari mama kamu. Dia tidak ingin terus-menerus berpatok pada Tante Zira dan aku lihat Nayra sangat mantap dalam hal itu," ujar Alex.


" Iya benar. Itu hal yang bagus sih. Tapi Nayra juga harus menyadari jika dia bekerja di Adverb bukan hanya karena mama saja. Tetapi Memang dia pantas bekerja di Adverb. Dia memiliki kualitas yang tinggi," ujar Raina yang selalu mengakui jika Raina memang salah satu karyawan yang terus berkembang.


" Kamu benar. Pasti selama ini dia sangat tidak nyaman dengan hal itu. Meski Perusahaan membutuhkannya. Tetapi kita juga tidak bisa memaksa Nayra. Kita harus menghormati keputusannya. Belum lagi masalah hubungannya dan Raihan itu pasti semakin menyulitkannya," ujar Alex yang penuh simpati kepada Nayra.


" Iya kamu benar. Memang lebih baik seperti itu. Agar dia bisa terbebas dari semua ini," sahut Raina menyetujui.


" Hmmmm, ya sudah lah Alex. Aku pergi dulu aku harus jemput Amira," ujar Raina memebereskan kembali yang di bawanya dan memasukkan kembali ke dalam tasnya.


" Iya, seperti yang Aku katakan tadi. Kamu fokus sama Tante Zira. Aku akan mencoba menyelidiki Pak David. Akhir-akhir ini aku akan sering bertemu dengannya membahas bisnis jadi akan sangat mudah," ujar Alex mengingatkan kembali pada Raina masalah pembagian tugas mereka.


" Oke," ujar Raina setuju. Setelah membereskan barang bawaannya. Raina berdiri.


" Ya sudah aku balik dulu, thanks ya," ujar Raina pamit.


Alex mengangguk. Raina melangkahkan kakinya melewati Alex. Saat melewati Alex heels Raina miring dan membuat Raina jatuh ke pangkuan Alex.


Maupun Alex dan Raina sama-sama kaget. Sepasang mata mereka sama-sama terbuka lebar. Bukannya saling melepas mereka malah saling melihat dengan exsperesi Schok.


Masih tetap dengan adegan pangku memangku dengan exsperesi yang masih kaget. Di waktu yang Tiba-tiba Raka yang ingin keruangan Alex. Membuka pintu tanpa mengetuk.


Ceklek.


Raka yang berdiri di depan pintu Schok melihat Raina yang berada di pangkuan Alex. Bahkan ke-2 tangan Raina menggantung di leher Alex. Mereka juga masih saling menatap sampai tidak sadar pintu sudah di buka.


" Maaf menggangu," ujar Raka dengan suara beratnya.


Mendengar suara itu Alex dan Raina sama-sama melihat ke arah pintu. Bukannya melepas adegan mereka berdua. Ke-2 nya kembali berekspresi shock saat melihat Raka.


" Raka," lirih Raina melihat Alex.


Dan menyadari ternyata keberadaannya sedang di pangkuan Alex. Dengan cepat Raina langsung berdiri.


" Sorry, sorry," ujar Raina yang sudah berdiri, merapikan pakaiannya dengan salah tingkah.

__ADS_1


" Iya," jawab Alex yang terlihat santai.


" Aduh kenapa Raka pake ada di sini segala," batin Raina yang justru cemas.


" Ada apa Raka?" tanya Alex melihat Raka masih berdiri di depan pintu.


" Saya membawa laporan yang bapak minta," ujar Raka.


Raina masih terlihat sangat canggung. Dan ada perasaan tidak enak dengan Raka. Seakan Raina langsung ingin menjelaskan pada Raka apa yang terjadi sebenarnya. Raina seakan takut jika Raka salah paham dengan dirinya.


" Ehmmm, Ya sudah aku, keluar dulu," ujar Raina gugup. Alex hanya mengangguk dengan santai.


Dengan langkah buru-buru Raina meninggalkan ruangan Alex. Raina sangat gugup saat melewati Raka yang masih berdiri di depan pintu. Raka hanya menundukkan kepalanya saat Raina melewatinya.


**********


Andini sedang menikmati bubur kacang hijau dengan pulut ketan buatan sang Eyang Farah. Dengan lahap Andini memakan semangkok bubur itu di meja makan.


" Bagaimana enak?" tanya Eyang Farah meletakkan segelas air putih di depan Andini.


" Enak masakan Eyang mana pernah tidak enak, selalu paling the best," puji Andini dengan makanan penuh di mulutnya pastinya dengan senyum keceriannya.


" Aku serius Eyang. Aku sedang tidak menjilat," sahut Andini.


" Ya sudah makan lagi," ujar Eyang Farah sudah duduk di samping Andini.


" Oh iya Eyang. Eyang tau tidak kalau Tante Zira sama kak Raihan lagi perang," ujar Andini membuka obrolan lain.


" Perang bertengkar maksud kamu?" tanya Eyang Farah.


" Iya, dan kali ini bertengkarnya luar biasa," sahut Andini dengan serius.


" Bukannya itu biasa Ya. Raihan memang sering ribut dengan Zira. Hhhhh pasti Raihan yang mencari masalah. Kali ini apa lagi yang di lakukannya sampai membuat menantuku sedih lagi, anak itu benar-benar tidak pernah berubah," ujar Eyang Farah yang langsung menyalahkan Raihan.


Karena memang biasanya Raihan memang paling tidak bisa di kasih tau.


" Ihhhhhh, Eyang mah langsung nuduh kak Raihan. Kali ini masalahnya serius," ujar Andini membela Raihan.


" Masalah serius. Bukannya memang selama ini masalah selalu serius dan Raihan selalu menganggap spele makanya terjadi perkelahian," sahut Eyang Farah terbiasa dengan ketengilan Raihan cucunya tampannya yang sudah di bilangi.


" Tidak Eyang, pertengkaran terjadi. Karena Tante Zira dan Om Addrian menjodohkan kak Raihan," ujar Andini menjelaskan dengan detail.

__ADS_1


" Di jodohkan dengan siapa?" tanya Eyang Farah penasaran.


" Dengan Kak Carey," jawab Andini.


" Dengan Carey kok bisa tiba-tiba," ujar Eyang Farah kaget yang memang tidak mengetahui masalah sebesar itu.


" Dengar-dengar Oma dan Opa kak Raihan. Dan nenek dan ALM kakek kak Carey. Mereka itu menjodohkan kak Raihan dan Carey sejak masih kecil. Dan merupakan amanah dari ALM kakek kak Carey," jelas Andini secara detail. Bahkan Andini sudah tidak makan lagi.


" Dari mereka kecil. Kenapa hal seperti itu tidak sampai ketelinga Eyang. Padahal itu masalah serius. Kok mereka main asal-asalan. Bagaiman jika Eyang juga menjodohkan Raihan mereka mau apa," ujar Eyang Farah yang kesal.


Karena masalah itu sama sekali dia tidak tau. Eyang Farah merasa tidak di hargai sebagai besan.


" Aku juga tidak tau Eyang. Tetapi itulah kenyataannya. Dan itu yang membuat kak Raihan ribut besar dengan Tante Zira dan Om Addrian. Juga yang lainnya," sahut Andini.


" Lalu bukannya Raihan punya pacar ya, siapa itu namanya wanita yang sangat di cintainya. teman kamu," ujar Eyang Farah yang rada-rada lupa maklum sudah tua.


" Nayra," sahut Andini.


" Hmmmm, benar bukannya kamu bilang mereka sudah balikan, dan setau Eyang Zira dan Addrian juga sangat peduli dengan Nayra. Mereka juga bukannya menyetujui hubungan Raihan dan Nayra," ujar Eyang Farah yang memang sudah mengenal Nayra dengan baik.


" Itulah Eyang aku tidak mengerti, tapi Eyang mau tau rahasia tidak," ujar Andini dengan wajah seriusnya.


" Rahasia apa?" tanya Eyang Farah penasaran.


" Eyang tau tidak penyebab putusnya Kak Raihan dan Nayra," ujar Andini tiba-tiba membuat Eyang Farah menggeleng.


" Karena Tante Zira," lirih Andini pelan. Farah mendengarnya kaget dan tidak percaya.


" Kamu serius?" tanya Farah ragu. Andini mengangguk.


" Iya eyang semua karena Tante Zira dia yang menyuruh Nayra memutuskan kak Raihan. Padahalkan Eyang juga tau kak Raihan dan Nayra itu saling mencintai. Tetapi mereka harus putus. Saling menyakiti hanya karena salah paham," ujar Andini dengan wajah lesunya.


Andini memang salah satu bagaimna hubungan sahabatnya dengan kakak sepupunya itu. Belum lagi Andini juga tau bagaimana dulu Nayra saat putus dengan Raihan.


" Kenapa Zira melakukan itu," lirih Farah merasa aneh dengan sikaf Zira.


" Aku juga tidak mengerti Eyang. Sekarang ketika kak Raihan dan Nayra hubungan mereka baik-baik saja. Malah timbul masalah perjodohan. Aku tidak tau lagi bagaimana Nayra menghadapi masalah ini," ujar Andini yang mencemaskan sahabatnya.


" Ada apa dengan Zira dan Addrian kenapa mereka harus mencampuri asmara Raihan," batin Farah yang simpatik dengan cucunya.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนBersambung๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


__ADS_2