Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 91


__ADS_3

Mereka kembali menikmati makanan itu.


Jangan salah Raihan tidak pernah pilih-pilih makanan. Mau dipinggiran atau seperti apapun baginya sama saja. Yang penting bersih. Bukan karena dia pacaran dengan Nayra. Tetapi itu sudah sejak dulu sebelum bertemu dengan Nayra.


Setelah puas menikmati kuliner malam dan membeli yang lainnya Raina dan Raihan ke luar dari tempat tersebut. Mereka kembali berjalan di pinggir jembatan. Kalau di tengah bisa ketabrak kendaraan.


Langkah mereka seirama. Raihan memegang kantung plastik yang berisi heels Nayra dan beberapa yang di beli Nayra tadi. Yang pasti semua Raihan yang membayarnya.


" Raihan," tegur Nayra.


" Kenapa?" tanya Raihan.


" Apa pak David, lama di Indonesia?" tanya Nayra.


" Hmm, entalah aku juga tidak tau. Kau selalu menanyakan dia. Aku perhatikan kalian sangat dekat?" ujar Raihan menyimpan rasa cemburu.


" Tidak aku tidak dekat dengannya, aku hanya senang mengobrol dengannya, ternyata dia sangat humbel, jadi aku merasa nyaman," jawab Nayra dengan senyum di wajahnya.


" Kau bahkan tersenyum saat menyebut namanya," sahut Raihan dengan nada yang tidak suka.


" Memang kenapa jika aku tersenyum?" tanya Nayra mengkerutkan dahinya.


" Kalian juga makan bersama? tanya Raihan menoleh kearah Nayra. Nayra hanya tersenyum.


" Bahkan kalian punya rahasia yang aku juga tidak tau," lanjut Raihan dengan wajahnya yang menunjukkan rasa cemburu.


Nayra kembali tersenyum, melihat Raihan yang sudah cemberut.


" Apa rahasia kalian?" tanya Raihan menaikkan alisnya yang penasaran dengan rahasia Nayra dan David.


" Tidak ada yang istimewa dalam rahasia itu," ujar Nayra melihat Raihan lalu kembali menatap lurus kedepan.


" Tidak istimewa, tapi hanya kau yang mengetahuinya, jika memang rahasia itu sangat istimewa itu sudah sangat keterlaluan," ujar Raihan dengan kesal.


" Apa kau cemburu dengannya?" tanya Nayra menghentikan langkahnya menghadap Raihan.


" Menurutmu?" tanya Raihan dengan wajah seriusnya.


Nayra tersenyum dan kembali melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


" Tidak ada rahasia. Tapi jika memang penasaran aku akan memberitahumu nanti," ujar Nayra.


" Baiklah akan aku tunggu," sahut Raihan.


" Hhhhh, aku sangat bahagia malam ini," ujar Nayra.


" kenapa? apa karena bertemu dengan Pak David," tebak Raihan yang kembali membahas david. Nayra mendengus mendengar nama itu.


" David lagi," sahut Nayra, " Raihan aku hanya bahagia. Karena Tante Zira tidak marah kepadaku, dia juga tidak mengungkit masalah itu," ujar Nayra menghentikan langkahnya.


Nayra beralih kepinggir jembatan, dan meletakkan ke-2 tangannya di pagar jembatan. Raihan menyusulnya dan berdiri di sampingnya. Melihat Nayra yang tersenyum membuat Raihan juga tersenyum.


" Apa kau memberi tau yang sebenarnya?" tanya Nayra Raihan menggeleng.


" Tetapi bukannya aku harus memberi tau yang sebenarnya. Jika apa yang aku tuduhkan kepadamu itu tidak benar," ujar Nayra terus memikirkan itu.


" Tidak perlu. Aku rasa mama juga tau. Karena dia yakin tidak mungkin aku menyentuh wanita kesayangannya," sahut Addrian.


Nayra mendengarnya hanya tersenyum dan melihat pemandangan malam yang luas. Melihat kendaraan di bawah sana sangat ramai.


" Raihan," tegur Nayra.


" Kenapa?" tanya Raihan.


Raihan juga melihat Nayra dan mereka sudah berhadapan. Raihan menelan salavinanya saat mendapat pertanyaan itu.


" Kau tau Raihan, saat aku bangun aku sangat bahagia. Melihat bunga yang kau berikan, dress dan tulisan beberapa kata yang membuat jantungku berdebar saat itu. Aku tidak sabar menunggu malam. Ingin berpenampilan secantik mungkin malam itu. Semua kulakukan hanya untuk mu. Tetapi ternyata malam itu tidak seperti apa yang aku pikirkan. Malam itu lebih mengerikan di bandingkan 7 tahun lalu," ujar Nayra dengan matanya berkaca-kaca memperlihatkan kesedihannya saat mengingat malam ulang tahun Raihan.


" Padahal sebelum itu. Aku sudah mempersiapkan semuanya. Aku tidak pernah menyangka. Setelah 7 tahun bisa kembali merayakan ulang tahun mu. Aku sengaja menerima tawaran cuti dari mu. Supaya bisa mempersiapkannya. Dan merayakan bukan hanya malam itu," sambung Nayra lagi. Raihan hanya melihat bagaimana Nayra berbicara yang melihat ke langit.


" Kau tau Raihan. Pagi-pagi sekali. Aku kepasar membeli bahan kue. Aku harus mencari bahan yang sesempurna mungkin agar Cake yang buat bisa kau sukai. Tapi aku bukan orang yang pintar untuk membuatnya. Dari pagi sampai jam 8 malam aku masih mengerjakannya. Karena selalu gagal membuatnya. Sampai akhirnya aku berhasil membuat Cake dengan tanganku sendiri," Nayra menceritakan kepedihan hatinya sambil tersenyum.


" Aku tidak menyangka. Pada akhirnya kau memutuskan menginap di Apartemenku. Seakan tuhan membantu semua rencanaku berjalan lancar. Aku bahagia karena bisa meniup lilin dengan Cake yang aku pegang, hal yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya," lanjut Nayra lagi.


" Aku sudah mengatakan Raihan. Jika ingin pulang maka bangunkan aku. Tapi kau pulang dan tidak membangunkanku, kau malah meninggalkanku lagi itu," ujar Nayra melihat kearah Raihan.


" Nara," lirih Raihan.


" Tapi tidak apa-apa. Aku tidak memikirkan apapun saat itu. Dengan apa yang kau berikan kepadaku. Membuatku tidak berpikir apapun. Tetapi malam itu semua pengorbananku di balas dengan pemandangan yang aku tidak pernah bayangkan," ujar Nayra dengan air matanya yang sudah menetes.

__ADS_1


" Nara," lirih Raihan yang ingin menghentikan Nayra berbicara.


" Kau tau apa yang aku rasakan Raihan. Aku ingin marah saat itu. Tapi aku berpikir apa aku milikmu. Karena sebelumnya aku bertanya kepadamu. Apa kau masih mencintaiku. Tetapi aku tidak mendapat jawaban iya atau tidak. Jadi aku merasa saat sepertinya kita tidak ada hubungan. Aku menahan diri ku, rasa cemburuku. Ketika melihatmu mencium wanita lain di hadapanku. Aku kembali pulang. Kau tau apa yang aku pikirkan. Aku menunggumu malam itu. Aku yakin kau akan datang dan menjelaskan semuanya. Ternyata sampai pagi bahkan kedatanganmu tidak juga ada," Nayra terus berbicara mengeluarkan semua isi hatinya yang di pendamnya. Raihan hanya diam tanpa bisa menjawab sedikitpun.


" Aku berfikir positif kembali, aku ingin mendengar penjelasan dari mu. Tetapi apa yang aku dapatkan. Yang terjadi malam itu tidak separah yang terjadi di kantor," lanjut Nayra lagi.


" Cukup Nayra," lirih Raihan mendekatkan dirinya pada Nayra. Dan meletakkan jarinya di bibir Nayra dia tidak ingin Nayra melanjutkannya. Raihan memutar bola matanya melihat mata Nayra yang sudah meneteskan air mata.


" Hatiku hancur Raihan saat kau mengatakan. Semua yang kau lakukan kepadaku hanya pura-pura. Sakit, sangat sakit. Itu yang aku rasakan," lanjut Nayra.


" Aku tau, aku juga merasakan sakit itu, aku sakit melihatmu meneteskan air mata di hadapanku, jika mau bertanya apa yang aku pikirkan saat meninggalkan mu. Aku memikirkan selanjutnya kau akan membenciku." sahut Raihan.


Nayra mengalihkan pandangannya dari Raihan.


" Ahhhhh, sudahlah untuk apa membahas itu, bukankah itu sudah tidak ada gunanya," ujar Nayra kembali meletakkan ke-2 tangannya di pagar jembatan.


" Setelah menceritakan semua yang aku rasakan kepadamu. Rasa sakit hatiku, marah, dan kebencian ku. Aku akan melupakan semuanya," ujar Nayra tersenyum tipis melihat kembali ke arah Raihan.


" Semudah itu kau melupakan perbuatanku?" tanya Raihan.


Nayra kembali menghadap Raihan. Jarak mereka kembali dekat. Nayra dan Raihan saling memandang satu sama lain.


Nayra tersenyum dan berjinjit mencium bibir Raihan sekilas. Raihan melebarkan matanya saat mendapat ciuman itu yang tiba-tiba itu.


" Apa ini juga tidak sengaja?" tanya Raihan ketika Nayra melepas ciuman itu.


" Aku sengaja melakukannya, aku ingin melupakan hal menyakitkan bersamamu," jawab Nayra tersenyum.


Kemudian Nayra berlalu dari hadapan Raihan. Nayra ingin pergi.Tetapi Raihan menarik pinggang Nayra, sehingga Nayra menabrak dada bidang Raihan.


Mata ke-2 Naya saling memandang dengan jarak yang sangat dekat. Suara jantung mereka saling terdengar satu sama lain. Raihan memiringkan kepalanya agar meraih bibir Nayra.


Tetapi Nayra malah menjauhkan kepalanya. Seakan menolak apa yang akan di lakukan Raihan kepadanya. Raihan melihat Nayra dengan heran seakan ingin bertanya ada apa.


" Apa setelah ini akan ada kata pura-pura, balas dendam dan yang lainnya," tanya Nayra memastikan. Raihan tersenyum tipis.


" Kamu tau jawabannya," jawab Raihan singkat. Dan langsung meraih bibir Nayra.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนBersambung๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


__ADS_2