
Setelah melakukan aktivitas seharian di luar Nayra dan Raihan kembali kerumah. Nayra dan Raihan langsung memasuki kamar.
" Kamu mau mandi dulu, atau aku dulu?" tanya Raihan menghadap Nayra.
" Kamu saja duluan," ujar Nayra.
" Ya sudah aku mandi dulu!" ujar Raihan. Nayra mengangguk. Raihan langsung pergi ke kamar mandi Nayra duduk di sisi ranjang.
Mengambil ponselnya dari dalam tasnya. Nayra membuka Google.
Cara menghilangkan trauma.
Nayra mengetik di handphonenya. Dia benar-benar ingin menghilangkan ingatan bagaimana Angga yang ingin melecehkannya. Dia tidak tega dengan Raihan yang terlalu sabar atas dirinya.
Nayra benar-benar ingin menjadi istri sempurna untuk Raihan. Karena Raihan sudah banyak berkorban untuknya.
Nayra terus membaca beberapa artikel dari beberapa ahli yang membantu menghilangkan rasa trauma di dalam dirinya.
Ceklek
Raihan keluar dari kamar mandi melihat Nayra yang serius dengan ponselnya sampai tidak melihat kedatangannya.
" Kamu sedang apa?" tanya Raihan membuat Nayra menengok ke belakang.
" Hahh, oh tidak hanya melihat beberapa artikel," sahut Nayra.
" Oh, ya sudah sana mandi," ujar Raihan. Nayra mengangguk. Langsung berdiri dan langsung menuju kamar mandi.
***************
Setelah selesai mandi Nayra ke luar dari kamar sudah menggunakan piyamanya. Nayra melihat Raihan yang menyandarkan dirinya di kepala ranjang dengan melihat ponselnya. Raihan menoleh ke arah Nayra yang masih berdiri melihat dirinya.
" Sudah selesai?" tanya Raihan. Nayra mengangguk.
" Lalu ngapain masih berdiri, kamu tidak mau tidur?" tanya Raihan.
Nayra mengangguk dan langsung menghampiri Raihan. Raihan menjulurkan tangannya dan meraih Nayra kedalam pelukannya.
" Istirahatlah, kamu pasti lelah," ujar Raihan.
" Iya kamu juga," sahut Nayra.
" Hmmmm," ujar Raihan mengusap-usap rambut Nayra.
Tetapi Raihan tidak mencium keningnya biasanya Raihan melakukan itu. Nayra seakan menunggu hal itu dan mengangkat kepalanya melihat Raihan yang sudah memejamkan matanya.
__ADS_1
" Raihan," tegur Nayra kembali meletakkan ke kepalanya di dada Raihan,"
" Hmmmm," jawab Raihan dengan deheman.
" Kamu memang tidak akan kekantor lagi?" tanya Nayra. Raihan membuka matanya kembali.
" Papa memang menyuruh untuk mengurus Perusahaan. Tetapi aku ingin fokus menjagamu. Meski kamu sudah sembuh. Tetapi aku tidak ingin meninggalkan mu sedetikpun," jawab Raihan.
" Tapi tidak mungkin selamanya seperti itu," sahut Nayra yang mulai merasa jika dia beban untuk Raihan.
" Itu akan menjadi selamanya. Sampai aku benar-benar tidak bernyawa. Aku tidak akan meninggalkanmu," sahut Raihan dengan yakin. Nayra mengangkat kepalanya dan melihat Raihan.
" Raihan, aku sudah tidak apa-apa. Kamu jangan khawatir. Begini saja. Jika kamu ingin bekerja maka bekerjalah. Aku akan di tempat mama. Atau bagaimana jika aku memperpanjang kontrakku di Adverb. Jadi kamu bisa mengawasiku terus," ujar Nayra yang tidak ingin Raihan terlalu berlebihan kepadanya. Raihan tersenyum mendengarnya.
" Kamu ingin bekerja lagi?" tanya Raihan. Nayra mengangguk.
" Aku ingin memulai semuanya dari awal. Mungkin jika aku bekerja semuanya pelan-pelan akan hilang," ujar Nayra dengan yakin.
" Trauma mu sudah hilang Nara. Kau hanya mengingat itu kembali jika aku mencoba menyentuhmu," batin Raihan yang melihat terus Nayra.
" Bagaimana benar tidak yang aku katakan?" tanya Nayra. Raihan menganggukkan matanya.
" Aku akan memikirkannya. Sekarang kamu istirahat," ujar Raihan. Nayra mengangguk dan kembali berada di dekapan Raihan.
" Kenapa kamu menghindariku Raihan. Kamu seakan takut jika aku kumat. Maafkan aku Raihan aku tidak bisa melakukan apapun untukmu. Kau sudah melakukan banyak untukku. Tidurmu terhitung beberapa jam beberapa bulan ini karena aku. Kau bahkan meninggalkan semuanya karena aku. Hidup dan waktumu di habiskan untukku. Kau bahkan rela berada di dalam apartemen selama beberapa Minggu tidak keluar karena aku yang tidak bisa pergi. Aku telah mengambil kebebasanmu. Tetapi aku tidak bisa membalasnya. Bahkan memberikan hak mu saja aku tidak sanggup. Aku adalah istrimu. Tetapi aku tidak melayanimu, seperti istri lainnya. Maafkan aku Raihan," batin Nayra yang merasa bersalah ke pada Raihan. Air mata Nayra menetes di pipinya melihat kekurangannya sebagai istri.
************
Raihan tidak konsultasi dengan Dokter lagi. Ketika Dokter itu membuatnya kesal. Dia punya cara sendiri untuk menyembuhkan istrinya.
Raihan memulai memasuki kantor. Sebenarnya dia hanya berada di kantor hanya untuk 3 bulan ke depan untuk lebih banyak belajar mengenai bisnis. Karena dia punya rencana membangun perusahaan sendiri dengan modal yang pernah di berikan eyangnya.
Yang juga pernah di diskusikan ya dengan Nayra sebelum Nayra mengalami insiden buruk itu. Selama di kantor. Nayra juga ikut. Pernikahan mereka bahkan sudah terdengar di Perusahaan.
Seperti biasa Nayra bersosialisasi dengan para karyawan kantor dengan norma.Walau Nayra berada di kantor dia tidak bekerja. Raihan melarangnya melanjutkan kontraknya. Karena Raihan ingin Nayra lebih santai tanpa banyak berpikir.
Nayra hanya berada di ruangan Raihan. Menemani suaminya saat bekerja dan ikut keluar saat Raihan sedang ada meeting. Nayra selalu berusaha mendekatkan dirinya lebih intens kepada Raihan.
Supaya pelan-pelan dia nyaman saat hal sensitif yang ingin di lakukan Raihan. Sebenarnya Raihan tidak peduli dengan hal itu. Yang dia pedulikan Nayra sembuh total
Dia juga tidak ingin memaksa istrinya untuk melakukan hal itu. Karena dia tidak ingin menyakiti Nayra. Sebagai laki-laki normal.
Pasti Raihan punya keinginan untuk melakukan hubungan suami istri. Apalagi pernikahannya dengan Nayra sudah hampir memasuki 2 bulan.
Tetapi Raihan menahan dirinya. Dia hanya ingin melakukan hal itu. Tanpa menyakiti Nayra dan membuat Nayra nyaman. Tanpa ada bayangan yang menyeramkan itu.
__ADS_1
Setelah melakukan aktivitas seharian di luar. Raihan yang sudah bersih-bersih merebahkan dirinya di ranjang.
Sementara Nayra masih di dalam kamar mandi membersihkan dirinya. Setelah beberapa menit. Nayra keluar dari kamar mandi menggunakan piyama merah mencolok yang begitu terbuka.
Tangan piyama yang hanya 1 jari dan panjangnya hanya sepahanya. Benar-benar Nayra menampilkan sisi yang berbeda di dalam dirinya.
Raihan menoleh ke arah Nayra. Yang berdiri dengan senyum di wajahnya. Raihan mendengus melihat Nayra.
" Kamu sengaja menggodaku?" tanya Raihan. Nayra menganggukkan dengan enteng kepalanya membuat Raihan tersenyum lebar.
Tanpa disuruh Raihan. Nayra langsung menghampiri ranjang dan duduk di samping Raihan dengan bersilah kaki. Dengan jahil Raihan memejamkan matanya.
" Raihan, lihat aku," keluh Nayra dengan suara di ayun saat Raihan mengacuhkannya. Raihan tetap memejamkan matanya dengan senyumnya.
" Kenapa tidak melakukannya terlebih dahulu?" goda Raihan masih memejamkan matanya.
" Ihhhhh, duduklah," Nayra menarik tangan Raihan dan membuat Raihan duduk di hadapan Nayra.
" Buka matamu, jangan mengacuhkanku," ujar Nayra dengan suara manjanya.
Raihan pun membuka matanya dan melihat cantiknya istrinya yang merajuk di depannya.
" Ada apa?" tanya Raihan.
" Ayo cium aku!" ujar Nayra yang lebih obsesi. Raihan mendengus melihat Nayra yang tidak pernah berhenti berusaha.
Memang bukan sekali ini. Nayra melakukan kekonyolan itu. Dia terus menyuruh Raihan untuk lebih intens dengannya.
Agar-agar pelan-pelan dia bisa melupakan ke jadian buruk itu dan bisa merasakan kenyamanan bersama Raihan. Tetapi sesali gagal.
Lebih menyakitkan hal itu gagal. Di saat hasrat Raihan menggelegar dan Raihan harus menghentikannya. Karena tidak ingin menyakiti Nayra.
" Ayo," desak Nayra.
Raihan menghela napasnya dalam dan fokus melihat Nayra, menatap Nayra dengan penuh cinta.
Raihan memegang pipi Naya dengan 1 tangannya mengusap-usap lembut pipinya. Raihan mengantarkan kening Nayra ke bibirnya. Mengecup dengan hangat.
Responan Nayra biasa. Raihan melepas ciuman itu dan melihat Nayra yang begitu tenang. Lalu ciuman Raihan berpindah kepipinya.
Raihan mencium dengan lembut secara bergantian pipi kanan dan kiri Nayra. Raihan juga melihat ketenangan pada istrinya.
Raihan mengusap bibir Nayra lembut dengan jari-jari jempolnya. Bibir yang selalu gagal di Raihnya dengan ragu Raihan mengecup lembut. Reaksi Nayra sama.
Tidak ada ketakutan sama sekali dan ini berhasil menurutnya. Raihan melihat Nayra memejamkan matanya. Raihan yang merasa Nayra benar-benar nyaman.
__ADS_1
Kembali meraih bibir Nayra. Bahkan Nayra membuka mulutnya sedikit agar Raihan bisa melakukan yang lebih.....
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐นBersambung๐น๐น๐น๐น๐น