Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 322.


__ADS_3

Addrian melepas pelukannya dari Nayra. Memegang ke-2 pipi Nayra dan mengusap air mata itu.


" Jangan menangis lagi. Kita akan segera menemui Raihan," ujar Addrian. Nayra yang menangis Sengugukan menganggukkan kepalanya.


" Makasih pa, makasih sudah mau menyusul Raihan," ujar Nayra yang merasa lega dengan keputusan mertuanya itu.


" Iya sayang," jawab Raihan.


" Kasihan mereka. Mereka harus menderita karena hanya dendam Sisil. Sony anakku. Harus mempertaruhkan nyawanya. Sementara dia tidak tau apa-apa. Mereka menjadi korban oleh Sisil. Dan para istri yang ada di sini. Ketakutan, Sisil kamu benar-benar bukan manusia," batin Saski yang merasa bersalah dengan kejadian ini.


Sisil hanya dendam kepadanya dan teman-temannya. Tetapi anak-anak mereka yang harus menanggungnya. Padahal mereka tidak tau apa-apa. Benar kata Nayra itu sama sekali tidak adil.


" Ya sudah sekarang ayo kita masuk. Kita bicarakan semua dengan kepala dingin bagaimana untuk pergi kesana," ujar Ilham mengambil keputusan.


" Benar, ayo kita bicara di dalam saja," sambung Kayla. Yang lainnya mengangguk. Dan melangkah masuk. Tetapi saat ingin masuk langkah mereka terhenti dengan mobil BMW hitam yang berhenti di depan rumah membuat semuanya heran.


" Siapa itu," gumam Dara heran.


Mereka juga bertanya-tanya dengan orang yang mengendarai mobil tersebut dan sangat menunggu-nunggu sang pengemudi keluar dari mobil itu dengan rasa penasaran dan apa yang mereka tunggu akhirnya tercapai juga.


Saat pintu mobil terbuka dan menampilkan pria yang sudah lama tidak di temui mereka. Pria yang juga mereka ingin tau kabarnya.


" Angga," lirih Kayla menutup mulutnya dengan ke-2 tangannya saat melihat putranya setalah 2 bulan lebih tidak bertemu.


" Angga, dia kembali juga," batin Dara yang juga tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Wajah semua orang yang di depan pintu terlihat kaget dengan apa yang mereka lihat.


Angga setelah keluar dari mobil tidak langsung menghampiri orang-orang yang ada di sana. Angga sibuk membuka pintu mobil belakang dan mengeluarkan kursi roda yang di lipat dan membukanya.


Lalu Angga membuka pintu mobil dan membuka seat belt Della lalu menggendong wanita itu dan mengeluarkannya dari mobil. Saat Della menunjukkan dirinya. Membuatnya lebih kaget lagi.


" Della," lirih Aca dengan air matanya menetes. Saat melihat Angga mendudukkan Della di atas kursi roda.


" Jadi benar kak Della benar-benar lumpuh dan itu perbuatan Ramah," batin Nayra yang tidak percaya dengan hal itu.


Della yang sudah duduk di atas kursi roda. Della mengangkat kepalanya yang tadi masih menunduk dan melihat orang-orang yang ada di sana. Semua wajah menatapnya kaget. Della melihat orang tuanya yang sudah menangis. Membuatnya juga menjatuhkan air matanya.

__ADS_1


" Ma," lirih Della.


" Della," ujar Aca langsung berlari menghampiri putrinya yang benar-benar lumpuh. Begitu sampai didepan Della. Aca langsung memeluknya.


" Apa yang terjadi dengan kamu. Kenapa kamu bisa seperti ini. Kenapa kamu pergi Della. Kenapa kamu menanggung semua ini sendirian. Kenapa Della?" ujar Aca yang bicara sambil menangis dan memeluk erat Della.


" Maafin Della ma, maafin Della ma," Della hanya bisa meminta maaf pada orang tuanya. Karena tindakannya yang membuat orang tuanya khawatir.


Angga yang berdiri di belakang Della langsung di hampiri Kayla dan memeluk anaknya dengan erat. Kayla tidak tau harus berbicara apa. Karena dia belum mendengarkan penjelasan dari putranya. Tetapi dia lega. Akhirnya putranya bisa kembali.


" Maafkan Angga. Sudah membuat mama khawatir," ujar Angga yang merasa bersalah pada orang tuanya. Kayla tidak menjawab apa-apa dan hanya memeluk dengan melepas rindu.


Aca melepas pelukannya dari Della dan memegang ke-2 pipi Della.


" Katakan pada mama, apa saja yang di lakukannya kepada kamu. Kenapa kamu diam. Kenapa kamu tidak beritahu mama. Jika Pria jahat itu sudah menghancurkan kamu," ujar Aca yang masih schok melihat keadaan putrinya yang lumpuh total. Della diam dan tidak mampu menjawab apa-apa.


" Aca, sebaiknya kita masuk dulu kita bicarakan semua ini di dalam. Kasian mereka. Pasti mereka lelah," ujar Kayla yang tau perasaan temannya seperti apa.


" Benar Aca, ayo kita masuk dulu. Della harus istirahat," sahut Tomy yang setuju. Dia sangat prihatin dengan kondisi putrinya yang tidak bisa di ucapkan lagi bagaimana keadaannya.


Tomy membantu istrinya berdiri. Aca pun menurut saja. Angga kembali ingin mendorong kursi roda Della. Tetapi Tomy mengambil alih.


" Iya memang ini terakhir untukku," batin Angga yang mengingat kata-kata Della sewaktu di New Zealand. Jika Angga sudah mengantarkan Della pada orang tua Della. Maka tanggung jawabnya juga selesai.


Semua orang pun akhirnya memasuki rumah. Mereka lega sedikit jika pada akhirnya Della dan Angga telah kembali.


*********


Gedung tua.


Ternyata Raihan dan yang lainnya sudah sadar. Andini dan Sony memang semalaman berusaha membangunkan teman-teman mereka.


Dan usaha mereka berhasil. Luka-luka di wajah itu masih sama. Hanya darahnya yang di bersihkan. Karena memang mereka tidak mendapatkan obat untuk luka itu.


Mereka hanya duduk dengan menceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Dan berpikir keras dengan apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.

__ADS_1


" Aku tidak menyangka, bisa-bisanya kami mengira jika yang mengirim pesan itu adalah kak Della," ujar Celine yang masih schock ketika Raihan menceritakan semua kronologinya dengan lengkap.


" Awalnya aku memang merasakan aneh. Dan ternyata benar terjawab keanehan itu," sambung Luci.


" Benar-benar sial, jadi selama ini. Semua sudah di rencanakan. Dan ternyata aku juga menjadi korban," desis Sony yang kesal. Baru mengetahui jika dia juga memang korban yang sengaja di dekati Vira.


" Tapi kenapa Vira mau mengorbankan dirinya. Bahkan benar dia sama sekali tidak mengunjungi ku. Dan dia juga memberi tahu tempat ini. Apa Vira juga korban dari mamanya," batin Sony yang sekarang kepikiran dengan Vira.


" Berarti dia wanita yang sangat pintar. Sampai semuanya berjalan dengan lancar," sahut Andini yang sedari tadi melap darah di wajah Alex dengan sobekan bajunya. Sambil meniup-niupnya.


Meski hubungannya tidak jelas dengan Alex. Tetapi dia tetap masih peduli dengan Pria yang tidak tau. Apakah mantan kekasihnya atau apa.


" Dia benar-benar tega. Kak Della sudah di lumpuhkan dan sekarang kita akan di bakar hidup-hidup," sahut Luci tidak habis pikir.


" Semua memang terjadi seperti itu dan belum lagi mereka juga sangat kuat," sahut Raihan. Jelas dia mengakui orang-orang itu kuat. Karena dia dan teman-temannya kalah.


" Kalian mendengar sesuatu, seperti suara tumpahan," sahut Andini tiba-tiba.


" Memang apa yang kamu dengar?" tanya Raka.


Andini bergerak dan langsung mengarah pada pintu, mengintip dari lobang kecil. Wajah Andini kaget dan kembali menghampiri teman-temanya yang berkumpul.


" Ada apa Andini?" tanya Alex.


" Mereka benar-benar akan membakar tempat ini. Aku melihat mereka menumpahkan bensin," jawab Andini dengan panik.


" Apa," pekik mereka serentak.


" Sial. Lalu apa yang harus kita lakukan. Apa kita menunggu tempat ini di bakar," sahut Dion yang sama sekali tidak bisa berpikir jernih.


Tidak ada yang berpikir jernih dan malah mereka kepanikan. Melawan juga tidak mungkin. Karena mereka juga sudah luka parah.


Tiba-tiba terdengar suara dari atas membuat mereka semua mengangkat kepalanya dari asbes. Dengan serius mereka melihat sampai 1 asbes terbuka dan menampilkan 1 kepala.


" Ramah," liris Dion.

__ADS_1


" Ayo cepat keluar dari sini. Kita tidak punya banyak waktu. Jika kalian masih mau hidup," ujar Ramah yang datang di saat gedung itu benar-benar akan di bakar.


Bersambung


__ADS_2