
Akhirnya mereka melakukan baberque bersamaan. Tomy dan Ilham terlihat mengobrol santai sambil menikmati kopi dan menunggu hasil masakan para istri mereka.
Celine dan Luci ikut mengambil alih bakar membakar. Sementara Della sudah berpindah tempat duduk di sofa putih yang berada di pinggir pagar balkon yang langsung mendapatkan pemandangan laut yang indah.
Aca dan Kayla berdiri di depan panggangan dan sibuk membolak-balik apa yang mereka panggang dan Angga duduk dengan bermain ponsel. Namanya saja dia memegang ponsel. Tetapi matanya fokus pada Della. Menatap wanita yang menghirup udara dalam-dalam itu dari kejauhan 7 meter dan hanya melihat dari samping saja.
" Della, kenapa harus saling menyakiti. Jika memang cinta apa salahnya memberiku kesempatan. Aku bahkan berkali-kali mengatakan kepadamu. Jika aku tidak pernah memandang fisikmu. Aku tidak memikirkan hal itu. Tetapi kenapa kamu harus kepikiran suatu hal yang tidak aku pikirkan," batin Angga yang terus menatap Della dan diam.
" Lihat Kayla," ujar Aca menyenggol Kayla dengan siku tangannya. Mengarahkan matanya pada Angga.
" Kamu lihat tatapan Angga pada Della. Sangat dalam dan penuh arti," sahut Aca. Yang begitu teliti.
" Aku juga tau Aca. Angga jelas ada rasa dengan Della. Hanya saja dia sampai melakukan kebodohan yang pacaran dengan wanita yang tidak jelas," sahut Kayla tampak sewot.
" Kamu benar sih. Lalu bagaimana dong. Angga masih tetap punya pacar," sahut Aca.
" Santai ajalah Aca. Semuanya akan aman. Kamu kan tau sendiri aku tidak menyukai wanita itu dan Della dan Angga itu sangat cocok. Jadi kita hanya menjalankan misi pelan- pelan saja. Setelah itu semuanya akan beres," sahut Kayla meyakinkan Aca calon besannya itu.
" Ya semoga saja," sahut Aca.
" Lagian waktu aku bilang Della di jodohkan dengan Pria lain. Angga terlihat kepanasan dan kita lihat saja nanti Angga akan bertindak," ujar Kayla. Memang ibu-ibu kalau sudah bergosip tidak ada hentinya.
" Sudah ada yang masak ma?" tanya Angga tiba-tiba yang sudah ada di antara 2 wanita itu dan membuat ibu-ibu yang merumpi itu kaget.
" Angga kamu ini bikin jantung mama copot saja," sahut Kayla mengusap dadanya.
" Angga hanya bertanya tidak mengagetkan mama," sahut Angga heran dengan mamanya yang masa langsung kaget.
" Sama aja," sahut Kayla kesal.
" Memang ada apa Angga?" tanya Aca.
" Apa ad yang sudah masak Tante?" tanya Angga.
" Ada kok, nih," sahut Aca yang langsung memindahkan kepiring.
__ADS_1
" Kamu sekalian kasih Della. Soalnya dia dari tadi belum makan. Kamu sudah makan terus," ujar Kayla dengan ketus.
" Iya ma," sahut Angga dengan lembut.
" Jangan hanya kasih. Temani dia makan. Ajak ngobrol biar dia tidak kesepian," sahut Kayla menambah permintaannya dan membuat Angga heran.
" Benar Angga, soalnya belakangan ini Della sedang dilema. Dia bingung harus menerima pria yang melamarnya atau tidak. Jadi kamu tolong ya bantu kasih dia saran," sahut Aca menambahi yang mengarang-ngarang cerita. Dan Angga mendengarnya jelas kaget.
" Memang sudah ada Pria nya?" tanya Angga tampak serius.
" Hmmm, iya sudah ada, kemarin mama kamu juga ketemu dan hanya tinggal Della saja yang belum memberikan jawabannya," sahut Aca. Angga terdiam dan tampak sangat pemikir.
" Jadi kamu tolong ya bantu!" sahut Aca dengan menyembunyikan senyumnya.
" Hmmm, iya Tante," sahut Angga yang tampak tidak bersemangat mendengarnya dan langsung pergi. Aca dan Kayla tertawa kecil saat berhasil menciptakan suasana yang baru.
" Biar dia tau rasa," ujar Kayla pelan.
" Hmm, kaki benar," sahut Aca yang menahan tawa.
" Ehemm," Angga berdehem dan Della langsung menoleh kebelakang dan melihat kehadiran Angga.
" Angga," sahut Della dan Angga langsung duduk di sampingnya yang sofa itu memang untuk ukuran ber-2 karena memang sangat mini.
" Nih," ujar Angga memberikan piring yang berisi hasil bakaran sang mama dan calon mertuanya.
" Makasih," sahut Della yang mengambil piring itu meletakkan di pangkuannya.
" Kamu sedang mikirin apa?" tanya Angga.
" Nggak ada, aku tidak memikirkan apa-apa. Aku hanya menikmati udara segar dan pemandangan yang indah," jawab Della dan Angga melihat fokus kedepan.
" Jika dia tidak cocok untukmu. Kenapa harus di pikirkan," sahut Angga tanpa melihat ke arah Della membuat Della bingung dan sampai melihat ke arah Angga.
" Maksud kamu?" tanya Della heran.
__ADS_1
" Della. Belum tentu dia terbaik. Mungkin hanya bicaranya saja yang meyakinkan. Tapi jelas dia belum tentu terbaik dan siapa tau saja dia hanya memanfaat kamu saja," ujar Angga dengan teorinya yang hanya membuat Della semakin heran.
" Dan pernikahan itu tidak semudah dengan apa yang kamu pikirkan," lanjut Angga lagi.
" Apa sih maksud Angga. Kenapa dia kemarin bicara masalah pernikahan- pernikahan saja. Aneh sekali," batin Della yang merasa ada yang tidak beres.
" Kamu jangan mikir yang lain-lain. Aku bicara seperti ini. Bukan apa-apa. Aku hanya mengatakan yang terbaik untuk kamu," ujar Angga menegaskan lagi.
" Iya, terserah kamu," sahut Della bingung dan mengangguk saja. Karena dia memang tidak mengerti maksud Angga.
" Lagian siapa sih pria yang akan di nikahi Della. Apa memang iya dia akan menerima Della apa adanya," batin Angga penasaran.
" Kamu mau?" tanya Della menawarkan makanan yang tadi di berikan Angga.
" Hmm, boleh," sahut Angga langsung mengambilnya dan memakannya bersama-sama dengan Della.
" Della, maafkan aku," sahut Angga tiba-tiba membuat Della kembali heran. Apa yang di katakan Angga hanya membuatnya bingung.
" Minta maaf soal apa?" tanya Della heran.
" Aku sudah menyakiti perasaanmu," sahut Angga yang menoleh kearah Della dan menatap Della dengan penuh arti. Tatapan yang serius itu membuat jantung Della selalu berdebar tidak menentu.
" Angga kenapa kamu selalu menatap ku seperti itu. Apa kamu tidak merasa bersalah pada kekasihmu. Ketika kamu menatapku seperti itu?" tanya Della.
" Lalu bagaimana jika aku mengakhiri hubunganku dengannya," sahut Angga membuat Della kaget.
" Kamu memang harus mengakhiri hubungan itu Angga. Karena memang Karen bukan wanita baik-baik," batin Della.
" Apa kamu mau kembali kepadaku?" tanya Angga dengan serius.
" Aku bukan permainan Angga yang bisa kamu mau kapan saja dan bisa kamu buang kapan saja di saat kamu ada yabg baru. Jangan kamu pikir aku akan menerimamu di saat kamu mengakhiri hubungan kamu dengan Karen. Karena jelas itu tidak ada hubungannya denganku," sahut Della menegaskan.
" Kenapa masih membohongi perasaan kamu Della. Kamu jelas-jelas berusaha untuk menyembunyikan perasaanmu. Kenapa harus menutupinya. Kalau itu sangat menyakitimu," ujar Angga yang terus menatap Della yang membuat Della terdiam terpaku.
Bersambung.....
__ADS_1