Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 279


__ADS_3

Ternyata Dion sedang melihat CV Carey di laptopnya. Sebelum menikah Carey memang mengirim semua CV tentang dirinya kepada ibu mertuanya.


Itulah yang membuat ibu mertuanya mencintai Carey. Karena memang Carey sangat jujur apa adanya. Carey juga bahkan mengatakan bahwa dia pernah menjadi Nara pidana.


Memang tidak ada yang di tutup-tutupi nya. Dia jujur dengan semua masa lalunya. Agar mertuanya bisa mempertimbangkannya layak atau tidak menjadi menantunya


Dion juga melihat biodata Carey yang ternyata Carey 3 tahun lebih tua di atasnya. Dion mendengus tersenyum menoleh ke arah Carey yang sudah tidur berbaring dan tidak membelakanginya lagi.


" Pantas dia sangat bijak jika bicara," gumam Dion yang mengakui jika Carey benar-benar wanita bijaksana dan Dewasa.


Secara tidak langsung dia mengatakan jika dirinya yang tidak bijak dan menanggapi semua masalah dengan mudah bahkan seperti anak kecil.


Dion terus melihat data-data Carey yang dulu tinggal di Luar Negri dari kecil. Memang Dion baru tertarik untuk mengetahui istrinya terlalu dalam baru sekarang.


Dulu mamanya memaksanya untuk mengenal Carey terlebih dahulu tetapi dia tidak mau. Ya sudah mamanya langsung menikahkannya dengan Carey.


Sangat lama Dion terus melihat semua tentang istrinya. Bahkan dia tersenyum melihatnya. Entalah apa yang membuatnya seperti itu. Sampai Dion akhirnya menguap karena sudah mulai mengantuk.


" Ahhhhhhh," Dion menguap panjang sambil menutup laptopnya. Matanya sudah memanggil untuk tidur.


Dion meletakkan laptop nya di atas nakas lalu meluruskan dirinya berbaring di ranjang. Ternyata Carey sudah mengahadap dirinya. Dion pun memiringkan tubuhnya dan menghadap Carey. Sehingga mereka saling berhadapan.


Dia menatap intens Carey yang tertidur dengan lelap.


" Kenapa tidak menanyakannya," gumam Dion yang masih ingin Carey menanyakan tentang Vira. Tetapi memang Carey tidak peduli dengan hal itu. Karena biasanya jika semakin di tegur akan semakin mengulah. Makanya dia memilih untuk diam.


" Cantik," 1 kata itu berhasil lolos dari mulut Dion. Dia akhirnya bisa mengucapkan kata itu. Jika istrinya memang sangat cantik.


Carey sangat terlihat berbeda dengan wanita lain. Wajahnya seakan membuat Dion merasa nyaman. Baru sekarang di katakan cantik. Selama ini Dion kemana saja.


Andai Dion menerima pernikahan itu dari awal. Pasti sekarang dia tidak perlu gengsian dengan wanita itu. Mungkin Dion juga akan memeluknya saat tertidur. Seperti yang di lakukannya waktu Carey sakit.


Pandangan Dion tidak lepas menatap wanitanya. Sampai matanya juga akhirnya terpejam karena memang dia sudah mengantuk.


**********


Rumah sakit.

__ADS_1


Nayra dan Raihan harus berjaga di rumah sakit menemani Raina dan Raka. Selain Raihan dan Raihan ada juga Zira, Addrian, Eyang Farah, Andini dan pastinya Amira.


Bayi Raina juga sudah lahir dan bayinya laki-laki. Alhamdulillah proses persalinan normal itu lancar ibu dan bayinya sehat tanpa ada masalah sedikitpun.


Raka dan istrinya memang memesan kamar yang VIP. Selain ada khusus ruangan untuk Raina dan ruangan bayinya. Juga ada ruangan untuk para tamu yang menjenguk dengan memakai batas pintu. Agar Raina tidak terganggu.


Nayra sudah tertidur di atas lantai yang beralaskan karpet tebal. Nayra memang baru tidur. Karena menemani kakak iparnya melahirkan jadi dia baru tidur jam 2 pagi.


Nayra tertidur dengan memeluk Amira dalam 1 selimut. Sementara suaminya sedang keluar mencari makanan.


Addrian juga tertidur di atas sofa yang terdapat di dalam ruangan itu. Zira sedang berada di ruangan Raina bersama Raka sedang membantu Raina untuk mengganti pakaian. Karena memang Raina sangat risih dengan pakaian bekas dia bersalin.


Andini juga sudah tertidur berbagi selimut dengan eyangnya. Sama seperti Nayra yang tertidur di atas karpet.


Tidak berapa lama. Raihan pun kembali kerumah sakit. Saat Raihan kembali Zira sudah keluar dari ruangan Raina.


" Kamu dari mana?" tanya Zira yang melihat Raihan baru masuk.


" Cari makanan ma," jawab Raihan menutup pintu kamar.


Makanan tetapi bawaan Raihan sangat banyak. Bahkan Raihan juga membawa paper bag yang besar yang tidak tau apa isinya.


" Nanti aja," jawab Zira mendekati suaminya dan menarik selimut pada suaminya.


Raihan langsung duduk di dekat istrinya dan mengeluarkan isi paper bag yang di pegangnya sedari tadi. Yang ternyata selimut tebal. Raihan sepertinya tidak ingin istrinya tidur tidak nyaman. Dia pulang kerumah menjemput selimut agar sang istri tidur nyenyak.


Zira memperhatikan putranya membuka selimut Nayra yang awal dan memasangkan selimut yang baru kepada istrinya dengan lembut. Bahkan tidak rela jika Nayra terbangun sedikitpun. Zira memang harus mengakui Cinta Raihan sangat besar kepada Nayra.


" Kamu juga sebaiknya istirahat," ujar Zira yang duduk di samping suaminya yang masih tertidur.


" Iya ma," jawab Raihan. Raihan pun akhirnya berbaring di belakang Nayra memeluk Nayra dari belakang. Semetara Nayra yang memeluk Amira.


" Aku pernah menyesal memisahkan mereka," batin Zira yang masih mengingat masa lalu.


Di mana di yang mengatakan Nayra masih terlalu kecil untuk menjalin hubungan dengan Raihan.


Takut jika Raihan akan mempermainkannya. Tetapi ternyata salah. Raihan sangat mencintai Nayra. Bahkan cinta yang tidak bisa di gambarkan.

__ADS_1


************


Pagi hari telah tiba. Dion dan Carey sedang sarapan berdua. Carey sudah mandi dan sudah rapi dengan gamisnya yang membuatnya anggun. Sementara Dion juga sudah rapi untuk berangkat kerja.


Tidak ada mamanya di rumah ternyata membuat pasangan suami istri itu semakin dekat. Bahkan mereka sarapan bersama. Saling berhadapan.


Dion juga tidak seperti biasanya yang suka protes dan bahkan tidak mau makan jika itu makanan itu masakan Carey.


Tetapi semenjak Carey membuatnya bekal sarapan. Membuat Dion ketagihan dengan masakan Carey dan bahkan tidak segan-segan untuk menambah padahal masih pagi apa tidak takut sakit perut karena kekenyangan.


Carey menoleh kearah Dion dan melihat Dion yang makan dengan fokus. Tetapi sepertinya Carey ingin mengatakan sesuatu.


" Dion," tegur Carey.


" Hmmm," jawab Dion dengan deheman.


" Aku boleh pergi tidak?" tanya Carey pelan. Ragu meminta izin membuat Dion melihatnya dengan serius.


" Mau kemana kamu?" tanya Dion menaikkan 1 alisnya


" Kerumah sakit," jawab Carey.


" Ngapain, apa kamu masih sakit?" tanya Dion sedikit cemas.


" Tidak, aku ingin menjenguk temanku. Raina adiknya Raihan. Tadi malam dia baru melahirkan anak ke-2 jadi aku ingin mengunjunginya," jelas Carey yang memang harus minta izin. Karena dia sangat menghormati suaminya.


" Ya sudah," jawab Dion tanpa masalah.


Dia sebenarnya sangat suka dengan Carey yang hal sekecil itu. Tetapi harus meminta izin dulu. Dia merasa seperti Carey benar-benar menghargainya.


" Aku akan mengantarmu," ujar Dion tiba-tiba. Membuat Carey kaget.


" Hah! tidak usah, kamu kekantor saja, nanti kamu terlambat," sahut Carey yang tidak ingin merepotkan suaminya.


" Ya sudah kalau tidak mau di antar. Jangan pergi," sahut Dion nada mengancam.


" kok gitu. Ya sudah. Baiklah, kamu antar aku saja mungkin lebih aman," sahut Carey mengalah.

__ADS_1


Dion menyimpan senyum sambil melanjutkan makannya.


Bersambung....


__ADS_2