Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 261


__ADS_3

" Selamat datang di rumah Nayra," ujar Nayra saat membukakan pintu dengan lebar menyambut sang papa untuk pertama kalinya datang kerumahnya.


David hanya tersenyum dia sangat bahagia melihat cerianya putrinya hanya kerena dia akan menginap dalam waktu yang lama di rumah itu.


" Bi," panggil Nayra pada pembantunya.


" Iya Bu," sahut Bibi dengan cepat menghampiri majikannya.


" Kamar untuk papa sudah di siapkan?" tanya Nayra.


" Sudah Bu," jawab Bibi.


" Baguslah kalau begitu," sahut Nayra.


" Ya sudah saya kembali kebelakang," ujar Bibi.


" Iya," jawab Nayra. Bibi pun langsung pergi.


" Ya sudah sayang, ayo kita bawa papa kekamar," ujar Raihan.


" Tapi papa belum makan," sahut Nayra yang melihat sudah waktunya makan siang.


" Astaga, aku lupa," Raihan menepuk jidatnya dengan punggung tangannya, " Padahal tadi kita berencana untuk makan siang di luar," sahut Raihan baru mengingatnya.


" Sudah tidak apa-apa. Papa juga tidak lapar, papa baru makan," sahut David yang tidak ingin merepotkan anak dan menantunya itu.


" Nayra," tiba-tiba terdengar suara wanita yang menegur, membuat Nayra, Raihan dan David melihat kearah wanita tersebut.


" Mama," lirih Raihan kaget melihat ibu mertuanya Jihan.


Nayra juga kaget dengan keberadaan mamanya yang ada dirumahnya tanpa sepengetahuannya. Sementara Jihan juga kaget melihat David yang ada di bersama anak dan menantunya.


" Mama kapan datang?" tanya Nayra langsung menghampiri mamanya mencium punggung tangan mamanya dan memeluknya.


" Barusan saja," jawab Jihan.


Mata Jihan turun ke arah mantan suaminya dengan wajah penuh bertanya-tanya.


" Mas David ada di sini juga?" tanya Jihan.


" Iya Jihan," sahut David.


" Papa akan tinggal bersama aku dan Raihan," ujar Nayra menjelaskan.


" Ohhh, begitu rupanya, baguslah kalau begitu. Bukankah itu keinginan kamu," sahut Jihan tersenyum tipis. Dia memang sering mendengar Nayra merengek ingin David tinggal bersamanya.

__ADS_1


" Lebih ingin lagi kalau mama sama papa tinggal sama Nayra," sahut Nayra yang malah menggoda orang tuanya yang sudah bercerai.


" Kamu ini," geram Jihan mencubit pelan lengan Nayra.


" Sakit tau," keluh Nayra mengusap-usap lengannya. Raihan hanya geleng-geleng melihat istrinya yang sangat jahil. Bisa-bisanya dia membuat para orang tua itu salah tingkah.


Sementara David hanya tersenyum, walau kata-kata Nayra membuatnya malu. Dia pasti paham dengan keinginan putrinya.


" Ya sudah Kalau begitu kita makan siang saja, soalnya mama baru selesai memasak makan siang," ujar Jihan mengalihkan rasa kecanggungan.


Dia memang sudah sibuk dari tadi pagi di dapur Nayra menyiapkan makanan yang kemarin sempat di bicarakan Raihan yang mungkin menantunya itu kembali mengidam.


" Wah kebetulan, aku juga sudah lapar dan kita memang belum makan," sahut Raihan.


" Ya sudah, ayo makan!" ajak Jihan.


" Papa mau makan?" tanya Nayra.


" Iya," jawab David.


" Tadi katanya sudah kenyang, giliran mama yang masak, jadi mau makan," sahut Nayra menggoda papanya.


" Nayra," desis Jihan yang justru malu dengan melakukan anaknya.


" Bercanda mama, ya sudah ayo kita makan," sahut Nayra langsung berlari kembali ke arah papanya mendorong kursi roda papanya dengan senyam senyum.


" Kamu sangat nakal," bisik Raihan. Nayra malah semakin tersenyum.


**********


Merekapun menikmati makan siang yang di masakkan Jihan. Jihan memasak banyak lauk dan ternyata ada salah satu makanan favorite David yaitu ayam bakar madu. Jihan hanya tidak sengaja memasaknya.


" Wah firasat mama memang sangat tajam," sahut Nayra tiba-tiba yang menerima suapan dari tangan Raihan.


Nayra memang memiliki kebiasaan baru jika makan suaminya harus menyuapinya dengan tangan. Kemanjaannya naik level tinggi jadi para jomblo harap maklum.


" Firasat apa?" tanya Jihan mengkerutkan dahinya heran dengan pertanyaan Nayra.


" Mama tau aja kalua papa datang, makanya memasak makanan favorite papa," jawab Nayra.


" Kamu ini ya Nayra dari tadi," sahut Jihan yang ada lama-lama dia bisa menggeplak kepala anaknya itu. Benar-benar salah tingkah di depan David.


" Nayra sudahlah, jangan seperti itu, kamu jangan membuat papa seperti anak muda lagi," sahut David membela Jihan. Hal itu pasti membuat senyuman di wajah Nayra.


" Papa memang sudah tua," sahut Nayra.

__ADS_1


" Menurut kamu," sahut David.


" Kalau begitu habiskan masa tua papa dengan kebahagian bersama istri," celetuk Nayra yang benar-benar bicara semakin lama tanpa ada remnya.


" Sayang," desis Raihan.


Walau dia juga sangat suka melihat istrinya yang menggoda mertuanya. Tetapi kali ini Nayra bicaranya sangat terang-terangan membuatnya sedikit takut jika becandaan Nayra akan menimbulkan rasa tersinggung.


" Becanda," sahut Nayra tidak melanjutkan lagi.


" Kita makan kembali," ucap Nayra lagi. Jihan geleng-geleng dengan Nayra.


Jihan dan David adalah orang yang dewasa dan pasti mereka sangat paham dengan keinginan Nayra yang pasti ingin seperti orang lain. Melihat ke-2 orang tuanya bersama.


Meski David dan Jihan memang sekarang sangat bersahabat dekat. Mungkin Nayra menginginkan hal yang lebih dari itu. Dia ingin orang tuanya yang dekat tanpa ada jarak.


**********


Makan siang juga terjadi di meja makan rumah milik Erina. Anak dan menantunya juga sudah ada di sana. Walau baru menjadi istri baru 2 hari. Tetapi Carey sudah terbiasa melayani suaminya. Seperti sekarang ini. Dia mengambil alih mengisi piring suaminya dengan nasi dan lauk.


" Aku masih punya tangan," sahut Dion kesal.


" Aku juga," jawab Carey tetap melanjutkan pekerjaannya.


Jika berdebat sebenarnya Dion hanya buang-buang waktu dan tenaga saja. Karena Carey pasti punya banyak jawaban.


" Sudahlah Dion, itulah gunanya punya istri. Bagaimana bahagia bukan, makan saja di ambilkan," sahut Erina yang duduk di hadapan anak dan menantunya itu.


" Hanya pura-pura saja," desis Dion pelan walau pelan tetapi Carey dapat mendengarnya. Tetapi dia tidak ambil pusing dan diam saja.


" Oh iya kalian berdua berencana mau bukan madu kemana," celetuk Erina membuat Dion dan Carey serentak tidak jadi memasukkan nasi kemulut mereka.


" Tidak ada bulan madu, Dion sangat sibuk," sahut Dion yang langsung menolak.


" Kamu kan bisa cuti," ujar Erina.


" Mah," Dion mulai kesal dengan mamanya yang setiap waktu hanya akan membuatnya marah.


" Ma, Carey rasa tidak perlu, lagian itu juga hanya buang-buang waktu saja," sahut Carey yang juga setuju dengan Dion yang tidak perlu untuk bukan madu.


" Tapi Carey," sahut Erina.


" Ma, sudahlah kita makan saja. Jika nanti Carey atau mas Dion punya waktu. Pasti akan berangkat jika memang sangat di perlukan," jelas Carey yang tidak ingin membuat keributan.


" Ya sudahlah terserah kalian saja," sahut Erina sedikit kecewa.

__ADS_1


" Giliran dia yang bicara langsung di setujui. Giliran aku harus berdebat 7 turunan dulu," batin Dion yang mulai merasa mamanya sekarang pilih kasih.


Bersambung.......


__ADS_2