Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 29


__ADS_3

" Kita mau kemana?" tanya Nayra melihat Raihan memakai seat beltnya.


Raihan tidak menjawab pertanyaan Nayra dan langsung menyetir saja tanpa mempedulikan Nayra yang masih sibuk dalam pertanyaannya.


" Dasar aneh, tadi menyuruhku makan siang, sekarang malah membawaku pergi bekerja, apa dia tidak punya pikiran," gerutu Nayra pelan.


" Jangan membicarakan orang, jika itu masih ada di sampingmu," sahut Raihan menyindir.


Nayra menoleh kesal ke arah Raihan, dan kembali mengalihkan pandangannya ke depan.


*********


Raihan membawanya makan di salah satu Cafe terdekat di Perusahaan. Ada beberapa menu makanan yang sudah terhidang di meja mereka. Nayra dan Raihan duduk berhadapan.


Nayra dan Raihan sama sekali tidak menyentuh makanan itu, Nayra sibuk melihat di sekelilingnya, seperti menunggu seseorang.


Sementara Raihan yang bersandar di kepala kursi dengan menyilangkan kakinya sibuk bermain ponsel. Sementara makanan sudah sangat menggoda selera di anggurin di meja makan.


" Mana orang yang ingin meeting bersama kita?" tanya Nayra bingung, kepalanya terus berputar melihat di sekelilingnya.


" Makan saja, dia tidak jadi datang," sahut Raihan dengan dingin tanpa menoleh ke arah Nayra.


" Kenapa?" tanya Nayra.


" Jangan banyak bertanya, makan saja!" sahut Raihan kesal.


" Oke, aku juga sudah lapar," sahut Nayra tidak peduli mau ada klien atau tidak yang penting dia harus mengisi perutnya dulu.


" Kau tidak makan?" tanya Nayra sambil mengunyah makanannya. Raihan diam tanpa menjawab dan tetap fokus pada ponselnya.


" Ya sudah jika tidak ingin makan, maka aku yang makan, gratisan kok di tolak," ujar Nayra senyum sumringah.


Raihan langsung menoleh ke arah Nayra dan menaikkan alisnya.


" Siapa bilang itu gratis," sahut Raihan membuat Nayra menghentikan makannya.


" Lalu," ujar Nayra mulai curiga.


" Kau yang memakannya, jadi kau yang membayarnya," ujar Raihan dengan entengnya.


" Hey, jangan seenaknya, kau yang memesannya, seenaknya menyuruhku membayarnya, kau mengajakku kemari, jadi kau yang harus membayarnya," protes Nayra dengan cepat.


" Aku tidak menyentuhnya sama sekali, jadi kau yang harus membayarnya," ujar Raihan tidak mau kalah.


" Dasar pelit, hanya seperti ini saja sudah di ributkan," sahut Nayra kesal.


" Kau yang pelit, orang tuaku memberimu uang yang banyak, seharunya makanan seperti ini tidak kau perhitungkan," ujar Raihan. Nayra menghempaskan sendok di atas piring.


" He otakmu itu seharusnya sekali-kali di cuci, biar pikiranmu, tidak terus berpikir jelek kepadaku," sahut Nayra kesal. Raihan tersenyum miring melihat Nayra.


" Aku sudah mengatakan beralihlah menjadi aktris, aku sangat bosan melihat akting mu itu," ujar Raihan dengan sinis melipat ke-2 tangannya di dadanya.

__ADS_1


" Terserah apa yang kau pikirkan, aku tidak peduli, jika otak kotor, tidak mungkin mudah untuk di bersihkan," ujar Nayra kesal berdiri.


" Mau kemana kau?" tanya Raihan.


" Kembali kekantor," jawab Nayra.


" Duduk, habiskan makananmu!" perintah Raihan.


" Aku tidak ingin makan dengan orang sepertimu," ujar Nayra.


" Aku bilang, duduk, jika kau berani pergi, mungkin kau tau apa yang terjadi," ancam Raihan dengan tegas.


Dengan terpaksa Nayra kembali duduk, dia juga tidak tau apa isi ancaman Raihan, tetapi dia justru tidak ingin berurusan dengan Raihan terlalu lama.


Nayra kembali mengunyah makanannya. Raihan tersenyum kemenangan lagi dan lagi dia menang dari Nayra.


" Ini peringatan terakhir untukmu, jika aku melihatmu dengan orang asing yang bukan orang dari Adverb berbicara atau datang ke perusahaan, maka jangan salahkan aku jika kau akan menerima akibatnya," ujar Raihan dengan tegas kembali mengancam Nayra.


" Heh, kau pikir kau siapa, seenaknya mengaturku," protes Nayra.


" Kenapa? kau sangat sedih jika aku tidak mengijinkanmu bertemu dengan selingkuhanmu itu," ujar Raihan dengan sinis. Nayra menatap Raihan dengan tajam. Raihan terus saja menilainya sangat buruk.


" Terserah apa yang mau kau katakan," ujar Nayra malas berdebat dan kembali menundukkan kepalanya, makan kembali dengan tidak bersemangat.


Raihan melihat Nayra yang makan dengan menahan amarahnya. Jika bukan di tempat umum, mungkin Nayra akan menyiram Raihan dengan kuah sup yang ada di meja. Biar mulut Raihan bisa berhenti berbicara.


Raihan tidak peduli Nayra marah atau tidak yang penting dia kembali menang dari Angga, membawa pergi Nayra dari Angga. Dan memastikan jika Nayra makan dengan benar.


*************


Della langsung menghampiri kasir, dan memesan makanannya.


" Silahkan di tunggu mbak, 5 menit lagi akan selesai," ujar sang pelayan dengan ramah.


" Oke, makasih, saya tunggu ya," sahut Della.


Della melihat di sekelilingnya, mencari bangku kosong. Tidak sengaja matanya mengarah kepada Pria yang di kenalnya duduk makan sendirian sambil bermain ponsel.


" Angga," gumamnya langsung menghampiri meja Angga.


" Angga," sapa Della. Angga langsung mengakat kepalanya melihat Della berdiri di depannya.


" Della," sahut Angga, " ada di sini juga?" tanya Angga.


" Iya, lagi nunggu pesanan," jawab Della menarik kursi dan duduk di depan Angga.


" Pesanan siap?" tanya Angga.


" Nyokap," jawab Della, " lo tumben makan sendirian," ujar Della.


" Iya, tadi mau ngajak Nayra, tetapi dia ada meeting," jawab Angga. Della mengangguk tersenyum.

__ADS_1


" Oh Nayra," sahut Della datar.


" Oh iya Della, gue boleh nggak minta pendapat sama lo?" tanya Angga.


" Iya apa," jawab Della.


" Gimana sih, caranya naklukin hatinya Nayra," ujar Angga to the point.


Mendengarnya Della seketika seperti kurang nyaman dengan pertanyaan Angga.


" Aku sudah nyuruh mama buat melamar dia," lanjut Angga lagi membuat Della shock dan langsung menatap Angga dengan serius.


" Tapi mama belum ada waktu," lanjut Angga lagi.


" Menurut kamu gimana?" tanya Angga. Della masih diam tanpa menjawab.


" Della," tegur Angga yang melihat Della bengong.


" Ha, iya_ kenapa tadi?" tanya Della gugup.


" Aku sama Nayra," ujar Angga.


" Kamu benar-benar menyukainya?" tanya Della.


" Hmmm, pasti aku sangat menyukainya dari dulu sampai sekarang," jawab Angga jujur sambil tersenyum.


" Angga kenapa kamu tidak bisa melihat aku. Kenapa harus Nayra, yang jelas kamu tau bagaimana hubungan Nayra dan Raihan dulu," batin Della yang sangat kecewa dengan Angga yang tidak pernah mengetahui bagaimana dengan isi hatinya.


" Hey malah bengong," ujar Angga mengibaskan tangannya di wajah Della. Della langsung tersadar dalam lamunannya dan langsung salah tingkah.


" Della aku sedang bertanya sedari tadi, bagaimana pendapat kamu?" tanya Angga lagi.


" Oh, itu aku_ aku_,"


" Permisi mbak," sapa pelayan Cafe berdiri di samping Della.


" Iya," sahut Della.


" Ini pesananya," ujar pelayan memberikan pesanan Della.


" Oh thanks ya," ujar Nayra meraih pesanannya, pelayan tersenyum langsung pergi.


" Sorry, ya Angga, gue balik dulu, harus anterin ini, soalnya lo tau sendiri nyokap gue ribet orangnya, kalau telat dikit nanti langsung ngomel," ujar Della berdiri.


" Oh ya udah, salam ya sama Tante Aca," ujar Angga.


" Iya, bye bye bye," ujar Della pamit melambaikan tangannya.


Angga kembali menghela napasnya. Minta pendapat dari Della ternyata tidak mendapatkan apapun.


Angga harus kembali kalah dari Raihan. Dia harus menikmati makanannya sendirian di Cafe favoritnya tanpa Nayra wanita yang di sukainya.

__ADS_1


Sementara Della memasuki mobilnya meletakkan pesanannya di sampingnya. Della merasa lega tidak berlama-lama dengan Angga yang membahas Nayra.


Hal itu hanya akan membuat hatinya kecewa. Della pun menarik gas mobilnya dan melajukannya meninggalkan Cafe tersebut.


__ADS_2