
Nayra terus meraba-raba dada suaminya dengan senyumnya yang sangat manis. Senyumnya yang sangat menggoda.
" Memang aku tidak boleh ya berduaan dengan kamu?" tanya Nayra yang jinjint mencium pipi suaminya. Membuat Raihan tersenyum melihat istrinya yang menggodanya.
" Apa sekarang aku harus membatalkan pekerjaanku," ujar Raihan. Nayra terlihat menggedikkan bahunya. Raihan mendengus dan memegang pipi istrinya.
" Tapi memang sekarang, aku harus membatalkan pekerjaanku. Karena aku juga ingin bermesraan dengan istriku," ujar Raihan. Membuat Nayra tersenyum.
Tidak lama Raihan langsung menggendong istrinya ala bridal style. Nayra langsung mengalungkan tangannya ke leher suaminya saat Raihan menggendongnya ke atas tempat tidur.
Raihan juga sudah berada di atas tubuh istrinya dengan tangannya membelai-belai rambut Nayra dan mengecup lembut kening Nayra.
" I love you," ujar Raihan dengan lembut.
" I love you to," sahut Nayra yang masih mengalungkan tangannya di leher suaminya. Raihan kembali mencium kening Nayra. Dengan pandangan mata mereka yang tidak bisa bohong.
Pandangan mata yang saling mencintai. Menatap dalam. Menatap dengan penuh cinta dan Raihan mencium lembut pipi kiri dan kanan Nayra. Nayra memejamkan matanya, saat menerima sentuhan lembut suaminya.
Raihan melanjutkan dengan meraup bibir istrinya. Bukan hanya mengecupnya tetapi mencium dalam bibir istrinya itu. Ciuman yang bukan hanya Raihan yang menuntun. Tetapi Nayra yang tidak hanya menerima dan menikmati tetapi saling membalas ciuman itu.
Ciuman panas yang tadinya hanya di bibir dan sekarang harus berpindah pada leher jenjang Nayra. Memberikan banyak karyanya di sana. Melakukan tugasnya pada istrinya. Memberikan istrinya menikmati yang memberikan kebahagian pada Nayra.
Mata ke-2 pasangan itu sudah di penuhi gairah. Mata yang saling menginginkan hal lebih. Sampai tahap mereka sudah sampai tidak memakai sehelai pakaian pun. Dan berada di dalam ringkupan selimut.
Tidak satupun tubuh istrinya tidak di sentuhnya. Dia memang sangat merindukan hal-hal seperti itu. Jadi wajar jika pasangan itu memadu kasih di pagi hari yang dingin.
Nayra maupun Raihan sama-sama di penuhi gairah, menikmati percintaan di pagi hari. Pasangan yang sudah saling menyatukan. Saling menikmati satu sama lain di dalam kamar yang memang kedip suara.
Sementara Jihan sedang menggendong cucu pertamanya itu di luar, di dekat kolam renang, menemani sang cucu berjemur.
__ADS_1
" Apa sayang, mau sama mama dan papa ya," ujar Jihan yang tampak cucunya itu sedang rewel. Jihan melihat ke arah kamar Nayra, yang masih melihat jendela kamarnya tertutup. Bahkan gordennya juga masih tertutup.
" Nanti ya sayang, mama sama papa lagi silaturahmi. Jadi nanti aja ya," ujar Jihan yang sepertinya tau. Jika anak dan menantunya sedang apa. Buah hati Nayra dan Raihan tertawa ketika mendengar Omanya berbicara seperti itu.
" Anak baik, kamu pengertian ya sayang, anak baik sayang nenek," ujar Jihan sambil mengajak cucunya bermain dan agar cucunya itu tidak rewel.
" Kamu akan jadi anak yang baik, kamu kalau dewasa, sayangi mama dan papa ya. Mereka itu sangat sayang sama kamu," ujar Jihan yang langsung memberi pesan pada cucunya, mencium lembut cucunya itu.
Nayra memang beruntung memiliki orang-orang yang sangat sayang padanya. Dari kecil dia selalu kekurangan kasih sayang, mempunyai orang tua yang tidak peduli padanya. Terutama ibu tirinya yang hanya ingin uangnya saja.
Bertemu Raihan membuat perubahan di dalam hidupnya. Dia mencintai Pria itu. Karena bisa memberikannya. Kasih sayang yang tidak bisa di ungkapkan seperti apa.
Sampai akhirnya hidupnya benar-benar bahagia melalui Raihan. Memiliki banyak orang yang mencintainya dengan tulus dan bahkan saat suaminya tidak ada banyak yang berperan yang mencoba untuk menggantikannya. Agar hidupnya tidak pernah kesepian.
Mungkin memang benar. Dia adalah wanita yang paling bahagia di dunia ini. Yabg beruntung memiliki suami yang memberikan semua cintanya kepadanya dan pasti berkorban banyak untuknya.
*********
Tetapi Carey tetap ikhlas menjalankan tugasnya untuk suaminya. Seperti sekarang ini. Jihan menaiki anak tangga dengan membawa nampan yang berisi mangkok bubur dan juga susu yang pasti untuk suaminya.
Carey, langsung memasuki kamarnya dan melihat Dion sudah bangun. Dion yang menyandarkan punggungnya ke pala ranjang dan melihat ke hadiran Carey.
Carey melangkah mendekati ranjang, meletakkan nampan yang di bawanya di atas nakas, duduk di samping Dion.
" Kamu sarapan dulu," ujar Carey. Dion mengangguk.
Carey mengambil mangkok bubur tersebut dan mengaduk-aduknya. Sebelum menyuapkan pada suaminya. Carey meniupnya terlebih dahulu dan dan langsung menyuapkan pada Dion.
" Bagaimana keadaan kamu?" tanya Carey.
__ADS_1
" Aku baik-baik saja," jawab Dion tersenyum tipis. Akan menjadi kebahagian untuknya. Jika sang istri menanyakan keadaannya.
" Ya sudah kamu makan lagi," ujar Carey kembali menyuapi Dion dengan tulus.
" Makasih ya," ujar Dion menatap Felly dengan tulus.
" Kamu tidak perlu berterima kasih. Itu memang sudah tugasku. jadi tidak ada yang perlu berterima kasih," ujar Carey.
" Apapun itu. Aku tetap berterima kasih padamu," ujar Dion.
" Terserah," sahut Carey kembali menyuapi Dion. Sementara Dion tersenyum tipis mendapatkan perhatian dari Carey.
" Aku memang salah selama ini. Aku menyia-nyiakan kamu yang selalu ada untukku. Maafkan aku Carey, aku benar-benar tidak tau. Jika apa yang aku lakukan melukai hatimu," batin Dion yang terus merasa bersalah.
**********
Di sisi lain Vira duduk di ruang tamu dengan lesu. Bahkan air matanya mengalir deras, dia menangis tanpa suara. Apa yang di katakan Dion membuatnya sakit hati.
" Sekarang aku benar-benar, sendiri. Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Kak ramah sudah pergi untuk selama-lamanya. Papa David sekarang juga telah bersama Nayra dan Dion orang yang aku harapkan semala ini sudah menjauh. Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Lalu kepada siapa aku harus mengadu. Aku hanya sendirian bersama bayi ku. Aku tidak tidak punya siapa-siapa lagi. Aku benar-benar sendirian," ucapnya dengan derain air matanya yang merasakan sendirian.
Ternyata Dara melihat Vira yang termenung sendirian.
" Dia selalu merasa sendiri. Apa tidak sadar. Banyak orang yang sayang padanya. Banyak orang yang peduli padanya. Tetapi dia merasa sendirian. Aku tidak tau apa yang ada di pikiran kamu. Hanya karena Dion yang menjauhi kamu. Lalu kamu langsung sedih. Kamu langsung seperti wanita yang putus asa. Hanya karena Dion saja,"
" Padahal kamu tau. Jika Dion melakukan semua itu. Untuk menjaga rumah tangganya. Tetapi kamu seakan menutup mata. Jika Dion sudah memiliki seorang istri," Dara bergerutu di dalam hatinya melihat tingkah Vira yang tidak bisa di tebak.
" Aku berharap kamu benar-benar sadar Vira. Jika masih banyak orang yang peduli dan sayang sama kamu. Jika bukan hanya Dion saja yang peduli kepada ku," ujar Dara di dalam hatinya yang berharap banyak kepada Vira.
Bersambung.....
__ADS_1