Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 114


__ADS_3

Raihan yang menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. Masih menunggu balasan pesan dari Nayra.


" Kenapa dia begitu pelit, hanya untuk membalas saja, apa susahnya mengatakan kata I love you ," gumam Raihan sedikit kesal dengan Nayra yang tidak membalas pesannya.


Raihan melihat wallpaper ponselnya. Foto Nayra yang di jadikan wallpaper. Raihan mengusap Foto itu dengan jarinya.


" Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu. Apapun yang terjadi hubungan kita tetap akan sama seperti awal. Aku sangat mencintai kamu Nara. Aku tidak akan melepaskanmu. Kamu mempercayaiku kan," gumam Raihan dengan mata berkaca-kaca.


Raihan meletakkan ponselnya di atas meja. Lalu Raihan memejamkan matanya. Panas di tubuhnya memang berkurang. Dia memilih istirahat, menenangkan diri dari pada kekantor.


Tidak bisa di bohongi apa yang terjadi tadi malam. Pertengkarannya dengan keluarganya. Jelas membuatnya frustasi. Raihan sangat kecewa dengan orang tuanya yang benar- benar tidak mengerti perasaannya.


Apalagi dengan mamanya. Bisa-bisanya mamanya menyetujui hal itu. Padahal dia tau bagaimana dia mencintai Nayra.


Raihan memikirkan semua masalah itu di dalam tidurnya. Dengan meletakkan ke- 2 tangannya di dadanya.


*********


Nayra sekarang sudah berada di ruangan Alex. Nayra berdiri tegak di depan Alex yang duduk di bangku kerjanya. Nayra menggenggam tangannya. Dia lumayan dek-dekan kalau harus berhadapan dengan atasannya yang super galak.


" Ada apa ya Pak?" tanya Nayra gugup.


" Santai aja Nayra, kamu tidak usah tegang gitu," sahut Alex berdiri.


" Kamu duduk dulu!" perintah Alex mempersilahkan Nayra duduk di sofa.


Nayra beralih ke sofa. Alex juga ikut duduk. Nayra masih terlihat gugup. Sementara Alex melihat Nayra dengan teliti.


" Masa iya sih, Nayra anaknya Pak David. Jika di lihat-lihat, wajahnya memang seperti anak sultan. Anak -anak kolong merat gitu," batin Alex sangat serius melihat wajah Nayra.


" Pak Alex kok diam ya, kenapa tatapannya seperti itu apa aku ada salah?" batin Nayra penuh tanda tanya. Mulai memeriksa dirinya ada yang salah atau tidak.


" Pak David kan ada keturunan bule, sementara Nayra wajahnya lebih cendrung ke korea-korean. Kalau memang benar kata Raina Naira anak Pak David dan Tante Jihan juga memiliki hubungan. Apa iya mereka ada kemiripan," Alex terus bergerutu di dalam hatinya.


" Kenapa aku merasa aneh dengan sikapnya Pak Alex. Ada sebenarnya," Nayra semakin gelisah dengan kelakukan Alex yang membingungkan.


" Terpahat sempurna sih, wajah, tubuhnya Nayra memang wanita yang perfect. Pantas saja Raihan cinta mati dengan Nayra," batin Alex terus melihat Nayra tanpa henti.


Nayra dan Alex sama-sama saling menggibahi di dalam hati. Tetapi Nayra lebih kebingungan. Alex adalah orang paling anti melihat wanita selama itu.


Tetapi Nayra seakan ingin menjadi model. Yang di lihat sangat teliti. Dia justru merasa sangat canggung dengan sikaf aneh Alex. yang terus melihatnya.


" Sebenarnya apa yang ingin di katakan Pak alex, kenapa Pak Alex liatin aku sampai kayak gitu banget," batin Nayra yang merasa risih.


" Ada apa ya Pak?" tanya Nayra sudah tidak nyaman dengan Alex.


Alex mendengarnya langsung terperanjat kaget.

__ADS_1


" Oh, itu hah, saya," Alex menjadi gugup.


Dia sudah lupa ingin bertanya apa. Nayra mengkerutkan keningnya melihat Alex yang tidak biasanya tingkahnya sangat aneh.


" Hmmmm, gini, kamu sudah berapa kali ketemu Pak David?" tanya Alex yang sebenarnya tidak penting. Tetapi tiba-tiba saja kalimat itu muncul di pikirannya.


" Ohhh, itu sekitar 4 kali kalau tidak salah pak," jawab Nayra heran.


" Bagaimana perasaan kamu?" tanya Alex. Mendengarnya Nayra jadi bingung.


" Maksud saya gini. Kamu kan tau sendiri Pak Alex itu orangnya seperti apa. Banyak rumor dia itu membosankan. Dan pemarah. Jadi apa kamu nyaman bertemu dengannya atau justru gedek," ujar Alex membuat Nayra mengerti maksud pertanyaannya.


" Ohhhh iya Pak, nyaman. Pak David baik dan humble, tidak seperti yang di katakan orang-orang," jawab Nayra apa adanya.


" Oh begitu rupanya, apa kamu merasakan sesuatu yang lain gitu, saat bertemu dengannya?" tanya Alex.


" Biasa saja sih Pak," jawab Nayra semakin bingung.


" Kamu punya alergi?" tanya Alex mengalihkan topik.


" Iya Pak," jawab Nayra mengangguk dengan wajah bingungnya. Dia tidak mengerti kemana arah tujuan pembicaraan Alex.


" Apa alergi kamu langka?" tanya Alex.


" Hmmm Dokter bilang iya pak," jawab Nayra.


" Orang tua kamu ada alergi?" tanya Alex. Nay menggeleng pelan.


" Ohhh, begitu ya masuk akal sih," gumam David pelan.


" Maksudnya Pak?" tanya Nayra bingung


" Hahh, tidak lupakan," sahut Alex gugup. Dia memang sangat penasaran dengan Raina yang menduga Nayra adalah anak dari klien Adverb.


" Dia memang memiliki kesamaan yang banyak. Tapi apa itu cukup. Jika memang iya kenapa Raina tidak melakukan tes DNA saja," batin Alex yang tidak ingin ribet dan ingin sesimpel mungkin. Kalau tes DNA memang pasti lebih simple.


" Kenapa Pak Alex malah menanyakan hal yang aneh-aneh," batin Nayra bingung.


" Bapak sebenarnya ingin bertanya apa kepada saya?" tanya Nayra.


" Baiklah kita mulai serius saja," sahut Alex.


" Berarti yang tadi hanya basa-basi?" tanya Nayra.


" Lupakan soal tadi. Sebenarnya begini. Kontrak kerja kamu di Adverb. Hanya tinggal beberapa bulan lagi. Jika ingin memperpanjang sekarang juga tidak masalah," ujar Alex mulai serius.


" Maksud bapak?" tanya Nayra bingung.

__ADS_1


" Saya akan mempersiapkan kontrak kerja kamu dalam waktu panjang. Jadi kamu bisa tanda tangan sebelum habis," jelas Alex.


" Tapi Pak, saya malah ada rencana tidak melanjutkan kontrak saya lagi," sahut Nayra dengan hati-hati.


Alex yang mendengar ucapan Nayra tersentak kaget.


" Maksudnya kamu, setelah kontrak habis kamu juga akan meninggalkan Adverb?" tanya Alex memastikan.


" Benar Pak, ketika kontrak saya habis. Saya akan selesai bekerja. Saya rasa sudah cukup 2 tahun mengabdi pada Adverb," jawab Nayra merasa mantap.


" Memang ada apa Nayra, ferfomance kerja kamu sangat bagus, kamu juga selalu berkembang dalam setiap waktu. Sangat di sayangkan jika kamu harus berhenti dari Adverb," ujar Alex yang sangat keberatan dalam hal itu.


" Saya ingin mencari pengalaman lain Pak," jawab Nayra.


" Apa pengalaman di Adverb kurang?" tanya Alex menaikkan alisnya.


" Bukan itu maksud saya Pak," sahut Nayra.


" Apa juga karena berhubungan dengan Raihan. Kamu tidak nyaman di kantor karena memiliki hubungan special dengan Raihan?" tebak Alex.


" Bukan Pak, hanya saja...."


" Nayra, saya sudah berkali-kali mengatakan kepada kamu. Kamu bekerja di Adverb karena kamu memiliki kemapuan. Bukan karena keluarga Admaja wijaya. Dan hubungan kamu dengan Raihan. Bukan berarti kamu harus berhenti karena tidak enak dengan karyawan lainnya. Jujur saya sangat kecewa jika kamu tidak memperpanjang kontrak kamu. Apa lagi hanya karena masalah pribadi," ujar Alex sedikit kecewa.


" Maaf Pak jika keputusan saya membuat bapak tidak nyaman," sahut Nayra merasa bersalah.


" Kamu punya hak, untuk mengambil keputusan apapun. Saran saya kamu pikirkan lagi. Kamu harus tau Adverb sangat mengandalkan kamu," ujar Alex dengan serius.


" Iya Pak," jawab Nayra, " Kalau begitu saya permisi dulu Pak," ujar Nayra pamit.


" Iya silahkan," sahut Alex mengangguk. Nayra berdiri, membuang napasnya perlahan lalu keluar dari ruangan Alex.


************


Setelah pulang kerja. Nayra sengaja tidak mengambil lembur. Mengingat Raihan yang ada di rumahnya dan sedang sakit. Meski Raihan mengabari jika sudah baik-baik saja. Nayra tetap mencemaskannya.


Sebelum pulang Nayra mampir ke Restaurant membeli makanan untuk makan malam. Karena tidak mungkin Nayra harus memasak lagi.


Dia juga sangat lelah karena pekerjaan yang banyak. Sengaja mengerjakan cepat-cepat agar tidak lembut.


Nayra berdiri di depan kasir dengan memegang ponselnya. Nayra menunggu makanan yang di pesannya.


" Apa Raihan sudah benar-benar enakan," batinya yang masih khawatir dengan Raihan.


" Ini mbak," ujar pegawai kasir memberikan kantung plastik putih pada Nayra.


" Oh iya makasih," jawab Nayra mengambil 2 kantung plastik itu.

__ADS_1


Setelah mengambilnya. Nayra langsung ke luar dari Restaurant dan menaiki Taxi yang menunggunya di depan Restaurant.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน Bersambung๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2