Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 401


__ADS_3

Persiapan acara ulang tahun Angga sudah mendekati 100 persen. Malam nanti acara ulang tahun itu akan di adakan. Tempat acara itu juga sudah di tata dengan indah.


Ulang tahun yang di adakan di dekat pantai dengan pemandangan yang langsung mengarah kelautan dengan. Banyak lampu-lampu yang sudah terpasang dengan indah, dengan balon-balon berwarna hitam dan oerens yang sesuai dengan warna kesukaan Angga.


Hari memang masih sore. Tetapi sepertinya semuanya sudah hampir selesai dan tanpa ada kesalahan. Della masih duduk di atas kursi rodanya merangkai-rangkai bunga yang kelihatan begitu sibuk mempersiapkan ulang tahun Angga.


" Kak Della!" tegur Luci.


" Iya kenapa?" tanya Della.


" Kakak tidak cari kado untuk ulang tahun kak Angga?" tanya Luci.


" Hmmm, nanti saja," jawab Della yang memang belum menyiapkan apa-apa untuk ulang tahun temannya itu.


" Ya sudah. Soalnya Luci dan kak Celine mau pergi cari-cari kado," sahut Luci.


" Oh, ya sudah kalian pergi saja. Kakak biar di sini. Hanya tinggal sebentar lagi pekerjaan kakak akan selesai," ujar Della.


" Begitu! ya sudah kalau begitu. Luci pergi dulu, soalnya sudah di tungguin kak Celine," ujar Luci pamitan. Della mengangguk dan Luci pun akhirnya pergi meninggalkan kakaknya yang masih tetap merangkai Bunga.


" Aku rasa tidak perlu memberikan hadiah untuk Angga. Karena apapun itu jelas tidak ada gunanya. Karena Karen pasti ada di sisi Angga dan mungkin hadiah itu tidak akan di perlukan lagi. Angga tidak akan melihat apa yang aku berikan jika wanita itu ada di sisinya," batin Della yang tampak murung.


Banyak gejolak di hatinya. Perasaan jelas masih ada. Tetapi merasa tidak pantas jika dia juga harus bersanding dengan Angga. Tetapi juga tidak rela. Jika wanita yang bernama Karen bersama Angga. Della hanya merasakan kegelisahan di dalam di lema yang di hadapinya.


**********


Raihan menyetir mobil di pinggir tebing yang langsung melihat indahnya lautan. Atap mobil di buka agar bisa menikmati indahnya pemandangan itu. Nayra berada di sampingnya mendekatkan Kinara pada jendela untuk menikmati indahnya pemandangan di sore hari itu.


Rambut Nayra menari-nari dengan tiupan angin yang sepoi-sepoi dengan Kinara yang tidak henti-hentinya tertawa-tawa yang sekalian di ajak Nayra bermain. Raihan sekali-kali menoleh kearah sang istri dan tersenyum melihat kebahagian istrinya. Sore ini mereka menuju lokasi ulang tahun sepupunya itu.


Untuk Addrian dan Zira dan Eyang Farah sudah berangkat terlebih dahulu 1 jam sebelum kepergian mereka.

__ADS_1


Seperti melakukan perjalanan panjang. Tetapi momen singkat itu membuat Nayra begitu bahagia dan terus mengeluarkan senyum cantiknya. Tangan Raihan masih sempat-sempatnya mengusap kepala sang istri membuat Nayra tersenyum melihat suaminya.


" Aku melihat kamu begitu ceria hari ini," ujar Raihan.


" Jelas sayang, ini pertama kali kita jalan-jalan bersama-sama dengan Kinara. Walau dekat tetapi aku sangat bahagia. Karena kita ber-3 seperti liburan bersama," ujar Nayra yang tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya.


" Nanti kalau aku ada waktu kita liburan ber-3 sama," ujar Raihan.


" Sayang, kamu dengar sendiri papa kamu sudah berjanji. Jadi kamu harus ingatkan papa kamu ya," ujar Nayra mengarahkan putrinya pada Raihan dan Kinara mengangguk seoalah-olah mengerti apa yang diucapkan mamanya yang membuat Raihan tertawa dengan bahagia.


Bukan hanya Nayra dan Raihan yang berangkat di mobil belakang juga ada mobil adiknya Raina, bersama Raka suaminya dan pasti Amira dan juga akan putra bungsu mereka.


Sama dengan mobil Raihan. Mobil Raina juga bagian atapnya terbuka lebar agar bisa lebih puas melihat indahnya pemandangan itu dan Amira yang duduk di bagian belakang berdiri dengan merenggangkan tangannya yang menghirup udara dalam -dalam dan sekali-kali mengajak sang adik yang di pangkuan mamanya bermain sambil bercanda-canda.


" Ma masih lama sampainya?" tanya Amira yang tidak sabaran.


" Sebentar lagi sayang. Kamu sabar ya," sahut Rania.


" Ada kamu tenang saja. Nanti kalau sudah sampai ke Villanya om Angga kamu boleh main-main di sana," ujar Rania.


" Horeeee," sahut Amira yang tampak bahagia. Raka dan Raina saling melihat dan tertawa melihat kebahagian anak pertama mereka.


*********


Angga juga berada di dalam mobilnya menuju tempat perayaan ulang tahunnya. Tetapi wajahnya tampak di tekuk. Tidak tau apa yang di pikirnya tetapi wajah itu tampak begitu gelisah dan resah.


" Semoga kedatangan Karen tidak akan membuat mama marah. Mama harus mengerti. Karena adalah kekasihku dan tidak mungkin aku tidak mengundangnya. Tetapi bagaimana Della. Angga apa yang sebenarnya kamu pikirkan. Kamu ingin kembali bersama Della. Tetapi kamu juga mempertahankan hubungan kamu dengan Karen. Ada apa Angga apa yang kamu pikirkan kenapa kamu tidak bisa membuat keputusan," gerutu Angga di dalam hatinya yang tidak bisa menentukan pilihannya.


Dia juga tidak tau jalan pikirannya kemana dia seakan menginginkan 2 wanita itu yang mungkin saja pikiran Angga sudah di racun oleh Karen makanya dia seakan tidak bisa melepaskan wanita itu.


" Semoga semuanya bisa baik-baik saja dan tanpa ada masalah," batin Angga yang penuh harapan.

__ADS_1


*********


Dara juga pergi untuk menghadiri acara ulang tahun temannya itu. Dara pergi sendiri tanpa Vira. Vira memang tidak jadi ikut karena terlanjur kesal dengan Dara dan Dara pun tidak mau memaksa apa-apa untuk Vira.


Hari ini ternyata Dara lolos dari minuman yang di berikan Vira. Kedatangan Saski membuatnya tidak jadi meminumnya dan juga Vira yang kesal lupa menawarkan kembali minuman itu dan Dara hari ini selamat.


Dara menyetir mobil tampak murung dan tidak bersemangat.


" Kenapa Sony pergi tiba-tiba tanpa memberi tahu. Apa dia sengaja pergi untuk menunda pernikahan itu dan kenapa Vira belakangan ini sangat aneh," batin Dara yang merasakan ada yang tidak beres.


" Sudahlah, biarkan saja semuanya seperti itu. Yang jelas Tante Saski tidak mengubah keputusannya untuk menikah kan Vira dan juga Sony," batinnya lagi yang tampaknya tidak mau mengambil pusing.


************


Di mobil lain Alex dan Andini juga sedang dalam perjalanan menuju lokasi ulang tahun Angga yang Andini merasa itu akan menjadi acara sejarah karena ada hal istimewa di acara ulang tahun itu nanti.


" Sayang, apa Pak Danu klien kamu jadi datang?" tanya Andini memastikan suaminya.


" Iya kami tenang saja dia akan datang," jawab Alex.


" Tapi apa dia tidak berpamitan dengan istrinya dan kalau dia bilang mau ke Ancol apa Karen tidak akan berpikiran yang aneh-aneh?" tanya Andini was-was.


" Sayang, aku mana mungkin menyuruh Pak Danu ke Ancol. Bisa berantakan semuanya. Kamu tenang saja. Pak Danu sedang bersama temanku yang akan membawanya keancol tanpa sepengetahuannya dan juga pasti tidak sempat mengabari istrinya. Jadi semuanya akan berjalan dengan lancar," ucap Alex.


" Hmmm, begitu rupanya. Kamu benar-benar sangat pintar. Ya semoga saja semua masalahnya benar-benar selesai dan si Karen ular itu akan mendapatkan balasan dari perbuatannya," sahut Andini yang tampak sangat bersemangat.


" Iya sayang. Makanya kamu jangan khawatir. Kamu hanya menonton saja. Karena aku dan Raihan sudah mengatur semuanya dan semuanya akan beres tanpa ada masalah apapun," ujar Alex dengan yakin.


" Ya aku cukup lega mendengarnya dan sudah tidak sabaran untuk segera melihat pertunjukan itu," ucap Andini. Alex hanya mengangguk-angguk yang juga tidak sabaran untuk menunggu pertunjukan yang sudah mereka siapkan untuk menjebak Karen.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2