
Hari ini Andini, Dara, Celine dan Luci berkunjung kerumah Nayra. Seperti biasa setiap kali berkunjung kerumah Nayra. Mereka akan membawa berbagi macam makanan yang di inginkan Nayra.
Tetapi tidak hanya membawa makanan mereka juga membuat makanan di rumah Nayra. Sekarang dapur Nayra di penuhi wanita-wanita cantik itu. Mereka kompak memasak bubur sumsum yang selalu diinginkan Nayra semenjak hamil.
Teman-teman dari suaminya yang juga sudah menjadi temannya itu memang sangat baik. Meluangkan waktu mereka untuk mengunjungi Nayra yang sedang hamil dan memang membutuhkan orang-orang untuk membantunya.
Jika dia menginginkan sesuatu yang ingin di masak atau di makan. Karena katanya kalau orang hamil itu kalau ngidam itu jika memasak sendiri apa yang inginkan. Tidak akan selera lagi kalau dia yang memasaknya. Jadi dengan kehadiran para sahabat suaminya itu membuatnya sangat tertolong.
" Nay, kita nggak ganggu bokap lo kan?" tanya Dara yang sedari tadi mengaduk-aduk kuah gula merah.
Mereka yang ada di sana memang tau. Jika papa Nayra sedang tinggal bersama Nayra.
" Benar, entar kita ganggu lagi," sahut Celine yang juga kepikiran.
" Ya nggak lah kalian santai saja, papa lagi di atas. Lagi istirahat kok," sahut Nayra yang sedari tadi hanya duduk sambil membolak-balikan majalah tentang ibu hamil.
" Emang nggak akan kedengaran kericuhan kita?" tanya Luci yang duduk di lantai bersama Andini sedang membuat adonan kue putu.
" Ricuh apaan sih, memang kalian demo. Sudah santai aja," sahut Nayra tertawa kecil.
" Oh iya Nay, kak Carey nggak jadi datang?" tanya Andini.
" Kayaknya nggak. Soalnya dia lagi sibuk. Kalian tau sendiri semenjak nikah kak Carey agak sulit bagi waktu," sahut Nayra dengan wajah lesunya.
" Masih pengantin baru jadi masih anget-angetnya," sahut Celine.
" Benar! mereka lagi sedang menyesuaikan diri. Aku saja sudah seminggu lebih tidak dikunjungi kak Carey. Jangankan mengunjungi ku. Kak Carey saja belum sempat mengambil beberapa barang yang masih ada di rumah. Ya mungkin kak Carey memang lagi sibuk-sibuknya," ujar Nayra sekalian mencurahkan isi hatinya.
Jika sebenarnya dia merindukan kakaknya. Biasanya Carey setiap hari datang kerumahnya. Memantau kesehatannya, mengomelinya dan dia akan bermanja. Carey pun akan menurutinya karena adiknya itu hamil.
Tetapi sekarang Carey tidak pernah mengunjunginya. Hanya mengirim pesan saja. Tetapi Nayra sangat memaklumi. Kakaknya sekarang sudah menikah dan pasti prioritas utamanya adalah suaminya.
Lagian mamanya juga sering datang dan juga ada papanya. Apalagi sekarang teman-temannya suaminya juga datang. Jadi dia tidak terlalu sedih atau merasa kesepian.
" Kapan-kapan kita main deh ketempat Carey," sahut Dara menemukan ide.
__ADS_1
" Setuju sih," sahut Celine.
Nayra juga mengangguk. Dia bahkan mempunyai rencana setelah ini meminta suaminya untuk menemaninya mengunjungi kakaknya.
" Eh, kalian sudah lihat Instagram kak Sony belum," sahut Luci membuat semuanya heran.
" Memang ada apa?" tanya Dara heran.
" Ada cewek yang ngetak kak Sony. Pakai kata-kata habis manis sepah di buang," jawab Luci dengan wajah senyum geleng-geleng.
" Pasti habis PHP in cewek lagi," tebak Celine yang sudah hapal dengan sifat temannya itu.
" Ya apa lagi. Namanya juga buaya. Memang kelakuannya kayak gitu dari dulu, mana bisa di ubah," sahut Dara seperti masih punya dendam pribadi.
" Cie yang pernah jadi korban," goda Andini.
" Ya menurut kalian siapa yang tahan sama dia. Pacaran 5 tahun makan ati mulu. Sudah tau punya pacar. Tapi nempel sana-sini. Mending bubar aja selesai," ujar Dara mengenang luka lama bersama mantan kekasihnya itu.
Mereka berpacaran 5 tahun sering berantam dengan masalah yang itu-itu saja. Apa lagi jika bukan Sony ketangkap selingkuh. Akhirnya Dara menyesal dan memilih putus. Mereka sudah putus sejak setahun lalu.
Karena memang bersahabat dari kecil jadi Dara dan Sony sampai sekarang masih adem-adek aja. Ya bersahabat lebih baik dari pada pacaran.
" Siapa?" tanya Luci.
" Siapa lagi kalau bukan wanita yang duduk manis itu. Yang memiliki suami yang setia," jawab Andini mengarahkan matanya pada Nayra.
" Apaan sih," sahut Nayra tersenyum yang menyadari dirinya yang di maksud Andini.
" Kalau Raihan ma tidak heran. Wanita di hatinya itu hanya...." Celine menjeda omongannya
" Nara seorang," sahut mereka serentak menggoda Nayra membuat Nayra semakin malu.
" Kalian ini, sudah lanjutin masaknya," sahut Nayra dengan pipi memerah saat wanita-wanita itu mengatakan dia wanita yang paling beruntung karena memiliki Raihan.
Memang itu adalah kenyataan. Suaminya itu tidak akan pernah ada duanya di dunia. Sudahlah tampan, penyabar, penyayang dan pasti rela melakukan apapun demi dirinya.
__ADS_1
" Semoga saja kak Sony bisa belajar banyak dari kak Raihan. Setia dan jangan main cewek Mulu," ucap Andini penuh harapan.
" Iya kali orang kayak gitu berubah. Della aja pernah di embat sama dia," sahut Dara yang rasanya tidak mungkin jika mantannya itu akan berubah.
" Benar! Kak Della juga pernah di dekati kak Sony. Tetapi untung tidak jadi," sahut Luci.
" Ngomongin kak Della, sekarang apa kabar ya?" tanya Nayra yang tiba-tiba ingat.
Tiba-tiba semua juga kepikiran tentang Della yang sudah hampir 2 bulan lebih tidak ada kabar.
" Benar banget, kak Della kapan selesai tugasnya?" tanya Andini.
" Entahlah, mungkin di sana susah jaringan. Makanya kak Della tidak pernah memberi kabar," sahut Celine yang adiknya sendiri. Juga tidak pernah mendapatkan kabar bagaimana keadaan kakaknya.
" Kak Angga juga di Luar Negri Mulu. Kayaknya betah amat," sahut Andini.
" Angga masih di Luar Negri?" tanya Nayra. Andini mengangguk.
" Aneh banget Angga dan kak Della sama tidak ada. Bahkan mereka juga pamit hanya lewat telpon, apa mereka pergi bersama. Tetapi untuk apa," batin Nayra yang merasa aneh dengan 2 orang teman dan sepupu suaminya itu.
" Nay sudah masak, mau coba tidak," sahut Dara membuyarkan lamunan Nayra.
" Boleh," sahut Nayra tersenyum. Dara pun memasukkan kemangkok kecil agar Nayra mencoba makannya itu.
***********
Carey keluar dari kamar mandi menggunakan handuk mandi putih dengan rambutnya yang basah. Pagi ini dia memang keramas. Tetapi keramas bukan berarti habis begituan.
Tidak! Carey memang merasa rambutnya sudah kotor makanya keramas. Lagian dia sudah punya suami jadi mana mungkin dia bau.
Carey melihat Dion yang sedang siap-siap ingin kekantor. Carey melihat jam yang menggantung di dingding baru jam 7 pagi. Dion tidak biasanya pergi pagi-pagi seperti itu.
" Kok tumben cepat kekantor?" tanya Carey. Dion melihatnya sebentar. Ya apa lagi jika tidak Carey yang terus membuatnya darahnya berdesir.
Carey yang tampak cuek mengeringkan rambutnya dengan handuk putih. Bum lagi Carey hanya menggunakan handuk mandi yang di pakainya di atas lututnya.
__ADS_1
Masih pagi tetapi Carey selalu saja memancingnya dengan penampilannya yang benar-benar seksi yang membuat iman Dion tergoda. Dan tidak tau kapan iman itu tergoyahkan.
Bersambung.......