
Sudah 2 hari Carey tidak berada di rumah. Hari-hari Dion harus di laluinya tanpa Carey. Jelas sangat berbeda Dion tidak akan lagi melihat Carey.
Mendengar suaranya dan hal-hal biasa yang di lakukan Carey yang sudah sangat terbiasa untuk Dion. Dion harus mengakui jika dia sangat kehilangan.
Setelah merenungi semuanya. Akhirnya mobil Dion berhenti di depan rumah Carey. Akhirnya ego Dion mengantarkan hatinya mendatangi istrinya yang sudah 2 hari meninggalkan rumah.
Sifat Carey yang berubah belakangan ini memang membuatnya tidak nyaman. Apa lagi pertengkaran mereka yang pasti di mulai dari pemicunya dengan kehadiran Vira yang memang jelas menunjukkan Carey yang benar-benar tidak suka dengan wanita itu.
Terlepas dari Carey salah paham atau tidak. Dion menyadari. Jika memang dia tidak pantas membawa wanita kekamarnya. Dion juga mengakui. Jika kata-katanya sangat kelewatan kepada Carey.
Seharusnya dia bisa lebih dewasa menghadapi masalah. Tetapi dengan entengnya dia mengungkit masa lalu Carey yang membuat Carey diam seribu bahasa bahkan menangis di depan Dion.
Bahkan pertengkaran itu juga membuat Dion hampir melayangkan tangannya dan pasti itu membuat Carey sakit hati dan lebih memilih menenagkan diri.
Kepergian Carey sangat terasa untuk Dion. Dia seperti kehilangan sesuatu yang berharga. Sementara Carey hanya mengikuti waktu sampai mana ingin berjalan.
Dion yang menyadari kesalahannya. Ingin meminta maaf. Tetapi bahkan tidak tau cara meminta maaf bagaimana?
Meski sang mama beberapa kali memperingatinya. Dion seakan menutup kuping sampai akhirnya egonya runtuh dan membuatnya bergerak sendiri menyusul istrinya kerumah mertuanya.
Dion sangat kesal pastinya dengan tindakan Carey yang pergi dari rumah hanya tanpa memberi tahunya. Bahkan tidak memberi tahunya. Dion bahkan berharap Carey menelponnya. Tetapi tidak ada sama sekali.
Hal itu membuatnya frustasi di rumah. Apa lagi tidak melihat wanita itu berada di kamarnya dan tidur di sampingnya. Karena tidak tahan dengan semua itu akhirnya dia sampai kerumah itu setelah mengalami pernah batin.
" Jika urusan yang lain aku bisa diam Dion. Tetapi urusan wanita aku juga mungkin bisa diam sediam-diamnya sampai kamu sadar dengan perbuatan kamu,"
" Aku tau pernikahan kita hanya terpaksa. Aku tau kamu menikahiku karena tidak punya pilihan. Sebelum menikah aku juga sudah mengatakan semua masa laluku kepada mama dan aku rasa kamu juga tau. Kamu tidak perlu mengungkitnya Dion,"
" Bagaimana jika aku melakukan apa yang kamu lakukan. Bagaimana jika aku membawa laki-laki kerumah ini dan bermesraan dengannya. Apa kamu bisa diam saja,"
Semua kata-kata Carey teringat di pikirannya dia memang sangat kelewat batas. Menyakiti hati wanita yang harus di akuinya baik.
Dion menarik napasnya panjang dan membuang perlahan kedepan sambil mengetuk-ngetuk jarinya di stir mobil. Dia memang belum turun dari mobil dan masih bertahan di dalam mobil.
__ADS_1
Sementara di sisi lain. Carey keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah dengan memakai Kimono di atas lututnya.
Carey melihat ponselnya yang berada di atas tempat tidur. Sama sekali tidak ada pesan dari Dion. Carey hanya berharap Dion menanyakan kabarnya atau paling tidak bertanya kapan akan pulang. Tetapi sangat mustahil sama sekali tidak ada.
" Kenapa aku harus mengharapkan hal yang tidak mungkin ada," batin Carey yang merasa bodoh jika mengharapkan hal itu.
" Apa aku salah telah pergi tanpa memberitahu Dion. Tetapi dia tidak peduli. Aku tidak tau kapan aku berhenti bertahan," gumam Carey tidak terasa air matanya menetes.
Carey melihat keluar jendela dan melihat hujan deras yang turun. Carey pun menghampiri jendela dan menutupnya.
Ternyata Dion yang masih berada di dalam mobilnya melihat Carey menutup jendela kaca itu dan menarik tirai. Meski dari jauh Dion bisa melihat kesedihan di wajah Carey.
Setelah selesai menutup jendela. Carey melihat jam yang menggantung diding pukul 10 malam.
" Ya ampun aku belum sholat isya," ujar Carey yang menyadari jika ada kewajibannya yang terlewatkan.
Tanpa ingin melewatkan kewajiban itu Carey langsung mengambil mukenanya dan mulai sholat.
Biar hati dan pikirannya juga tenang. Karena dengan mengadu kepada Tuhannya pasti membuatnya tenang dan akan mendapat solusi dalam masalah rumah tangganya.
Di bawah dia juga bertemu dengan ibu mertuanya dan mertuanya juga tidak banyak tanya dan menyuruh Dion masuk kekamar Carey untuk mengganti pakaian dan istrirahat.
Karena apa yang di kenakan Dion sudah basah. Padahal memang hanya sedikit terkena hujan. Setelah cukup lama berdiri di pintu. Dion menarik napasnya dan memasuki kamar itu tanpa ingin mengganggu Carey yang sedang sholat.
Dion duduk di pinggir ranjang dengan tangannya yang saling megatup di antara 2 kakinya. Pandangan Dion terus melihat Carey yang sholat membelakangi dirinya.
Melihat Carey yang seperti itu seakan ada ketukan hati untuknya. Hatinya semakin galau dan tidak tau apa yang ada di pikirannya.
Carey mengucapkan salam setelah menyelesaikan rakaatnya Carey menadahkan tangannya keatas berdoa kepada sang penciptanya.
" Ya Allah maafkan aku jika apa yang aku lakukan salah. Maafkan aku sudah mengecewakan suamiku, maafkan atas perkataan ku. Yang ingin mengakhiri pernikahan ku," ujar Carey di dalam hatinya.
" Aku mohon beri aku kekuatan, agar rumah tanggaku bisa utuh. Jauhkan aku dari putus asa. Agar aku bisa mempertahankan apa yang aku bangun. Buka hatiku dan hati suamiku agar kami bisa saling mencintai saling menerima 1 sama lain," Carey meminta pada Tuhan di dalam hatinya dengan air matanya kembali menetes.
__ADS_1
Dia juga mengingat kata dan perbuatan Dion yang melukai hatinya. Tetapi dia ikhlas dan memaafkan semuanya.
Setelah berdoa kepada Tuhan Carey mengucap Amin. Dia merasa lega setelah berdoa. Carey langsung berdiri.
Saat membalikkan tubuhnya. Betapa terkejutnya Carey saat suaminya sudah ada di sana. Duduk dan menatapnya dengan pakaian yang basah sedikit.
Dion melihat air mata di pipi Carey. Yang mungkin Carey menangis saat berdoa. Carey berdoa di dalam hati jadi Dion tidak mendengarnya dan sebenarnya itu lebih baik. Karena Carey tidak mau mendapat belas kasihan.
Carey yang memang belum bisa bersikap biasa. Melanjutkan membuka mukenanya dan menyimpannya pada tempatnya. Tanpa menyapa atau menanyakan suaminya kenapa ada di sana.
Carey langsung kemeja riasnya mengambil beberapa lotion dan membawanya kedalam kamar mandi. Dion hanya melihat kepergian istrinya yang yang sama sekali tidak mempedulikannya.
" Aku tau kamu masih marah, aku memang keterlaluan," batin Dion yang terus mengakui kesalahannya.
Jelas dia salah besar menuduh Carey yang tidak-tidak menghina Carey dengan masa lalu yang pasti itu menyakitkan untuk Carey yang seharusnya Dion sudah tau itu. Tetapi malah memaki Carey seakan Carey adalah wanita paling hina.
**********
Carey berdiri di depan cermin dengan menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.
" Kenapa Dia ada di sini," batin Carey bingung.
Tetapi tanpa peduli Carey membuka kimono nya dan meninggalkan bagian dalam kimono nya dengan pakaian tipis lengan 1 jari yang hanya sepahanya.
Carey memakai locion yang di bawanya tadi dari meja riasnya. Hal itu memang rutinitas Carey sebelum tidur memakai beberapa locion. Karena Carey suka tidur dalam keadaan rapi dan bersih.
Carey sengaja melakukan itu di kamar mandi. Karena jika dia melakukan di depan meja riasnya yang adanya Dion akan mengatakan dia caper dan sengaja melakukan hal itu.
Lebih baik dia menghindari sebelum Dion mengeluarkan kata-kata yang kasar untuk Carey. Carey menyemprotka farfum ketubuhnya sebagai akhir dari rutinitasnya.
krekkkk suara pintu kamar mandi terbuka yang ternyata memperlihatkan Dion yang membuka pintu.
" Aku sebentar lagi selesai," ucap Carey. Menyusun peralatan yang tadi di bawanya ketika melihat Dion yang sepertinya ingin kekamar mandi.........
__ADS_1
Bersambung.......